partner

partner

Masih Ada Hati Nurani, Hakim Vonis Caleg Perindo "Hukuman Percobaan"


Ada bukti menarik dalam Sidang Putusan kasus dugaan Kampanye Money Politic yang menjerat Caleg DPRD DKI Jakarta asal partai Perindo, David Rahardja, Kamis (22/11). Meski "hukum itu buta", namun Majelis Hakim tetaplah manusia yang memiliki hati yang bisa melihat niat baik/tidak baik dalam suatu perkara.

Pada Sidang Putusan kasus dugaan Kampanye Money Politic tersebut Majelis Hakim memang menilai David Rahardja terbukti bersalah, dan memvonis 6 bulan pidana kurungan dan denda Rp 5 juta, subsider 1 bulan kurungan.

Namun dengan pertimbangan hal-hal yang meringankan, termasuk niat baik terdakwa dalam melaksanakan bazar minyak murah, Majelis Hakim pun memberi keringanan. 

"Pidana enam bulan tidak harus dijalani", kata Majelis Hakim dalam amar putusannya.


Atas vonis Majelis Hakim ini Ricky K Margono, Kuasa Hukum David Rahardja menyatakan pihaknya menerima putusan tersebut.

"Karena tidak dapat dipungkiri, memang ada ketidak sengajaan yang dilakukan klien kami, dalam kampanyenya. Karena kampanye itu memang dilakukan pada hari pertama ketika kampanye dinyatakan boleh terbuka", kata Ricky usai Sidang Pembacaan Vonis.

Sebagaimana dikatakan Majelis Hakim, lanjut Ricky, tetap dinyatakan bersalah, namun yang bersangkutan tidak perlu menjalankan pidananya. 

"Kami sangat menyambut baik hal itu. Kita mengakui kesalahan kita dan kedepannya tidak akan mengulangi kesalahan tersebut", ujarnya.


Hal senada disampaikan Caleg Perindo David Rahardja. "Saya menerima krputusan tersebut. Karena memang ada kesalahan yaitu tidak memberitahu. Administrasilah. Tapi saya sudah berjanji tidak akan mengulanginya", tandasnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan kampanye money politik yang menjerat Caleg Perindo David Rahardja berawal dari kegiatan bazar minyak goreng murah yang digelar pada 23 Septerber 2018 malam, usai deklarasi Kampanye Damai di Monas.

Dipenuhi eforia, secara spontan (tanpa pemberitahuan kepada Panwaslu) David mengajak beberapa rekannya untuk mewujudkan rasa syukur dimulainya masa kampanye, dengan menggelar bazar minyak goreng murah, kemasan 2 kg seharga Rp 12 ribu. Atas dasar kemanusiaan, sisa penjualan sebanyak 5 bungkus dibagikan gratis kepada warga yang sakit, lansia, dan ibu hamil. Pembagian gratis inilah yang kemudian menjadi tudingan kampanye "money politic", namun berhasil dipatahkan dalam persidangan.

Sementara "tanpa pemberitahuan kepada Panwaslu dan KPU", tetap menjadi fakta persidangan, yang menjadi dasar Majelis Hakim menjatuhkan vonis 6 bulan pidana kurungan.   (pur/bud)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes