partner

partner

SISWA SMAN 12 DEPOK KUNJUNGI KRL BOJONG GEDE


Jakarta, radarindonesia.com

Sekitar 40 orang siswa-siswi beserta guru pendamping dari SMAN 12 Depok mengunjungi Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Perumahan Puri Artha Sentosa RW 13 (PAS 13) Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kunjungan tersebut dalam rangka kegiatan Eduwisata sekolah yang diadakan selama dua hari yaitu tanggal 6 sampai 7 April 2019.



Ridho Wibowo, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan mengatakan bahwa maksud dan tujuan Eduwisata ke KRL PAS 13 adalah agar para siswa mendapatkan pengalaman langsung bagaimana teknik pengelolaan lingkungan yang baik.

“Mulai dari budidaya tanaman melalui teknik hidroponik, mengenal budaya masyarakat, dan mengembangkan potensi alam sehingga bisa bermanfaat secara finansial. Dengan mempelajari teknik tersebut, diharapkan siswa SMAN 12 Depok bisa menjadi pribadi yang mandiri, kreatif dan cinta tanah air,” ujar Ridho.

Dijelaskan pula bahwa selama ini SMAN 12 Depok memiliki program menjaga lingkungan setiap hari Kamis yang diberi nama "Geplak" (Gerakan Anti Plastik). “Oleh karena KRL memiliki program-program pengelolaan sampah, maka kami memutuskan untuk memilih KRL sebagai alternatif Eduwisata bagi siswa,” tambahnya.



Kedatangan rombongan diterima dengan acara penyambutan oleh perangkat Desa Waringin Jaya. Dalam acara tersebut, perangkat desa, fasilitator wilayah Bojong Gede, Ketua RW 13, pengurus KRL serta para remaja karang taruna RW 13, mengalungkan syal kepada para siswa sebagai ucapan selamat datang.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada keluarga besar SMA Negeri 12 Depok yang telah memilih KRL PAS 13 sebagai lokasi tujuan Eduwisata. Semoga apa yang didapat dalam kegiatan kunjungan ini nanti bisa bermanfaat bagi rombongan SMA Negeri 12 Depok, dan kemudian bahkan bisa ikut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar,” harap Ketua RW 13, Abdul Kadir, dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua KRL PAS 13, Junaeri, dalam sambutannya memperkenalan sejarah berdirinya KRL secara singkat. “Cinta dan peduli terhadap lingkungan adalah salah satu pendorong masyarakat PAS untuk menciptakan sebuah kampung yang ramah lingkungan. Kampung dimana masyarakatnya melakukan upaya dan tindakan nyata dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan secara terus-menerus,” terangnya.

Usai penyambutan, siswa SMAN 12 Depok diajak untuk melihat langsung proses penanaman dengan sistem hidroponik di KRL PAS. Mereka belajar beragam teknik mulai dari penyemaian, penanaman, pemberian nutrisi, cara perawatan, hingga teknik panen. Baik siswa maupun guru pendampingnya terlihat antusias mempelajarinya.

“Teknik ini sangat bagus, sebab kebanyakan perumahan memiliki keterbatasan lahan, sehingga penanamanan secara hidroponik ini menjadi solusi yang tepat. Dengan begini, meskipun lahan sempit, tapi kita masih bisa punya kebun sayur,” ujar Asih, salah satu guru SMAN 12 Depok.



Selain teknik hidroponik, siswa juga diperkenalkan dengan kerajinan membuat sandal, serta memilah sampah organik dan anorganik. Dijelaskan pula bahwa sampah organik jika diolah sedemikian rupa, dalam beberapa hari saja sudah bisa dimanfaatkan menjadi pupuk. Sedangkan sampah anorganik seperti botol plastik, kaca, dan kardus bisa disetorkan ke bank sampah dan otomatis menjadi tabungan. Dari sampah ini pula,  para siswa diajarkan membuat kerajinan tangan bunga mawar yang indah.

Hartanto, siswa kelas 11, mengaku senang mendapat kesempatan belajar di Desa Waringin Jaya. “Saya jadi paham pentingnya menjaga lingkungan, mengolah sampah dengan baik, dan belajar menanam sayuran secara hidroponik,” tuturnya.

Di akhir kunjungannya, Ridho mengatakan pihaknya sangat gembira berkesempatan datang ke KRL PAS 13. Menurutnya, anak didiknya mendapat ilmu baru selama mengikuti kegiatan terutama mengenai pengelolaan lingkungan yang baik, teknik menanam dengan hidroponik, serta mengenal Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa lewat materi pembuatan kompos dan pengelolaan sampah anorganik.

“Semoga kegiatan-kegiatan positif di KRL PAS 13 ini bisa semakin ditingkatkan dan lebih baik lagi pengelolaannya, sehingga KRL PAS 13 bisa go nasional dan go internasional,” tandasnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes