partner

partner

KAPAL SINGAPURA PUTUS KABEL BAWAH LAUT DI TBK


Kepulauan Riau, 4 Juni 2018 (Humas Bakamla RI) ---
Hendak melakukan bongkar muat, jangkar kapal berbendera Singapura tanpa sengaja tersangkut kabel optik bawah laut dan memutus sambungan kabel, saat lego jangkar di Perairan Barat Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu (02/06/2016).

Hal ini disampaikan oleh Direktur Operasi Laut (Dir Opsla) Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Rahmat Eko Raharjo S.T., M.Tr (Han) berdasarkan laporan dari PT. Triasmitra perusahaan yang bergerak dalam pengamanan kabel laut, bahwa ada kejadian kabel laut yang putus di area pulau Karimun milik PT. Palapa Ring Barat (PRB), Sabtu (2/6).

Laporan dari PT. Triasmitra diterima melalui Pusat Informasi Maritim (PIM) Bakamla RI yang langsung ditindak lanjuti  oleh Pelaksana Harian (Palakhar) Bakamla RI. Unsur Bakamla RI yang berada di sekitar lokasi kejadian diberikan komando untuk bergabung bersama kapal patroli Triasmitra yang berusaha mengamankan kapal dan barang bukti di lokasi. Kapal patroli Triasmitra dan Bakamla RI dibantu oleh personel dari Posmat TNI AL Tanjung Balai Karimun dan berhasil mengamankan kapal dan barang bukti

Menindaklanjuti insiden tersebut, Bakamla RI dan PT Triasmitra membentuk Tim Khusus dengan komposisi satu orang personel dari Zona Maritim Barat Bakamla RI, dua orang personel dari PT. PRB dan satu orang personel dari PT. Triasmitra. Tim Khusus segera berangkat ke lokasi menggunakan kapal patroli Bakamla RI.

Kronologis kejadian bermula saat TB. BS GY dengan bendera Singapura yang memuat tujuh orang anak buah kapal (ABK) bertolak dari Singapura (1/6) pukul 09.00 WIB, dan tiba di Tanjung Balai Karimun (1/6) pukul 17.00 WIB. Tug boat ini memuat alat berat dengan total massa 302.838 KGS. Kapal berbendera asing tersebut hendak bongkar muat di Sebelah barat Tanjung balai Karimun.

Berdasarkan pengakuan ABK nahkoda TB BS GY, setelah tiba di periran TBK pada hari Jumat (1/6) pukul 17.00 WIB, kapal langsung lego jangkar di sebelah barat Pulau Tanjung balai Karimun dengan jarak daratan terdekat Pelalawan Beach sekitar 0,47 Nautical Miles. Pada (2/6) pukul 03.00 WIB kapal larut karena cuaca  buruk, dan pada pukul 07.30 WIB TB. BS GY melakukan proses lego jangkar kedua pukul 08.00 WIB ke arah Barat Daya dari titik lego awal dengan jarak kurang lebih 0,47 Nautical Miles.

Selanjutnya pada pukul 15.15 WIB TB. BS GY melakukan hibob jangkar, kemudian pukul 16.15 WIB melakukan lego jangkar lagi dan terbawa arus ke arah Tenggara dari titik lego jangkar kedua. Jarak tempuh sekitar 0,98 Nautical Miles dengan jarak daratan terdekat 0,2 Nautical Miles. Menurut keterangan nahkoda bahwa pada titik lego tersebut kabel serat optik tersangkut pada rantai jangkar TB. BS GY.

Sehubungan dengan hal ini, Bakamla RI beserta instansi terkait telah mengamankan barang bukti materiil berupa kapal TB. BS GY, Tongkang BS xxxx berikut muatan alat berat, nahkoda dan awak kapal. Sampai saat berita ini diturunkan, kapal dan barang bukti lainnya telah sandar di Dermaga Saipam Karimun.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes