partner

partner

Cawapres Prabowo Mengabaikan Hasil Ijtima Ulama


Jakarta, radarindonesia.com
Diketahui bahwasanya hasil ljtima’ Ulama dan Tokoh Nasional tanggal 27-28 Juli 2018 yang lalu, telah merekomendasikan Ustadz Abdul Somad atau yang kerap disapa UAS dan Dr. Salim Segaf Al Jufri untuk menjadi Cawapres Prabowo pada kontestasi Pilpres 2019 akan datang. Hal ini sesuai dengan arahan dari Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS).

Para Ulama selama ini sudah bahu membahu dan berjuang bersama umatnya untuk menaikkan elektabilitas Prabowo Subianto. Maka sangatlah wajar jika para ulama menyalurkan aspirasi umat Islam dengan menyodorkan dua nama untuk mendampingi Ketua Umum Partai yang berlogo kepala Garuda tersebut.

Namun sikap koalisi partai pendukung Capres Prabowo, ternyata mengabaikan hasil ijtima ulama yang notabene para pendukung umat Islam. Partai Koalisi lebih memilih Sandiaga Uno dibanding ulama yang sudah teruji membela umat yakni Ustadz Abdul Somad dan Dr. Salim Segaf Al Jufri.

Berdasarkan hal tersebut, Aliansi Pemuda Mahasiswa Islam Jakarta (APMIJ) yang berada di barisan belakang para ulama merasa sangat kecewa dan mendesak serta meminta Kepada Ulama serta Tokoh Nasional beserta Umat, untuk mengambil sikap tegas atas tidak dihiraukannya rekomendasi para ulama oleh Partai Koalisi yang mengusung Calon Presiden Prabowo Subianto.

Pihak Aliansi Pemuda Mahasiswa Islam Jakarta (APMIJ) menyampaikan tuntutannya dalam konperensi pers hari ini, Kamis, (16/08 /2018), di WAROENG SCENTIST Gedung Gudang Listrik, Jl. Salemba Raya No, 19 Jakarta Pusat.

Adapun beberapa poin tuntutan Aliansi Pemuda Mahasiswa Islam Jakarta (APMIJ) jelaskan secara

terperinci sebagai berikut :

Meminta partai Koalisi dan partai Pengusung Capres Prabowo agar menghormati para ulama dengan melaksanakan keputusan ljtima’ Ulama dan tokoh-tokoh nasional terkait; Menghimbau Para ulama beserta umat agar menarik dukungannya terhadap Capres/Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, karena bukan merupakan representasi Ulama dan mayoritas Umat Islam.

Mendesak Capres Prabowo secara legowo meminta maaf kepada para ulama yang selama ini telah berjuang untuk kepentingan Prabowo maju sebagai Capres 2019.

Menghimbau bahwa rencana ljtima’ Ulama ke-2 agar tetap iistiqomah memperjuangkan hasil ljtima’ pertama, jangan sampai dicederai dengan kepentingan politik dagang sapi bagi-bagi kekuasaan.

Mari kita dukung dan sayangi para ulama dengan cara melaksanakan dan mematuhi apa yang telah mereka putuskan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes