partner

partner

Tidak Ada Bukti Money Politic, Tidak Ada Teguran Panwas, Caleg Perindo Heran Kasus Terus Bergulir



Jakarta, 15 November 2018,  radarindonesia.com 

Sandy K Singarimbun SH MH, Kuasa Hukum caleg Perindo David Rahardja menyesalkan munculnya pemberitaan sepihak yang mendiskreditkan kliennya, terkait kegiatan bazar minyak goreng murah yang dilakukan pada akhir September 2018 silam, yang dinilai pelanggaran oleh Panwaslu karena dianggap sebagai bagi-bagi sembako.

Dalam pemberitaan di sebuah media (JP) tersebut dikatakan, saat melakukan kegiatan bazar, caleg Perindo David Rahardja sudah mendapat teguran dari Panwas yang hadir, namun tetap membandel.

"Ada pembetitaan di media (JP) itu menyebut ada pihak Panwas yang pada saat kejadian itu sudah melakukan tegur di lapangan. Padahal itu sebenarnya tidak pernah ada. Tidak ada orang dari Kelurahan atau darimanapun yang pada hari itu datang ke lokasi, lalu menegur pak David, itu tidak ada sama sekali. Tapi ada pemberitaan di beberapa media itu yang menyebutkan dia sudah ditegur tapi tetap melakukan. Kami sangat keberatan dengan pemberitaan itu", kata Sandy usai sidang kasus dugaan money politic yang menjerat caleg Perindo David Rahardja, di PN Jakarta Utara, Kamis (15/11/2018).

Atas pemberitaan yang tidak benar dan mendiskreditkan tersebut, Sandy mengaku belum melakukan tindakan hukum kepada media yang bersangkutan.

"Belum. Untuk melakukan tindakan hukum kami masih menunggu arahan dari pak David", ujarnya.


Untuk diketahui, kasus yang menimpa caleg Perindo David Rahardja bermula dari kegiatan bazar minyak goreng murah seharga Rp 12 ribu yang digelar David pada 23 September 2018 di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Kegiatan yang dilakukan secara spontan oleh David Rahardja sebagai bentuk kegembiraan karena dimulainya masa kampanye damai Pileg-Pilpres tersebut, dinilai bermasalah dan dituding sebagai bentuk money politic oleh Panwaslu sebab terdapat unsur membagikan minyak goreng secara gratis kepada sejumlah warga.


"Sebenarnya tidak ada money politic. Yang ada itu bazar. Bazar itukan proses jual beli. Minyak itu dijual seharga Rp 12 ribu. Memang ada 5 orang yang didatangi langsung pak David ke rumahnya, karena alasan orang ini memang tidak mampu mendatangi lokasi bazar. Dan si orang itu pun membeli seharga Rp 5 ribu, jadi dimana ? Sudah tidak ada money politic nya", papar Sandy.

Sandy pun menyayangkan tidak konsistennya Panwaslu terkait Surat Teguran yang sedianya dilayangkan oleh Panwaslu.

"Memang benar, terkait bazar tersebut pak David dipanggil Panwascam karena katanya ada temuan (tidak melakukan pemberitahuan). Lalu pak David ini kan diperiksa, dan sudah diklarifikasi semua. Jadi teguran (lisan) itu hanya sewaktu pemeriksaan di kecamatan. Dikatakan, "teguran karena bapak tidak ada pemberitahuan adanya kegiatan bazar ini. Ini sifatnya melanggar administratif". Tapi tidak ada teguran tertulis, sehingga kita tidak bisa mengklaim ada teguran dari Panwas, karena itu sifatnya hanya lisan. Tidak ada teguran (resmi/tertulis) dari Panwas ataupun KPU. Jadi perbuatan mana lagi pak David (dikatakan money politic ?) Itu tadi yang kita buktikan di persidangan tadi", pungkas Sandy.

Dikesempatan yang sama, caleg Perindo David Rahardja menjelaskan, dirinya saat itu benar-benar tidak tahu bahwa membagikan 5 minyak goreng sisa penjualan bazar kepada lansia, warga yang sakit, secara gratis, itu masuk kategori money politic.

"Saat itu saya benar-benar tidak tahu. Maka ketika saya tahu (setelah dipanggil Panwascam), saya secara gentle meminta maaf, dan saya sudah membuat Surat Pernyataan tidak akan mengulangi. Dan warga (yang dibagi gratis karena mereka ada kebutuhan khusus seperti jompo, hamil tua, sakit) sudah saya datangi satu per satu untuk mensosialisasikan, bahwa yang saya lakukan kemarin, yang 5 secara gratis ini adalah salah, dan warga sudah melakukan pembayaran. Jadi intinya, per tanggal 5 Oktober itu, semua sudah tidak ada disebut pembagian gratis, semua membayar. Itulah yang saya mau coba buktikan fakta-fakta di persidangan, sehingga harapan saya, saya bisa dibebaskan dari segala tuntutan, dan hakim memvonis saya bebas. Itu harapan saya", papar David.   (bud/pur)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes