partner

partner

" HIDUP SUSAH MATIPUN TAK PUNYA UANG NASIB RATUSAN EKS KARYAWAN SEVEN ELEVEN (SEVEL)”


Jakarta, radarindonesia.com


Bertindak untuk dan atas nama Para Klien kami : 161 EX Karyawan PT.MODERN SEVEL berdasarkan Surat Kuasa Khusus No.011010/SG/MK, tanggal 18 September 2018, dengan ini Kami sampaikan kepada media, dengan tanpa pamrih mengawal dan mengikuti perkembangan nasib ratusan Ex Karyawan PT.MODERN SEVEL INDONESIA yang belum ada kejelasan penyelesaian, adapun materinya akan Saya sampaikan, sebagai berikut :


1. Bahwa sejak aksi Demo "MENUNTUT KEJELASAN PEMBAYARAN PESANGON DAN TRANSPARANSI” yang terlaksana pada tanggal 09 Januari 2019, yang saat itu turut dihadiri oleh Kapolsek Kebayoran Lama, dan aparatur Pemerintahan setempat di GEDUNG PERKANTORAN KAWAI, pihak perusahaan meminta waktu untuk memutuskan masalah realisasi pembayaran selama 2 (dua) minggu yakni akan diberikan jawaban/tanggapan oleh perusahaan pada tanggal 23 Januari 2019.



Bahwa pada saat tanggal 23 Januari 2019, perusahaan hanya mengatakan BAHWA PASTI AKAN MEMBAYAR NAMUN MENGENAI KAPAN PERUSAHAAN REALISASINYA, SABAR SAJA, UJAR PERUSAHAAN MELALUI PERNYATAAN Sdri MELANIE SELAKU GM HRD PT.MODERN SEVEL INDONESIA.

Bahwa kami Para EX Karyawan PT.MODERN SEVEL INDONESIA terus mendesak.

2. Pihak Perusahaan untuk melakukan Pembayaran atas seluruh pesangon sejumlah Rp 7.560.193.623,- dan atas masukan Sdri MELANIE SELAKU GM HRD PT.MODERN SEVEL INDONESIA, meminta kepada kami untuk menyampaikan secara lisan dan tertulis kepada Komisaris PT.MODERN SEVEL INDONESIA yang
bemama SUNGKONO HONORIS, dengan penjelasan alasan, yang berhak memutuskan pelaksanaan pembayaran bukanlah DIREKTUR UTAMA, melainkan KOMISARIS, hal tersebut sangatlah aneh, karena seharusnya seorang Direktur Utama lah yang mengambil segala keputusan berkaitan dengan perusahaan dan bertanggung jawab secara hukum.



Atas masukan tersebut kembali, kami mengikuti saran dan masukan Sdri MELANIE SELAKU GM HRD PT.MODERN SEVEL INDONESIA, dan pada tanggal 22 Januari 2019 Kami telah mengirimkan surat pemberitahuan yang pada intinya meminta segera dilaksanakan kewajiban pembayaran pesangon Para EX Karyawan PT.MODERN SEVEL INDONESIA, dan atas surat kami tersebut, Sdr SUNGKONO HONORIS tidak memberikan tanggapan.



3. Bahwa Pada tanggal 15 Februari 2019 secara tegas, Kami telah melakukan Somasi I di tujukan kepada Sdr SUNGKONO HONORIS dengan isi somasi adalah "MEMBUKA SECARA TRANSPARAN JUMLAH UANG SECURITY DEPOSIT YANG DAHULU DITERIMA OLEH PT.SEVEN ELEVEN INDONESIA, DIPERGUNAKAN UNTUK APA SAJA, DAN BERAPA JUMLAH YANG TELAH DIPERGUNAKAN, DAN BERAPA SISANYA ? bahwa atas Surat Somasi tersebut yang bersangkutan tidak menanggapi.


Bahwa pada tanggal 21 Februari 2019 Somasi ke 2 dan terkahir yang kembali kami tujukan kepada Sdr. SUNGKONO  HONORIS, dengan materi dan isi somasi yang sama dengan sebelumnya, yakni "MEMBUKA SECARA TRANSPARAN JUMLAH UANG SECURITY DEPOSIT YANG DAHULU DITERIMA OLEH PT.SEVEN ELEVEN INDONESIA, DIPERGUNAKAN UNTUK APA SAJA, DAN BERAPA JUMLAH YANG TELAH DIPERGUNAKAN, DAN BERAPA SISANYA”, bahwa kami dalam Somasi ke 2 dan Terkahir menyebutkan "APABILA TIDAK ADA TANGGAPAN KAMI MENGANGGAP ADA HAL YANG DITUTUP-TUTUPI OLEH PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN TIDAK MEMPUYAI ITIKAD BAIK."

4. Bahwa pihak Perusahaan kami menganggap tidak ada keseriusan dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi, perusahaan berulangkali hanya memberikan janji-janji penyelesaian tanpa mampu memberikan gambaran dan kepastian mengenai jumlah yang akan dibayarkan, jangka waktu pembayaran, dan data-data penggunaaan dana SECURITY DEPOSIT yang telah diterima, dan dipergunakan oleh perusahaan PT.MODERN SEVEL INDONESIA dahulu PT.SEVEN ELEVEN INDONESIA.

5. Bahwa beberapa hari menjelang dilaksanakannya aksi demo tanggal 05 April 2019, ada upaya-upaya dari perusahaan yang kami duga mencoba mencegah terjadinya Aksi Demo di Gedung KAWAI, dengan alasan yang disampaikan kepada Pihak Kepolisian bahwa PT.MODERN SEVEL INDONESIA dahulu PT.SEVEN ELEVEN INDONESIA telah lama pindah yakni saat ini berkantor di JL. MANGGA BESAR RAYA No.41, Jakarta Barat.

Bahwa hal tersebut kami menganggap mengada-ada, dengan alasan mereka menyatakan telah lama pindah, namun yang perlu diketahui bahwa aksi demo kami yang terakhir tanggal 09 Januari 2019 dilakukan di Gedung Kawai, seluruh surat menyurat kami ditujukan dialamat Gedung Kawai. baik DIREKTUR UTAMA, KOMISARIS, GM HRD PT.MODERN SEVEL  INDONESIA dahulu PT.SEVEN ELEVEN INDONESIA sehari-harinya melakukan aktifltas kantor di GEDUNG KAWAI, dan fakta baru yang kami temukan bahwa alamat kantor yang disebutkan berada di JL. MANGGA BESAR RAYA No.41, Jakarta Barat hanyalah bangunan kosong tidak berpenghuni.



6. Bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, kami meminta kegada Pemerintah, Kepolisian Republik Indonesia untuk membongkar dan mengusut permasalahan PT.MODERN SEVEL INDONESIA dahulu PT.SEVEN ELEVEN INDONESIA yang terkesan menutup-nutupi kebenaran mengenai JUMLAH UANG SECURITY DEPOSIT YANG DAHULU DITERIMA OLEH PT.SEVEN ELEVEN  INDONESIA DARI SEVEN ELEVEN INTERNASIONAL DI AMERIKA,  DIPERGUNAKAN UNTUK APA SAJA, DAN BERAPA JUMLAH YANG TELAH DIPERGUNAKAN, DAN BERAPA SISANYA.

Kami berharap masih ada secercah keadilan dan harapan atas nasib ratusan eks Karyawan PT.MODERN SEVEL INDONESIA dahulu PT.SEVEN ELEVEN INDONESIA yang dahulu mengabdi mati-matian terhadap perusahaan, namun kini sekedar meminta hak-hak nya saja, justru dipersulit, ujar Octavianus, pengacara eks Karyawan PT.  MODERN SEVEL INDONESIA dahulu PT. SEVEN ELEVEN INDONESIA.



Jakarta. 05 April 2019

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes