partner

partner

Muhammad Ardi Hasyim : Pilkada Konawe Sulawesi Tenggara Diselenggarakan Oleh Pihak Tidak Berwenang


Jakarta, radarindonesia.com 
Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pendahuluan tahap pertama untuk perselisihan hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 pada Jumat(27/7).
Muhammad Ardi Hasyim salah satu tim kuasa hukum Litanto dan Haji Murni Tombili pasangan nomor 2 dari Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara memaparkan dihadapan awak media bahwa pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Konawe itu diselenggarakan oleh orang tidak berwenang.
“Maka pernyataan buat kami adalah apa bedanya kalau misalkan yang menyelenggarakan saudara-saudara wartawan atau siapa saja menyelenggarakan tahapan Pemilu tersebut karena bukan yang berwenang dan bayangkan jika Bupati Kabupaten Konawe dan Wakilnya ditetapkan oleh orang tidak berwenang jadi gampang sekali kita jadi Bupati biar di pasar suruh orang buat SK langsung jadi Bupati, Apakah seperti itu kita mau ? sementara amanat undang-undang pemilu dan undang-undang dasar tidak seperti itu ,jujur, bersih nggak boleh ada kecurangan, nah ini kecurangannya di Konawe bukan dilakukan oleh Pasangan calon tetapi dilakukan oleh komisioner”, terang Ardi Hasyim.
Ardi menyatakan, Kabupaten Konawe sekarang saja sesama pendukung saling melakukan intimidasi.
“Saya dengar ada yang ingin melakukan hukum rimba, hukum adat sendiri ,saya bilang jangan, kita serahkan ini kepada Mahkamah Konstitusi, Saya tidak yakin sudah sidang ini apakah ada insiden konflik horizontal. Kami tidak yakin akan bisa terjadi karena masyarakat menginginkan Pemilu itu adalah jujur, kalau Pemilu ini diakomodir dan dinyatakan bahwa ini tidak lolos verifikasi atau tidak lolos proses dalam sidang pendahuluan di panel 1 maka bayangkan betapa bobrok betapa hancur Kabupaten Konawe dan pemilu Pemilu selanjutnya”, tegasnya.


Menurut Ardi kenapa pemilihan Bupati itu harus jujur karena ini uang negara APBD dengan APBN yang dikelola yang notabenenya pemegang saham terbesar adalah rakyat sendiri dalam alinea masyarakat Kabupaten Konawe itu sendiri bayangkan kalau yang mengelola uang ditetapkan oleh orang yang tidak berwenang”, pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes