partner

partner

Pemilih muslim vs Pemilih Muslim :Jokowi atau Prabowo ? Capres Cawapres di Enam kategori Pemilih Muslim


Jakarta, radarindonesia.com
Rully Akbar mengatakan bahwa ada enam kategori dalam pemilihan capres dan cawapres utk thn 2019endatang.

Total pemiIih Muslim di Indonesia minimal 85% populasi. Pasangan capres-cawapres yang menang telak akan menjadi presiden Indonesia selanjutnya. Sejauh ini Jokowi - Ma'ruf, unggul di pemilih muslim termasuk juga di semua kategorinya, yaitu kategori asosiasi dengan ormas (organisasi masyarakat), kategori pandangan agama dan politik, kategori tipe negara Ideal, kategori frekuensi praktik ibadah, dan kategori tokoh panutan.

Kategori Asosiasi dengan ormas, Jokowi Ma’ruf unggul di segmen NU, Muhammadiyah, dan ormas lainnya. Prabowo Sandi unggul di PA 212. Kategori pandangan politik, Jokowi - Ma'ruf unggul di semua segmennya. Kategori tipe negara ideal, Jokowi - Ma'ruf unggul di semua segmennya. Frekuensi praktik ibadah dan kategori panutan tokoh, secara mayoritas, Jokowi - Ma'ruf juga unggul.

Demikian salah satu temuan survei Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI Denny JA). LSI Denny JA kembali mengadakan survei nasional paska pendaftaran capres-cawapres ditutup 10 Agustus 2018 lalu. Survei ini dilakukan pada tanggal 12-19 Agustus 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sebesar +/2,9 %. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di Indonesia. Kami juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.
Kategori pertama adalah asosiasi pada ormas Islam. Ada banyak ormas Islam tetapi yang menjadi top 3 yaitu: Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan PA 212. Mereka yang menyatakan terasosiasi dengan NU sebanyak 41.3%, Muhammadiyah sebanyak 6.3%, PA 212 sebanyak 3.6%, Ormas Islam lainnya 1.4%, Tidak merasa bagian dari ormas Islam manapun sebanyak 27.0%. Warga Komunitas NU paling besar bahkan lebih dari enam kali lipat dibandingkan warga komunitas lain.

Di segmen NU, Jokowi-Ma'ruf, unggul di angka 54.7%, dibanding Prabowo Sandi di angka 27.0%. Di segmen Muhammadiyah Jokowi - Ma'ruf unggul diangka 50%, dibandingkan Prabowo Sandi diangka 35.7%. Satu segmen yang Prabowo Sandi unggul yaitu di segmen PA 212, Prabowo Sandi di angka 61.1%, Jokowi Ma'ruf 27.8%. Dalam kategori asosiasi pada ormas, Jokowi - Ma'ruf unggul di semua segmen kecuali di segmen yang mengidentifikasi dirinya sebagai PA 212.

Kategori kedua, adalah pandangan soal agama dan politik. Apakah agama harus dipisahkan dengan politik, atau ini satu kesatuan. Segmen pandangan yang menyatakan agama dan politik adalah satu kesatuan tidak bisa dipisahkan, sebanyak 45.1%. Pandangan Agama harus terpisah dari politik sebanyak 39.2%. Sisanya menyatakan tidak tahu tidak jawab.
Segmen yang menyatakan agama dan politik adalah satu kesatuan tidak bisa dipisahkan, dengan base sebanyak 45.1%, mayoritas dukung Jokowi Ma'ruf sebanyak 54.3%. Segmen ini yang dukung Prabowo Sandi sebanyak 32.4%. Segmen yang menyatakan agama harus terpisah dengan politik memperlihatkan hal yang sama, yaitu mayoritas mendukung Jokowi - Ma'ruf. Dengan base sebanyak 39.2%, Jokowi - Ma'ruf mendapat 60.5%, Prabowo Sandi mendapat 28.7%. Dalam kategori pandangan agama dan politik, Jokowi -  Ma'ruf unggul disemua segmen.

Kategori ketiga, tipe ideal negara: Negara Islam, Demokrasi Liberal atau Demokrasi Pancasila. Hasilnya adalah Indonesia harus khas Indonesia (Demokrasi Pancasila) dengan dukungan paling besar sebanyak 75.2%,
Indonesia harus seperti Timur Tengah (Negara Islam Timur Tengah) sebesar 12.1%. Indonesia harus seperti Dunia Barat (Demokrasi Liberal) sebesar 2.5%. Demokrasi Pancasila masih menjadi pilihan mayoritas pemilih.

Pendukung Demokrasi Pancasila memilih Jokowi - Ma'ruf, sebesar 54.2% dan Prabowo-Sandi sebesar 30.4%. Pendukung Indonesia harus seperti timur tengah ( Negara Islam Timur Tengah) memilih Jokowi - Ma'ruf sebesar 43.5%, Prabowo-Sandi sebesar 38.8%. Pendukung Demokrasi Liberal memilih Jokowi - Ma'ruf 48.0% dan Prabowo - Sandi 16.0%. Kategori berdasarkan tipe segmen mayoritas mendukung Jokowi - Ma'ruf.
Kategori keempat, berdasarkan praktek ibadah frekuensi sholat. Hasilnya adalah frekuensi sholat setidaknya sehari sekali sebesar 31.5%, sholat hanya di moment tertentu sebesar 27.8%. Sisanya dan ini yang paling banyak menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab sebeser 40.7%.

Segmen setidaknya sholat sehari sekali mayoritas mendukung Jokowi - Ma'ruf sebesar 57.9%. Yang mendukung Prabowo - Sandi sebesar 27.4%. Untuk segmen sholat hanya di moment tertentu Iebih banyak mendukung Prabowo - Sandi dengan angka 43.5%. Yang mendukung Jokowi - Ma'ruf sebesar 41.2%. Di kategori ini Jokowi - Ma'ruf unggul di segmen setidaknya sholat sehari sekali, Prabowo -Sandi unggul di segmen sholat pada moment tertentu.

Kategori kelima, berdasarkan praktek ibadah membaca AI-Qur’an. Hasilnya adalah membaca Al-Qur'an setidaknya sebulan sekali diangka 30.8%. Membaca Al-Qur’an pada moment tertentu (kurang dari sebulan sekali) diangka 29.2%, dan Sisanya menyatakan tidak tahu/tidak jawab sebesar 40%.

Jokowi - Ma'ruf unggul di kategori membaca Al-Qur’an setidaknya sebulan sekali dengan dukungan 61.0%, Prabowo -  Sandi sebesar 30.1%. Untuk kategori  membaca Quran hanya di moment tertentu Prabowo - Sandi unggul dibandingkan dengan Jokowi - Ma'ruf dengan angka 42.9% vs 41.5%.

Kategori keenam, berdasarkan ulama/tokoh agama yang paling didengar. Hasilnya ada top 8 ulama berpengaruh yaitu: Ustad Abdul Somad (UAS), Yusuf Mansyur, Ma’ruf Amin, Habieb Rizieq Shihab, Amien Rais, Said Aqil Sirodj, Din Syamsudin, TGB Zainul Majdi. Ustad Abdul Somad didengar himbauannya sebesar 20.2% masyarakat, Yusuf Mansur sebesar 14.2%, Ma'ruf Amin sebesar 8%, Habib Rizieq sebesar 7%, Amien Rais 5.8%, K.H. Said Aqil Sirodj 2,1% , Din Syamsudin 1,4%, TGB. Zainul Majdi O,6%, dan gabungan tokoh Iainnya di bawah 10,2%. Dari pendengar ulama ini, yang memilih jokowi vs memilih prabowo sebagai berikut: Yang mendengar himbauan Ustad Abdul Somad, 41.7% mendukung

Prabowo Sandi, 39.6% mendukung Jokowi Ma'ruf. Yang mendengar himbauan Yusuf Mansur, 49.3% mendukung Jokowi, 28.2% mendukung Prabowo - Sandi. Yang mendengar himbauan Ma'ruf Amin 77.5% mendukung Jokowi - Ma'ruf, 8% mendukung Prabowo Sandi. Yang mendengar himbauan Habieb Rizieq, 64.3% mendukung Prabowo - Sandi, 21.4% mendukung Jokowi - Ma'ruf. Yang mendengar himbauan Amien Rais, 63.8% mendukung Prabowo sandi, 19.0% mendukung Jokowi-Ma'ruf. Untuk yang mendengar himbauan KH. Said Aqil Sirodj, Din Syamsudin, TGB Zainul Majdi mayoritas mendukung Jokowi - Ma'ruf, dibandingkan dengan Prabowo - Sandi. Jokowi -Ma'ruf unggul di lima tokoh, Prabowo - Sandi unggul di tiga tokoh.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes