partner

partner

Jakarta Tollroad Development Tandatangani Perjanjian Investasi Sindikasi





Jakarta, 27 November 2018, radarindonesia.com 





PT Jakarta Tollroad Development (JTD) hari ini melakukan penandatanganan perjanjian kredit investasi sindikasi senilai Rp 13.700.000.000.000,- yang melibatkan 29 Joint Mandeted Lead Arranger & Bookrunner (JMLAB). Perjanjian kredit yang ditandatangani diperuntukkan sebagai pembiayaan investasi tahap 1 (Ruas Semanan-Sunter dan Sunter- Puli Gebang) yang merupakan bagian daei 6 ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Hotel Fairmont, Senin (27/11)

Dirut JTD Frans Sunito mengatakan Pelaksanaan konstruksi Tahap 1 diawali oleh Seksi A (Kelapa Gading-Pulo Gebang) telah dimulai pada bulan Januari 2017 dan direncanakqn akan selesai dan beroperasi pada semester kedua pada tahun 2019. Sedangkan untuk keseluruhantahap 1 akan beroperasi pada tahun 2021. Kami berharap dengan dilaksanakannya penandatanganan perjanjian ini membuat pembangunan ruas jalan tol yang kami kerjakan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan,”katanya.

Sehubungan dengan perjanjian kredit sindikasi senilai Rp 13, 7 Triliun Rupiah di atas, CFO JTD Reynaldi Hermansjah menambahkan, “Sindikasi ini merupakan pembiayaan pembangunan jalan tol yang terbesar saat ini.Perjanjian kredit yang ditandatangani hari ini juga merupakan sindikasi yang melibatkan baik institusi perbankan berbasis konvensional maupun syariah terbanyak, yaitu 29 bank,”jelasnya.

Ruas jalan tol yang dibangun oleh JTD bertujuan untuk menambah kapasitas jaringan jalan arteri yang ada serta untuk melayani lalu lintas yang lebih lancar dan lebuh baik. Seluruh struktur badan jalan dibangun dengan konstruksi Tol Melayang (Elevated), atau dibangun di atas jalan arteri yang sudah ada, serta infrastruktur yang sudah terbangyn sebelumnya. Selain itu, ruas jalan tol yang dibangun olwh JTD juga dirancang untuk meminimalisasi pembebasan lahan dan memaksimalkan pemanfaatan ruang infrastruktur kita yang ada.
Uniknya lagi, jalan tol tersebut nantinya akan menyediakan berbagai fasilitas terintergrasi yang .memudahkan penggunanya untuk.mengakses fasilitas transportasi umum. Sistem Bus Rapid Transit (BRT) on the Toll Road merupakan yang pertama dirancang di Indonesia, yaitu jalan tol yang dilengkapi oleh shelter bus sepanjang koridornya. BRT ini terakomodasi dengan tiga koridor, yaitu Blue line, Red Line, dan Green Line. BRT juga melayani perjalanan jarak jauh dengan jarak antar shelter kira-kira 3 hingga 4 kilometer.


Jalan tol yang dibangun JTD jyga telah menghitung tingkat pencahayaan serta kepatutan serta keramahan lingkungan. Nantinya, tingkat ketinggian (clearence) dibuat serendah-rendahnya 11,5 meter untuk mengakomodasi tingkat pencahayaan yang cukup. Sumur resapan juga dibangun secara unik untuk penyerapan air tanah yang optimal, sehingga membuat konstruksi jalan tol ini ramah terhadap kondisi tanah serta lingkungan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes