partner

partner

RKIH Dukung Bila Djarot Maju Pilgub DKI, “Jangan Sampai Disusupi Asing”


RI- Pendaftaran Calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, di KPUD DKI Jakarta mesnyisakan sedikit waktu tersisa. Meski demikian peta pertarungan bursa calon DKI-1 ini masih belum jelas siapa kawan siapa lawan.

Ditengah kondisi yang masih mengambang ini, Rumah Kreatif Indonesia Hebat sebagai salah satu organisasi pengusung presiden Jokowi saat Pilgub DKI hingga Pilpres lalu, menegaskan, RKIH akan bersikap netral, dan memberi kebebasan seluas-luasnya kepada semua anggotanya untuk menentukan siapa yang akan diusungnya sebagai calon Gubernur DKI Jakarta kelak.

“Kecuali bila pak Djarot (Saiful Hidayat) maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Kita secara lembaga akan mendukung penuh, sebab beliau anggota RKIH”, kata Ketua Umum RKIH, Kris Budihadjo kepada wartawan saat Silaturahmi Idul Adha di DPN RKIH, Jakarta, Selasa (13/9).

Kris menuturkan, dukung mendukung yang dilakukan DPD parpol hingga saat ini adalah hal yang biasa, namun keputusan akhirnya tetap ada pada Ketua Umumnya. Karenanya menurutnya, meski beberapa Parpol telah menyatakan dukungan terhadap seorang Balon, namun peta pertarungan tetap belum gamblang hingga Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri nanti mengumumkan siapa tokoh yang akan diusungnya.

“Menurut kita sampai hari ini belum jelas Calon DKI-1.  Ada pak Yusril, Ahok dan Sandiaga Uno serta lainnya. Tapi kita blom tahu ini. Dan apakah pak Djarot akan maju dan berpasangan dengan Ahok, atau bagaimana juga belum jelas. Mega dukung siapa kan belum jelas juga. Jangan-jangan nanti malah PDIP memutuskan untuk mencalonkan pasangan lain diluar bursa yang ada, seperti saat mengusung Ganjar Pranowo”, paparnya.

Kris tidak mempermasalahkan siapa bakal calon Gubernur yang nanti ditetapkan dan masuk bursa calon. Banginya semua tokoh yang sudah menyatakan dan mendeklarasikan diri untuk maju Pilgub, adalah pribadi-pribadi yang mempunyai kapabilitas yang baik. Namun demikian hendaknya para calon pemimpin tersebut bisa meredam setiap kemungkinan gesekan akar rumput yang sangat bisa terjadi.

“Kawan-kawan yang maju (mencalon) juga bagus. Semua kawan. Jadi yang penting jangan sampai DKI rusak dalam proses pilkada. Karena tujuan pilkada ini kan memilih gubernur terbaik. Jangan sampai proses menuju sana itu diiringi dengan kebencian, saling fitnah satu sama lain, arogansi masing-masing. Ibu Kota harus kita jaga jangan sampai proses pilkada membuat chaos, membuat perang antar anggota dan mengganggu stabilitas politik keamanan”, ujarnya.


Menurut Kris, kekhawatiran tersebut sangatlah beralasan, terutama melihat sejarah di berbagai daerah. Sebab Pilkada pada akhirnya, banyak menimbang rasa pada sukuisme dan agama yang menjadi kunci pokok dalam mengarahkan dukungan. Dan hal tersebut sangat rentan disusupi kepentingan asing. Karena itu ia berharap siapapun Gubernurnya kelak, harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan.


“Siapapun yang menang, rakyat jangan sampai retak. Karena siapapun gubernurnya nanti adalah untuk rakyat. Jangan sampai calon-calon nya sudah berangkulan, tapi kita diakar rumput terus berantem”, tandasnya.   (PUR)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes