partner

partner

1O HARI PASCA GEMPA, LAPAS RUTAN MASIH PROSES PEMULIHAN FASILITAS LAYANAN


Jakarta, Info_PAS, 8/10/2018, radarindonesia.com

"Penentuan DPO bagi penghuni lapas rutan yang tidak atau belum kembali,  ditetapkan setelah Lapas Rutan dianggap siap untuk menyeleggarakan layanan dasar dan hunian yang sudah dianggap layak ditempati,’ demikian disampaikan Sri Puguh Budi Utami, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, menanggapi status penghuni lapas rutan di daerah Palu dan Donggala yang tidak berada di tempat, Senin (8/10), di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.



Penilaian sudah layaknya lapas rutan untuk dihuni adalah berdasarkan hasil evaluasi Tim Kanwil Kemenkumham Palu dan Tim Satgas Penegakan Hukum dan Layanan Dasar Ditjenpas. Evaluasi dititik beratkan pada pemenuhan kebutuhan dasar penghuni, seperti makan, minum, dukungan   kesehatan, ketersediaan air dan listrik serta kamar hunian ymg cukup layak untuk ditempati.

Utami mengatakan bahwa saat ini kondisi Lapas rutan yang terkena dampak masih dalam kegiatan pemulihan dan rehabilitasi, sehingga belum bisa secara maksimal menyelenggarakan layanan.



Melakukan pemulihan tingat ringan pada lapas yang mengalami keretakan bangunan dan melakukan pemulihan tingkat berat pada Lapas Palu terhadap robohnya tembok luar dan tembok antar bangunan.

"Apalagi Rutan Donggala yang mengalami kerusakan total akibat pembakaran, sehingga ditetapkan rumah dinas kepala rutan menjadi kantor sementara."

Selain pemulihan fisik bangunan dan fasilitas Iayanan, langkah yang terus dilakukan adalah pendataan terhadap narapidana / tahanan yang telah berada di luar lapas rutan, sebagai bakibat upaya penyelamatan diri dari ancaman robohnya bangunan dan dampak gempa tsunami  Iainnya.

"Setiap hari sekitar 200 narapidana tahanan yang melaporkan diri, untuk itu kami sangat mengapresiasi bagi mereka yang melaporkan diri. Kami anggap mereka menjalankan pidananya," Utami kembali menjelaskan.



Data terakhir menunjukkan per tanggal 8 Oktober (hari ini) terdapat 364 orang penghuni yang melaporkan diri di masing masing lapas rutan. Sebelum terjadinya gempa jumlah hunian di 6 UPT tersebut adalah sebanyak 1664 orang. Saat ini jumlah narapidana tahanan yang berada di dalam lapas rutan adalah 204 orang.  Penghuni yang melaporkan diri sebanyak 364 orang, sedangkan yang belum diketahui sejumlah 1096 orang.

"Untuk itu hari ini kami kembali menghimbau kepada seluruh narapidana  tahanan yang berada di luar untuk secara rutin melaporkan diri, sebagai wujud itikad baik untuk melanjutkan kembali masa pidananya, sampai dengan berfungsinya kembali secara utuh Iayanan lapas/rutan, mereka hars menjalankan sisa pidananya di dalam lapas rutan sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Utami Iagi.



"Namun kami menyadari sepenuhnya keterbatasan dan proses pemulihan dan rehabilitasi lapas rutan yang membutuhkan waktu dan biaya, khususnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan layanan dasar, seperti penyediaaan makanan, dukungan fasilitas kesehatan, listrik, air dan juga tempat hunian,"

'Kami telah membentuk Tim Satgas Penegakan Hukum dan Layanan Dasar, yang akan melakukan pendampingan, evaluasi dan bantuan peneyelenggaraan layanan dasar di lapas / rutan yang terdampak gempa tersebut sampai dengan fungsi lapas rutan dan berjalan secara utuh kembali," pungkas Utami.



0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes