partner

partner

Abdul Rosyid Arsyad Bacaleg Gerindra Pindah Nyaleg DPRD DKI Nomor Urut 9 Di Perindo Dapil 4 (Cakung Pulo Gadung & Matraman)




Jakarta, radarindonesia.com
Pemilihan umum legislatif akan segera di gelar di Indonesia Pesta demokrasi ini merupakan agenda 5 tahunan yang di gelar di negeri ini. Ada saja dinamika di dalam perhelatan politik ini mulai dari pra pelaksanaanya sampai pra pelaksanaaanya. Salah satunya adalah masalah mahar atau ongkos biaya politik yang sangat tinggi yang harus di setor para bacaleg ke partai tertentu, di sinyalir bisa menjadi salah satu isu pindahnya para bacaleg DPRD atau DPR RI. Contohnya salah satu kader dan bacaleg dari partai Gerindra Abdul Rosyid Arsyad pria asli Cakung Jakarta Timur, yang tiba-tiba mengundurkan diri dari pencalegan di partai gerindra.  "Ya, benar saya mengundurkan diri menjadi kader dan bacaleg DPRD DKI dapil 4 Kecamatan Cakung, Pulo Gadung dan Matraman dari partai Gerindra, dikarenakan adanya tambahan biaya yang harus diserahkan ke partai gerindra", kata Abdul Rosyid Arsyad kepada redaksi, Kamis (20/7/2018).

Abdul Rosyid Arsyad menuturkan, permintaan tambahan biaya tersebut untuk biaya pembekalan caleg, test urine dan paling besar untuk kontribusi ke partai gerindra, silahkan bisa kita sama sama buktikan caleg caleg partai Gerindra bersama saya bersumpah di dalam masjid dan di atas Al Quran, jadi ketauan mana yang benar mana yang salah, saya berani karena ingin mengubah cara pandang dan berjalannya proses politik yang tujuannya dari Rakyat, Untuk Rakyat Oleh Rakyat tanpa ada politik transaksional dan wakil rakyat harus gigih memperjuangkan permasalahan dan kebutuhan Rakyat.

"Biaya terbesar untuk kontribusi ke partai Gerindra yang harus dibebankan kepada semua caleg Gerindra dengan nominal mencapai ratusan juta persatu orang caleg. Saya tidak cukup uangnya dan tidak mau ada politik transaksional, agar saya tidak terbebani, ketika saya menjadi DPRD DKI yang pastinya akan berpikiran balik modal, tidak fokus memperjuangkan permasalahan masyarakat dan terlebih saya tidak mau ikut ke rombongan koruptor", imbuhnya Abdul Rosyid Arsyad.

"Saya tidak mungkin mengundurkan diri kalo tidak ada sebab dan musababnya, ini sudah hasil kesepakatan musyawarah mufakat dari keluarga saya, saudara saya, teman-teman saya dan konstituen saya, maka dari itu saya mengundurkan diri dari kader dan bacaleg DPRD DKI dari partai Gerindra dan kemungkinan saya tetap akan menjadi caleg DPRD DKI dari partai perindo yang tidak ada mahar politik, kontribusi atau tanpa biaya apapun ke partai", lanjut Abdul Rosyid Arsyad yang juga Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP).

Abdul Rosyid Arsyad menegaskan, dirinya ingin berjuang penuh untuk warga yang memang sudah jenuh dengan politik transaksional yang hanya mengakibatkan caleg terpilih lupa dan tidak mau mengurus permasalahan yang dihadapi warga serta tidak memperjuangkan/menyalurkan aspirasi, yang dibutuhkan warga dikarenakan merasa sudah membayar warga sewaktu kampanye dengan memberikan sembako dan uang.

"Apalagi ditambah caleg gerindra ada mahar politiknya di partai gerindra. Baru jadi bakal calon legislatif (bacaleg) saja mereka sudah mengeluarkan uang ratusan juta, belum ditambah biaya kebutuhan kampanye. Kalau jadi DPRD kaga mungkin mereka fokus urus aspirasi warga di dapilnya dan dikhawatirkan akan korupsi karena sudah habis uang banyak. Maka dari itu saya putuskan mengundurkan diri dari kader dan bacaleg DPRD DKI dari partai Gerindra. Banyak mudhorotnya dan tidak ada kemaslahatan dan kaga bisa bermanfaat untuk orang banyak". Abdul Rosyid Arsyad, mantan Kader Gerindra dan Bacaleg DPRD DKI Jakarta daerah pemilihan (dapil) 4 kecamatan Cakung, Pulo Gadung dan Matraman dari partai Gerindra.

Abdul Rosyid Arsyad saat ini mengaku telah di tawarkan dan di daftarkan ke KPU DKI Jakarta menjadi caleg DPRD DKI Jakarta dengan nomor urut 9 dari Partai Perindo nomor 9 di dapil kecamatan Cakung, Pulo gadung dan Matraman. Lanjut Abdul Rosyid Arsyad.

Sebagai solusi untuk menepis isu SARA yang kemungkinan akan di hembuskan pihak lawan, rosyid arsyad mengaku mempunyai strategi khusus yaitu dengan gerakan 99 karena Abdul Rosyid Arsyad Caleg DPRD DKI dapil Cakung, Pulo Gadung dan Matraman Jakarta Timur mendapat nomor urut 9 di Partai Perindo nomor 9. Gerakan 99 ini identik dengan Asmaul Husna yang jumlahnya 99, karena saya alumni pesantren dan orang tua saya asli orang Cakung Jakarta Timur, agar masyarakat mengetahui di partai perindo banyak caleg orang Islam, yang harus mampu merangkul umat beragama, suku dan etnis lainnya tapi sangat berdedikasi mensejahterakan umat Islam di setiap dapilnya masing masing, di partai perindo para caleg dan pengurusnya berbagai agama, suku dan etnis, jadi mengajarkan kita semua menghargai dan menghormati perbedaan agama, suku dan etnis dalam upaya mewujudkan Indonesia Sejahtera.
Abdul Rosyid Arsyad yang saat ini menjadi kader dan Caleg DPRD DKI Jakarta pada pemilu 17 April 2019 dengan nomor urut 9 di Partai Perindo nomor 9 daerah pemilihan (dapil) kecamatan Cakung, Pulo Gadung dan Matraman Jakarta Timur, mengaku siap menyisihkan 50 persen penghasilannya jika ia terpilih nanti menjadi DPRD DKI Jakarta untuk masyarakat di dapilnya (Cakung, Pulo Gadung Dan Matraman Jakarta Timur), karena Abdul Rosyid Arsyad bertekad ingin memajukan daerah dapilnya. "Ya, dana 50 persen tersebut dari gaji saya ketika menjadi DPRD DKI akan di gunakan untuk membantu masyarakat sekitar dan kaum dhuafa seperti anak yatim piatu dan warga tidak mampu lainnya di Cakung, Pulo Gadung dan Matraman Jakarta Timur.

Menjadi DPRD DKI Jakarta semata mata pengabdian ke masyarakat bukan hanya bekerja. Ujar Abdul Rosyid Arsyad Caleg DPRD DKI Jakarta Pemilu 17 April 2019 Nomor Urut 9 Di Partai Perindo Nomor 9 Di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kecamatan Cakung, Pulo Gadung Dan Matraman Kota Jakarta Timur.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes