partner

partner

Kewarganegaraan Habib Rizieq Shihab Haruskah Dicopot dari Indonesia ????



Jakarta, 22 May 2019,  radarindonesia.com



Habib Rizieq Sihab, sepak terjangnya lebih banyak membahayakan keutuhan NKRI, kewarganegaraan Indonesia Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab selayaknya dicabut saja. Hal ini disampaikan Ketua Umum Militan 34, Prof DR H Anwar Husin SH dan Ketua Muslim Cyber Army Jokowi, Diki Chandra saat jumpa pers di Fave hotel PGC Cililitan, Selasa (21/5/2019).


"Kami meminta kepada pemerintah agar dapat mencabut kewarganegaraan Habib Rizieq Shihab", kata Anwar Husin.


"Sebab rencana dia (people power) membuat perpecahan bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)", sambungnya.


Hal senada disampaikan Ketua Muslim Cyber Army Jokowi, Diki Chandra, "Ajakan People Power itu merupakan pengkhianatan bagi umat Islam, karena People Power banyak negatifnya dibandingkan dengan positif", ujar Diki.


Karena itu, lanjut Diki, Muslim Cyber Army Jokowi dan Militan 34 membuat pernyataan ajakan kepada Rizieq Shihab untuk mencegah terjadinya People Power.


"Karena ajakan tersebut sampai saat ini tidak ada jawaban dari pihak Habib Rizieq Shihab, maka kami mengajak "mubahala", tandasnya.


Diki menjelaskan alasan mubahala. "Satu karena para Qurais dari Habib Rizieq selalu menganggap orang-orang yang mendukung Jokowi itu bukan Islam. Nah, mubahala yang dulu dilakukan Rasulullah Alaihi Wassalam adalah orang non muslim. Kami merasa terganggu, merasa dilecehkan aqidahnya. Kami dianggap oleh Rizieq dan Amin Rais bukan Islam. Itu yang dianggap oleh mereka.

Bahasa Rizieq dan pengikutnya semua bahwa kami itu munafik. Pengikut Jokowi itu munafik. Munafik itu dalam kaidah Islam adalah orang yang pura-pura masuk Islam, hanya didepan Nabi. Itu munafik. Jadi wajar kami mengajukan Mubahala. Tidak ada urusannya dengan KPU. Karena Mubahala itu punya nilai Ayo bertaruh Siapa yang benar, Siapa yang salah, siapa yang bohong, siapa yang tidak", paparnya.



Menurut Diki, alasan ajakan people power adalah karena pendukung Prabowo-Sandi menilai telah terjadi kecurangan dalam penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Atas dasar itu, Rizieq Shihab, Prof DR Amien Rais dan kawan-kawan berencana mengadakan demo aksi di KPU dan Bawaslu.


"Oleh sebab itu, untuk meredakan suasana aksi tersebut, kami menghimbau para tokoh termasuk Rizieq Shihab dan Amin Rais untuk menghentikan people power ini", pungkas Diki. (Purnamasari) .

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes