partner

partner

Komit Anti Narkoba, UKRIDA Deklarasi sebagai Kampus Bebas Penyalahgunaan Narkoba


Universitas Krida Wacana (UKRIDA) menjadi universitas pertama di Indonesia yang mendeklarasikan diri sebagai kampus bebas penyalahgunaan narkoba. Penandatangan deklarasi dilakukan di Auditorium Kampus ll Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jumat (23/11).

"Hari ini kita melakukan Deklarasi dan Penandatanganan Ukrida sebagai Kampus Tanpa Penyalahgunaan Narkoba", kata Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ukrida dr J. Hudyono, MS, SpOk, MFPM disela-sela kegiatan.

Hudyono menuturkan, deklarasi Kampus Bebas Narkoba ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan dalam program P4GN yang digelar UKRIDA kerjasama dengan POLRI melalui Pusdokkes (Pusat Kedokteran dan Kesehatan) Polri dan Biddokpol (Bidang Kedokteran Kepolisian) Pusdokes Polri. 


"Sebelumnya kita sudah melaksanakan berbagai kegiatan promotif dan preventif dengan memberdayakan mahasiswa untuk turut aktif dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Civitas Akademika UKRIDA juga telah menandatangani pakta lntegritas dalam program P4GN. Selain itu, kita telah melakukan deteksi dini narkoba secara mendadak terhadap seluruh mahasiswa baru Ukrida (650 orang) dan Civitas Akademika  UKRIDA", paparnya.

Hudyono menegaskan, Deklarasi Kampus Bebas Narkoba ini juga bentuk dukungan UKRIDA pada upaya pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

"Kita semua prihatin melihat prevelensi pengguna narkoba yang terus meningkat. Deklarasi ini menjadi komitmen kami seterusnya, bahwa anti narkoba seterusnya. Secara periodik kita adakan pemeriksaan mendadak, sidak, jangan sampai disusupi para pengguna", tegasnya.

"Diwaktu yang lalu memang pernah terjadi. Yang bersangkutan langsung kita keluarkan. Semenjak itu, sekarang kita utamakan tindakan preventif. Pertama kepada mahasiswa baru, kedua secara random baik karyawan dan mahasiswa lainnya kita lakukan tes (urine) setahun dua kali", ungkap Hudyono.


Dikesempatan yang sama, Kabiddokpol Pusdokes Polri Kombes Pol dr. Pramujoko. SPF, DFM (Kabid Dokpol) menyambut baik Deklarasi UKRIDA sebagai Kampus Bebas Narkoba tersebut. Deklarasi ini, menurutnya, akan mendorong terciptanya perguruan tinggi yang bebas narkoba di seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini untuk menciptakan perguruan tinggi yang bebas narkoba. Kampus bebas narkoba. Harapannya tentunya perguruan tinggi bisa mempunyai program yang bisa menjamin perguruan tinggi tersebut bebas narkoba", kata Pramujoko.

Pramujoko mencontohkan program yang telah dibuat bersama UKRIDA, yakni mulai dari promotif untuk memberi wawasan dan pemahaman bahaya narkoba sekaligus mendorong mahasiswa aktif berperan dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kemudian disusul dengan deteksi dini sebagai tindakan preventif dan diagnostik. Dan selanjutnya program rehabilitasi dengan melibatkan 46 rumkit rehab yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Deklarasi ini sangat penting. Karena tidak ada orang tua yang ingin anaknya berada di lingkungan yang terpengaruh narkoba. Ini juga menguntungkan bagi orang tua untuk bisa memilih kampus yang bebas narkoba. Karena itu kita mendorong agar program kampus bebas narkoba ini bisa di seluruh Indonesia", pungkas Pramujoko.

Deklarasi dan Penandatanganan Kampus Bebas Penyalahgunaan Narkoba ini dihadiri Kapusdokkes Polri Brigjen Pol dr. Arthur Tampi (diwakilkan), Kabiddokpol Pusdokes Polri Kombes Pol dr. Pramujoko. SPF, DFM (Kabid Dokpol), Walikota Jakarta Barat (diwakilkan), Rektor UKRIDA Dr.Eng.Drs. Erning Wiharjo, M.Eng. M Eng.Sc., Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ukrida dr J. Hudyono, MS, SpOk, MFPM., Polsek Kebon Jeruk, Polsek Tanjung Duren, Camat dan seluruh Kelurahan Grogol Petamburan, Camat dan seluruh kelurahan Kebon Jeruk, sekitar 700an mahasiswa aktif UKRIDA, wakil-wakil mahasiswa dari Universitas di sekitar Ukrida, Sinode GKI Jabar, dan siswa siswi BPK PENABUR.   (bud/pur)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes