partner

partner

Prajurit Yonarmed 12 Kostrad Mengajar Mengaji Pada TMMD di Desa Bodak


 (Penkostrad. Selasa, 24 Juli 2018), radarindonesia.com 
Kegiatan TMMD ke 102 Kodim 0803/Madiun di desa Bodak, kecamatan Kare, Kabupaten Madiun telah berjalan kurang lebih 2 minggu semenjak dibuka pada tanggal 10 Juli 2018, dimana 30 orang personel Yonarmed 12 Kostrad pimpin Pelda Misaji H terlibat didalam kegiatan tersebut. Disamping tugas pokok penyelesaian sasaran fisik yang telah ditentukan, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh prajurit Yonarmed 12 Kostrad dalam rangka meningkatkan kebersamaan, jalinan komunikasi dan silaturahmi untuk memperkuat keberadaan TNI dengan rakyat.


Kegiatan yang dilaksanakan oleh beberapa prajurit Yonarmed 12 adalah mengajar mengaji yang dilaksanakan setelah sholat Maghrib bertempat di Masjid Nurul Huda yang dilanjutkan dengan membantu anak-anak belajar pelajaran sekolah di rumah bapak Wahyudi salah satu warga Desa Bodak, Kecamatan Kare yang rumahnya menjadi tempat menginap prajurit Yonarmed 12 Kostrad. Senin ( 23/07/2018 ).

Pelda Misaji H sebagai yang tertua menyampaikan, “Kegiatan TMMD adalah implementasi dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kemanunggalan ini bukan saja tentang kebersamaan kita dengan masyarakat, namun dibalik itu bagaimana keberadaan kita ditengah-tengah masyarakat mampu memberikan dampak yang positi,”


“Kegiatan mengajar anak-anak yang kita laksanakan ini adalah sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat. Semoga sedikit hal yang kita laksanakan ini akan memberikan manfaat bagi adik-adik kita disini, sekaligus menumbuhkan kesadaran dan kepedulian orang tua betapa pentingnya pembinaan agama, etika, moral dan pendidikan dalam rangka menunjang masa depan bagi anak-anak mereka,” tegas Pelda Misaji.

Bapak Wahyudi salah seorang warga yang rumahnya mendapatkan kesempatan sebagai tempat menginapnya prajurit Yonarmed 12 Kostrad menyampaikan seperti mimpi saja, karena hal ini sama sekali tidak pernah dibayangkan. Kehadiran TNI benar-benar memberikan suasana yang baru bagi Desa Bodak pada umumnya.


“Terus terang pada awalnya kami merasa canggung bahkan sedikit takut, namun dengan berjalannya waktu, komunikasi dan pergaulan setiap harinya ternyata dibalik seragam lorengnya, kesan galak selama ini  sama sekali tidak kami temui. Justru yang kami rasakan selama ini bapak TNI sangat sopan dalam berkomunikasi bahkan tidak sungkan untuk bercanda, sehingga cepat sekali dalam bergaul dengan warga sini.  Kami sangat bersyukur mendapatkan kesempatan bersama-sama dengan bapak-bapak TNI, karena banyak sekali kegiatan-kegiatan positif yang dilaksanakan selama disini, salah satunya membantu mengajar mengaji serta pelajaran sekolah pada anak-anak kami”, ujar bapak Wahyudi. 


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes