partner

partner

Cacing Sudah Mati, Ikan Kaleng Makarel Aman Dikonsumsi


Jakarta, radarindonesia.com : 
Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (APIKI) menegaskan, ikan kaleng makarel, yang saat ini tengah dipergunjingkan karena mengandung parasit cacing anisarkis, tetap aman dikonsumsi, karena cacing tersebut 100 persen sudah mati, tidak membawa dampak buruk bagi kesehatan konsumen.

"Kami jamin aman", kata Ketua Harian Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (Apiki) Ady Surya saat press conference "mengedukasi masyarakat akan produk industri pengalengan indoneaia", di gedung Mitra Bahari, Pluit, Jakarta, Sabtu (31/3).

Ady menjelaskan, dalam proses produksinya, dari hulu hingga hilir, industri pengalengan ikan diharuskan mengikuti standar yang sangat ketat. Sehingga hasil produksinya aman dikonsumsi masyarakat.


"Dalam proses produksi ikan dari hulu hingga hilir, ada standar tinggi dan persyaratan sangat ketat. Bahan baku lokal maupun import, sudah melalui proses standar mutu oleh pemeritah negeri ini. Saat proses penangkapan, di kapal ikan langsung masuk proses pendinginan sampai -40 derajat celcius. Dalam proses ini, pada suhu -20 derajat celcius cacing pasti mati. Kemudian pada proses pemanansan dan vakum pada suhu 120 derajat celcius, apapun jasad renik di dalam kaleng teraebut sudah pasti mati. Sehingga sampai di tangan konsumen pasti aman", paparnya.

Dikesempatan yang sama, Ahli Standardisasi Pengolahan Makanan, Dr Sunarya menjelaskan, kontaminasi cacing pada ikan adalah hal yang alami, namun hanya pada waktu dan wilayah tertentu saja.

"Cacing dalam ikan hanya accident saja. pada suatu waktu saja. Cacing itu jenis biasa yg ada di lautan, biasa ada pada ikan herring, hidup pada mamalia laut, dalam waktu tertentu. Dan untuk kejadian ini, dalam ikan kaleng, pasti mati. Pada suhu 65 derat celcius dia sudah mati. Sementara pengalengan mencapai suhu lebih 110 derajat celcius. Namun ndustri memang harus perketat quality control bahan bakunya. Masyarakat sebenarnya hanya geli, karena cacing", jelasnya.


"Meski tidak berbahaya, menurut saya, sebaiknya induatri memang menarik produknya, supaya nama baik terjaga. Meski toh kalo kemakan tidak apa apa. Pemerintah salah kalo hanya berdasar merk saja menyuruh musnahkan semua produk. Seharusnya berdasar nomor bets produksinya saja. Jadi sebaiknya tutup, close issu ini", lanjut Sunarya.

Sementara Ahli Teknolgi Pangan dari IPB, Prof Purwiyatno mengatakan, ada standar ketat yang harus dipatuhi industri pengalengan. Seperti pemanasan yang mencapai suhu tertentu. "Teorinya harus dipanaskan sampai panas tertentu. Misal suhu 121 serajat celcius selama 2 menit. Maka cacing itu pasti mati. Ini agar resiko terjadinya keracunan kecil. Dan proses pengalengan dengan sendirinya menghasilkan produk aman", ujarnya.

Bicara cacing, lanjut Purwiyatno, akan relevan bila tentang konsumsi ikan mentah. Namun pada industri pengalengan cacing sudah dipastikan mati.


"Resiko cacing ini besar infeksinya di Jepang karena konsumsi ikan yang mentah yang tidak lewat proses pembekuan juga. Tapi kalo sudah mati ya tidak ada resiko. Sangat kecil sekali. Kalo termakan cacing hidup maka gejalanya akan kembung di ulu hati, mual...tidak menyebabkan kematian", jelasnya.

"Saran saya, pemerintah harus meng-clear-kan issu ini. Karena yang dirugikan bukan hanya masyarakat, namun juga industri pengalengan ikan yang terpaksa menghentikan produksinya, dan merumahkan ribuan karyawannya", pungkas Purwiyatno. (bud/pur)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes