partner

partner

MK Terima Pengajuan Pemohon Dalam Sengketa Pilkada Kabupaten Rote Ndau



Jakarta, –
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilbup Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur dengan pemohon, Bima Theodorianus Fanggidae – Ernest Zardak Pella.
Pasangan nomor urut 4 yang didukung oleh koalisi partai PAN, Demokrat dan Gerindra ini mengatakan terjadi banyak pelanggaran yaitu saat rekapitulasi suara oleh KPUD Rote Ndao.
Menurut Bima T Fanggidae, pelaksanaan Pilkada di Rote Ndao juga sarat dengan nepotisme dikarenakan salah satu Cabup yang maju dan menjadi pemenang pilkada adalah istri dari Bupati yang sebelumnya dan telah menjabat 2 periode. Selain itu Pilkada di Kabupaten Rote Ndao sarat permainan uang (money politic) serta tidak secara langsung ASN (Aparatur Sipil Negara) ikut terlibat.” Ucap Bima dihadapan awak media dia gedung MK, hari kamis (26/7/18).


Bima menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke MK adalah meminta kebenaran dan keadilan. Ia juga berharap majelis hakim tidak hanya melihat selisih suara tapi mempertimbangkan hal-hal lain seperti kecurangan-kecurangan pada saat Pilkada yang dilakukan secara sistematis dan massif.
” Kami melihat banyak terjadi kecurangan-kecurangan pada pilkada tahun ini terutama di kabupaten Rote Ndao, karena data hasil rekapitulasi suara yang dikeluarkan oleh KPUD tidak sesuai dengan data yang kami punya,” kata Bima Theodorianus Fanggidae.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes