partner

partner

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Merek


Jakarta, 10 Jan 2019, radarindonesia.com
Sehubungan Kami sebagai Saksi Ahli Hukum Hak Kekayaan Intelektual (HKI) khususnya Merek suatu perkara
dalam persidangan kepaniteraan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam Perkara No.
52/Pdt.Sus.Merek/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst, Bersama ini kami sampaikan kepada khalayak ramai melalui rekan-rekan
pers media cetak maupun elektronik, untuk menjelaskan sekaligus mengklarifikasi sehubungan dengan
pemberitaan akhir-akhir ini yang beredar di khalayak ramai perihal permasalahan yang muncul terkait penggunaan
nama ACC dan KlikACC, sebagai berikut:
PT. Astra Sedaya Finance, sebagai PENGGUGAT,
PT. Aman Cermat Cepat, sebagai TERGUGAT,
Kementerian Hukum dan HAM RI cq Ditjen Kekayaaan Intelektual, sebagai TURUT TERGUGAT.
Bersama ini disampaikan release singkat sebagai Saksi Ahli pada sidang tanggal 10 Januari 2019 dimuka Majelis
Hakim, sebagai berikut:


1. Bahwa, sesuai dengan Pasal 1 angka (5) juncto Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi
Geografis (selanjutnya disebut UU Merek) ditentukan bahwa Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang
diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu
tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk
menggunakannya. Hal Eksklusif untuk waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan (filing date), untuk selanjutnya
dapat diperpanjang untuk waktu yang sama (Pasal 35 ayat (1) dan (2);
2. Bahwa, Merek “tanda” yang dapat “ditampilkan secara grafis” berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka,
susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari
2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau
badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/ atau jasa;


3. Bahwa, terkait dengan merek yang menjadi pokok permasalahan dalam perkara ini dengan, selanjutnya
memperbandingkan untuk mendapatkan gambaran sebagai berikut:
Logo/ merek Milik PENGGUGAT Logo/ merek Milik TERGUGAT
Uraian Merek:
- Gambar sesorang dengan kemeja dan dasi sedang
tersenyum sambl memegang stir mobil dengan berlatar
belakang warna biru
- Latar belakang warna biru tersebut berbentuk persegi
empat yang didalamnya juga terdapat tulisan ACC huruf
besar (warna hitam) dengan berlatar belakang warna
putih dan tulisan memberi kemudahan
- Dibawah Latar belakang warna biru tersebut, terdapat
tulisan member of Astra
- Diketahui ACC merupakan singkatan Astra Credit
Company (dalam bahasa Inggris)
Uraian Merek:
- Gambar telunjuk kanan berwarna hitam sedang menekan
tombol berbentuk lingkaran berwarna biru
- Tulisan Klik (berwarna kuning) dan ACC huruf besar
(berwarna biru)
- Tulisan Aman Cermat Cepat (berwarna hitam)
- Tulisan ACC merupakan kepanjangan dari (“Aman-
Cermat-Cepat”)

4. Bahwa, dari penjelasan berdasarkan  perbandingan dalam tabel diatas, kami jelaskan sebagai berikut:
Masing-masing gambar/ logo/ merek merupakan satu kesatuan (unity) antara gambar, nama, tulisan,
komposisi warna;
- Logo/ merek “ACC” Milik PENGGUGAT berbeda dengan Logo/ merek “KlikACC” Milik TERGUGAT,
baik mengenai bentuk gambar, huruf, susunan warna, cara penulisan, cara penempatan atau kombinasi
antara unsur warna maupun persamaan bunyi ucapan yang terdapat dalam kedua Logo/merek tersebut;
- Logo/ merek “ACC” Milik PENGGUGAT tidak memiliki kesamaan pada keseluruhannya (totally identical)
maupun persamaan pada pokoknya (principally similar) dengan Logo/ merek “KlikACC” Milik
TERGUGAT;


5. Bahwa, secara garis besar fungsi pemakaian merek dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Kemampuan dari merek atau tanda tersebut untuk memberikan identitas kepada barang yang bersangkutan;
b) Kemampuan untuk menunjukan asal/sumber barang;
c) Merupakan jaminan atau mutu barang;
d) Kemampuan untuk membedakan antara barang-barang sejenis yang berbeda asal atau sumbernya.
6. Bahwa, terkait adanya gugatan pembatalan merek, maka harus dinilai terlebih dahulu apakah merek
TERGUGAT memiliki persamaan secara keseluruhannya maupun persamaan pada pokoknya dengan merek
PENGGUGAT. Sesuai hukum Acara PENGGUGAT juga harus menerangkan dan membuktikan kepada
Majelis Hakim Pengadilan Niaga apakah produk (barang/jasa) tersebut jasa yang sama dengan produk
(barang/jasa) milik TERGUGAT. Maka apabila antara produk (barang/jasa) milik PENGUGAT maupun
TERGUGAT tidak sama, maka tidak terpenuhi unsur-unsur produk sejenis, sehingga PENGGUGAT tidak
memiliki cukup bukti untuk mengajukan gugatan pembatalan merek kepada TERGUGAT;


7. Bahwa, sebagaimana diketahui berdasarkan data dalam Daftar Umum Merek pada Ditjen KI cq Direktorat
Merek dan Indikasi Geografis Logo/ merek “KlikACC” Milik TERGUGAT pada tanggal 28 Februari 2017
diajukan oleh TERGUGAT telah memenuhi persyaratan formalitas, diumumkan (tidak ada oposisi/ keberatan
dari Pihak lain), kemudian telah diperiksa secara substantif (substantive exam). Berdasarkan pemeriksaan
substantif Logo/ merek “KlikACC” Milik TERGUGAT telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud
Pasal 20 juncto 21 UU No. 20 Tahun 2016, kemudian permohonan pendaftaran tersebut diterima
selanjutnya Logo/ merek “KlikACC” Milik TERGUGAT telah terdaftar dalam Daftar Umum Merek pada
tanggal 10 April 2018, dengan No. Registrasi IDM000611517 pada kelas 36 untuk jenis jasa: asuransi, urusan
keuangan, urusan moneter, jasa perbankan, bank devisa, bank kredit, bank pasar, bank tabungan, jasa
tabungan, jasa deposito, jasa kartu kredit, pengiriman uang bank manual maupun elektronik, penanaman
modal, konsultasi keuangan;


8. Bahwa, dalam perkara ini mengenai Gugatan pembatalan pendaftaran Merek, maka berdasarkan Pasal 76 UU
Merek, mengatur ketentuan mengenai Gugatan pembatalan pendaftaran Merek dapat diajukan oleh pihak
yang berkepentingan. Pihak yang berkepentingan dalam hal ini adalah Pemilik Merek, Pemilik Merek tidak
Terdaftar, Penerima Lisensi, termasuk pihak berkepentingan antara lain: jaksa, yayasan/lembaga di bidang
konsumen, dan majelis/lembaga keagamaan;
9. Bahwa, Gugatan pembatalan pendaftaran Merek Terdaftar (Registered marks) diatas dapat diajukan oleh Pemilik
Merek Tidak Terdaftar (dalam hal ini sebagai Pemohon permohonan pendaftaran merek) yang ternyata
diketahui mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek Pemilik Merek Tidak
Terdaftar (Pemohon), dengan ketentuan harus mengajukan permohonan pendaftaran merek kepada
Direktorat Merek pada kelas barang/ jasa yang sama;
10. Bahwa, maka suatu Gugatan pembatalan merek terdaftar diajukan dengan berdasarkan sebagaimana dimaksud
Pasal 76 UU Merek oleh Pemilik Merek Tidak Terdaftar dan/atau Pihak yang berkepentingan, namun tidak
memenuhi unsur-unsur etikad tidak baik, maka tidak terpenuhi syarat Gugatan pembatalan merek terdaftar
yang diajukan tersebut, karenanya dalil-dalil tidak memenuhi gugatan tersebut yang dilakukan tanpa batas
waktu apabila Merek yang bersangkutan bertentangan dengan ketertiban umum maupun dengan etikad baik
juga sebagaimana diatur dalam ketentuan Konvensi Paris tentang Perlindungan Hak Kekayaan Industrial dalam Pasal 6 bis ayat (3) menentukan “no time limit shall be fixed for seeking the cancellation of marks registered in
bad faith, pungkas
Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb. Sebagai
Akademisi/Dosen Bidang Kekayaan Intelektual
Wakil Ketua AKHKI.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes