partner

partner

BILATERAL MEETING : UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS TENAGA KERJA KONSTRUKSI (TKK) INDONESIA MELALUI PERKUATAN KERJA SAMA SEKTOR KONSTRUKSI


Konstruksi Indonesia 2018 merupakan kegiatan rutin strategis sebagai ajang berkumpulnya stakeholders konstruksi baik dari dalam maupun luar negeri dapat dimanfaatkan sebagai wadah yang tepat untuk mencari solusi sekaligus tempat berkoodinasi antara Pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung ketersediaan pasokan sumber daya konstruksi. Event Konstruksi Indonesia (KI) yang berlangsung pada 31 Oktober s/d2 November 2018 mempunyai  tema Ketahanan Masyarakat Jasa Konstruksi Indonesia Menghadapi Liberalisasi Perdagangan Barang dan Jasa dengan Fokus Utama pada Peningkatan Sumber Daya Manusia. Dalam acara ini dilaksanakan berbagai ragam kegiatan mulai dari pameran, konferensi, seminar, workshop dan bilateral meeting. Bilateral Meeting tahun 2018 direncanakan akan dihadiri oleh 5 (lima) negara sahabat, yaitu Malaysia, Australia, India, China dan Inggris.

Delegasi Bilateral Meeting dari Indonesia dipimpin oleh Bapak Syarif Burhanuddin selaku Direktur Jenderal Bina Konstruksi yang didampingi oleh para pemangku kebijakan dan pelaku usaha sektor konstruksi di Indonesia. Adapun mitra Bilateral Meeting dari negara sahabat diwakili oleh para pelaku usaha sektor konstruksi dengan didampingi oleh Kedutaan Besar masing-masing negara.

Delegasi pertama yang diterima oleh delegasi Indonesia dalam Bilateral Meeting adalah Malaysia yang diwakili oleh Kedutaan Malaysia. Dalam kesempatan ini, kedatangan delegasi Malaysia untuk ramah tamah dan diskusi terkait potensi kerja sama dalam upaya peningkatan kapasitas TKK.

Pertemuan Bilateral Meeting selanjutnya adalah Australia yang diwakili oleh perwakilan Department of Foreign Affairs dan Trade (DFAT) Australia. Delegasi Australia dipimpin oleh Steven Barraclough selakuMinister Counsellor for Economic, Investment, and Infrastructure at the Australian Embassy. Pada pertemuan ini terdapat agenda penandatangananLetter of Cooperation (LoC) antara kedua negara terkait peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), implementasi kesetaraan gender, dan pengembangan sistem pelatihan berbasis kompetensi di bidang jasa konstruksi di Indonesia. LoC akan ditandatangani oleh Bapak Direktur Jenderal Bina Konstruksi mewakili Kementerian PUPR dan Mr. Steven Barraclough mewakili DFAT Australia. Penandatanganan LoC tersebut sekaligus penegasan pelaksanaan Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) di mana Pemerintah Australia melalui KIAT akan memberikan dana hibah sebesar AUD 6,246,684 atau sekitar Rp 68,13 Miliar untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kesetaraan gender di bidang jasa konstruksi. Serta pemberian dana hibah sebesar AUD 2,000,000 atau sekitar Rp. 21,81 Miliar untuk pengembangan sistem pelatihan berbasis kompetensi di bidang jasa konstruksi di Indonesia.


Delegasi selanjutnya adalah delegasi India yang diwakili oleh Indian Chamber of Commerce (ICC). Delegasi India dipimpin oleh Ambassador of India to Indonesia, Mr. Pradeep Kumar Rawat dan membicarakan rencana pengembangan kerja sama ke depan antara kedua negara khususnya di bidangteknologi dan pengembangan pusat pelatihan bidang konstruksi. Pada tahun 2007 laluKementerian PUPR pernah mendapatkan bantuan dari India berupa peralatan pelatihan jasa konstruksi (workshop) yang saat ini dikelola oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh dan Wilayah III Jakarta.

Agenda Bilateral Meeting hari pertama ditutup dengan pertemuan antara Indonesia dan delegasi Cina yang membawa serta asosiasi, konsultan dan developerBuilding Information Modeling (BIM). Pada pertemuan ini akan membahas peluang pengembanganteknologi BIM, peningkatan kapasitas TKK, kegiatan promosi dan peluang kerja sama bidang jasa konstruksi antara Indonesia dan Cina.

Pada Bilateral Meeting hari ke-2, Indonesia akan menerima delegasi Inggris yang dipimpin oleh Joel Derbyshire selaku Director Department of International Trade, British Embassy. Rombongan Inggris juga akan membawa serta tenaga ahli dan perwakilan dari berbagai sektor usaha konstruksi. Agenda yang dibahas adalah tentang potensi kerja sama bidang jasa konstruksi, khususnya pada sektor jalan dan jembatan dan potensi peluang kerja sama dengan Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) di Indonesia.

Kegiatan Bilateral Meeting pada event Konstruksi Indonesia 2018 diharapkan menjadi salah satu upaya Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kapasitas TKK Indonesia melalui promosi dan potensi peluang kerja sama dengan berbagai negara. Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan baik antara Indonesia dengan negara-negara sahabat dan memberikan dampak positif bagi kemajuan industri jasa konstruksi di Indonesia pada masa mendatang.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes