partner

partner

PIDATO GUBERNUR LAMPUNG PADA ACARA LAMPUNG THE TREASURE OF SUMATRA JAKARTA MARKETING WEEK – JMW 2019



Bandar Lampung,  Kamis 25 April 2019



Yth. Menteri Pariwisata RI Beserta jajaran dari Kementerian Pariwisata
Yth. Bapak Hermawan Kertajaya, Bapak Marketing Indonesia
Yth. Para Bupati dan Walikota Se-Provinsi Lampung
Yth. Pimpinan Asosiasi Pariwisata, Para Pelaku dan Penggiat Wisata
Yth. Seluruh wartawan dari media elektronik, cetak dan online, serta para travel blogger, vlogger, instagrammer dan GenPi
Para Asisten/Staf Ahli/Kepala Badan/Dinas/Biro/Instansi Lingkup Pemprov Lampung dan Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung



Serta Para Undangan dan Hadirin yang berbahagia.

Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat Siang dan Salam Sejahtera untuk kita semua

Tabik puun...

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya, pada hari ini kita dapat menghadiri acara Jakarta Marketing Week 2019 “Lampung The Treasure of Sumatra” dalam keadaan sehat walafiat.  Terimakasih kami sampaikan kepada PT Markplus Indonesia dan tentunya Bapak Hermawan Kertajaya, yang telah mengikutsertakan Provinsi Lampung untuk bergabung dalam event Jakarta Marketing Week 2019 ini.

Bapak/ibu hadirin sekalian,
Kami menyadari sepenuhnya bahwa Multiplier Effect dari sektor pariwisata akan mampu menggeliatkan perekonomian, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan masayarakat.  Oleh sebab itu, Pembangunan sektor ini menjadi salah satu sektor Prioritas dari Pemerintah Provinsi Lampung.
Posisi strategis provinsi Lampung yang berada diujung pulau sumatera dan sangat dekat dengan ibukota Jakarta, hari ini sangat diuntungkan dengan telah beroperasinya jalan Tol Sumatera dan dermaga eksekutif di pelabuhan Bakauheni Merak.  Selain berkurangnya waktu tempuh, yang saat ini hanya membutuhkan waktu 5 jam dari jakarta, tentunya kenyamanan wisatawan yang akan mengunjungi Provinsi Lampung melalui jalur darat, juga semakin meningkat.
Sementera itu, konektifitas melalui jalur udara juga semakin terbuka dengan telah ditingkatkannya status Bandara Radin Inten II menjadi Bandara Internasional.  Harapannya, seiring dengan tersedianya flight langsung dari dan ke Provinsi Lampung dan negara lainnya, jumlah wisatawan mancanegara juga akan meningkat.
Bapak/ibu hadirin sekalian,
Keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun sektor ini, yang tentunya mendapat dukungan dari para Bupati dan Walikota se-Provinsi Lampung, kami tunjukkan dengan mengutamakan pembangunan infrastruktur menuju destinasi-destinasi wisata.  Seperti misalnya pembangunan jalan menuju destinasi Teluk Kiluan dan Gigi Hiu, pembangunan jembatan way umbar menuju destinasi wisata di wilayah tanggamus, program Lampung Terang bekerjasama PLN, mengaliri listrik ke Pulau Pahawang, serta program Gerbang Desa Saburai yang mensupport pendanaan di desa-desa wisata.
Selain itu, untuk mempermudah akses menuju destinasi wisata, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan transportasi massa “Bis Trans Lampung” ke destinasi-destinasi wisata seperti Ketapang-Pahawang, Tanjung Setia-Pesisir Barat, dan Way Kambas.
Bapak/ibu hadirin yang berbahagia,
Lampung saat ini cukup dikenal dengan wisata bahari-nya.  Wilayah perairan Teluk Lampung yang terdiri dari pulau-pulau kecil antara lain Pulau Pahawang, yang memiliki spot bawah laut untuk snorkling dan diving.  Selain itu terdapat juga Teluk Kiluan yang dikenal dengan atraksi lumba-lumba di laut lepas.  Tak jauh dari teluk kiluan, terdapat pantai gigi hiu yang merupakan pantai dengan tebing-tebing tinggi yang sangat indah sebagai spot foto dan sangat instagramable.
Kami juga sedang membangun observatorium di wilayah Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman (Tahura Wanara) sebagai destinasi wisata baru, yang memadukan konsep konservasi, pendidikan dan pariwisata.  Tahura Wanara dengan luas 22 ribu hektar, memiliki berbagai potensi wisata berupa air terjun, keanekaragaman vegetasi tanaman dan fauna.  Bahkan di wilayah Tahura Wanara ini juga telah terdapat Destinasi Digital yang dikelola oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Lampung yaitu pasar tahura dan pasar seribu batu.   
Di wilayah Pantai Barat Lampung, memiliki pesona pantai sepanjang 210 km dan ombak untuk surfing yang cukup di kenal “Pantai Tanjung Setia”. pada 29 April hingga 4 Mei 2019 akan berlangsung Krui World Surfing League yang telah masuk dalam Calender Of Event 2019. Potensi lain di pantai Barat Lampung juga terdapat penangkaran penyu, snorkling spot, Damar Mata Kucing serta atraksi lumba-lumba di Laut Lepas. Kawasan Pantai Barat ini, terintegrasi dengan Danau Ranau, Kebun Raya Liwa, Agrowisata Kopi, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Pusat Konservasi Gajah di Taman Nasional Way Kambas memang menampilkan kekhasan tersendiri. Gajah Sumatera bahkan telah menjadi fauna identitas Provinsi Lampung.  Gajah-gajah yang telah dilatih dan dilepas bebas serta berinteraksi dengan pengunjung merupakan bentuk wisata yang ditawarkan di Taman Nasional Way Kambas.  Selain gajah, Taman Nasional way Kambas juga memiliki konservasi Badak Sumatera.



Hadirin yang berbahagia,
Dengan berbagai destinasi yang dimiliki, dalam beberapa tahun terakhir, telah tercatat peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang cukup besar ke Provinsi Lampung.  Tahun 2018, jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara di Provinsi Lampung sebesar 14,2 juta wisatawan.  Peningkatan ini cukup signifikan jika dibandingkan pada tahun 2014 yang hanya sebesar 4,4 juta wisatawan.
Sebagai upaya semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisata dan semakin memperkenalkan destinasi wisata Lampung, Penyelenggaraan event pariwisata juga menjadi agenda untuk mensupport pengembangan sektor pariwisata, seperti Lampung Krakatau Festival pada bulan Agustus setiap tahunnya, Pekan Raya Lampung “Lampung Fair”, Lampung Coffee Day serta event-event lainnya yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten, seperti Festival Way Kambas, Festival Sekala Bekhak, Festival Teluk Stabas, Festival Pahawang dan Krui World Surfing League.
Hadirin sekalian,



Lampung, sama halnya dengan daerah lainnya di Indonesia, sangat kaya akan adat budaya yang sangat bernilai.  Masyarakat adat Lampung terdiri dari dua kelompok besar masyarakat adat yaitu pepadun dan saibatin, yang memiliki kekhasan adat budaya tersendiri, seperti dialek bahasa, pakaian adat, tempat tinggal, adat perkawinan dan silsilah keturunan.
Tari Sigeh Penguten merupakan Tari penyambutan tamu yang merupakan tarian dari perpaduan kedua adat budaya Lampung, pepadun dan saibatin.  Tarian lainnya yang cukup dikenal seperti Tari Melinting yang berasal dari Desa Melinting, Lampung Timur yang saat ini masih sangat kental memegang teguh adat budayanya.
Bapak/Ibu yang saya hormati,
Pengembangan Ekonomi Kreatif merupakan bagian tak terpisahkan dari pengembangan pariwisata.  Kain Tradisional khas Lampung, yang sejatinya merupakan kain yang dipergunakan pada saat upacara adat, kini semakin diperluas penggunaannya.  Tapis telah dibuat dalam berbagai bentuk menjadi oleh-oleh khas Lampung seperti tas, kalung, dan  terutama produk fashion yang “ready to wear” dan dapat dipergunakan di berbagai kesempatan.
Bersama dalam acara ini pula, dekranasda Provinsi Lampung akan melaunching Buku mengenai kekayaan tapis Lampung.  Harapannya, semakin dikenalnya Tapis Lampung, kedepan wisatawan akan semakin banyak yang datang ke Lampung bukan hanya akan menikmati pemandangan alam, tapi juga datang ke Lampung karena ingin membeli Tapis.
Demikian yang dapat saya sampaikan, kami tunggu kehadirann Anda di Provinsi Lampung.  Semoga ikhtiar, kesabaran dan keikhlasan kita senantiasa di rahmati Allah SWT, Tuhan Yang Mahe Esa. Aamiin.

Terima Kasih.
Wabillahi taufik wal hidayah
Wassalamualiakum Wr. Wb.


GUBERNUR LAMPUNG,



    M. RIDHO FICARDO

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes