partner

partner

Ngobrol Santai Rumah Bersama, Bahas Bagaimana Menjadi Pahlawan Negeri





Menjadi seorang pahlawan di jaman milenial tidak harus dihadapkan dengan kriteria yang "njelimet". "Yang penting bagaimana hidup bisa bermanfaat bagi orang lain. Jadi diri sendiri dan berusaha mencapai prestasi yang tertinggi". Hal ini menjadi kesimpulan dalam diskusi  memperingati hari Pahlawan dengan tema "Bagaimana Menjadi Seorang Pahlawan Bagi Bangsa dan Negara", di Rumah Bersama, Jakarta, Senin (12/11). 

Hadir sebagai nara sumber dalam diskusi yang digelar oleh sekelompok Alumni Perguruan Tinggi yang diketuai oleh Astar Simorangkir tersebut yakni artis dan politikus muda Wanda Hamidah, Artis sinetron Naomi, CEO Klub Bola Persikabo Efendi Syahputra, dan musisi Ananda Sukarlan.

Menjadi pahlawan menurut Wanda Hamidah adalah soal bagaimana memperjuangkan idealisme dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. 



"Pahlawan itu memberi makna pada kehidupan orang lain. Bagaimana memperjuangkan sebuah idealisme untuk kepentingan rakyat. Dengan tidak korupsi saja sebenarnya sudah berjuang bagi rakyat", kata Wanda.

"Karena itu ketika saya dipecat, ya tidak apa-apa, karena saya percaya partai tidak bisa mengintervensi apa yang saya yakini", sambungnya.


Artis sinetron Naomi meyakini sesungguhnya semua orang bisa menjadi pahlawan dalam posisi pekerjaan masing-masing. "Semua orang itu pahlawan dengan peran mereka masing-masing. Misalnya petugas kebersihan, kalau tidak ada mereka, Jakarta pasti kotor dan menjadi kota yang tidak nyaman", ujarnya.



Sementara bagi Efendi Syahputra, CEO Klub bola Persikabo yang bergelut sebagai pemilik klub sepakbola liga 3 Bogor, menjadi pahlawan bukanlah sebuah tujuan. Sebagai seorang anak bangsa, maka bagaimana melahirkan prestasi yang dapat menjadi kebanggaan bagi bangsa.

"(dalam profesi saya), sebagai anak bangsa harus selalu berusaha keras agar bisa menciptakan pemain Bogor yang profesional dan bisa menjadi kebanggaan warga Bogor", imbuhnya.


Hal senada disampaikan Ananda Sukarlan seorang musisi dan seniman. Baginya lebih baik sebagai anak bangsa untuk berusaha keras dan berprestasi dalam bidang profesi masing-masing.

"Tidak perlu menakut-nakutin, apalagi menjatuhkan orang lain. Berusahalah menjadi diri sendiri, berusahalah mencapai prestasi yang terbaik bagi diri sendiri. Dan (dalam profesi) saya juga bisa lewat musik untuk memberitahukan kepada dunia bahwa inilah Indonesia", pungkas Ananda.   (purnamasari)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes