partner

partner

"MAKAR, HS, BERKIRIM SURAT PERMOHONAN MAAF KEPADA PRESIDEN JOKO WIDODO*


Jakarta, radarindonesia.com

Tersangka perbuatan Makar HS akhirnya berkirim Surat Permohonan Maaf kepada Presiden Joko Widodo.
Demikian pula dengan orang tua HS, Budiarto.

Dalam Suratnya, HS dan ayahnya menyampaikan Permohonan maafnya atas ucapan HS yg yang mengancam akan memenggal Kepala Jokowi saat turut serta dalam Aksi Demontrasi di Gedung Bawaslu Jln. MH. Thamrin tanggal 10 Mei yang lalu.

Didampingi Kuasa Hukumnya dari Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) yaitu Sugiyarto Atmowidjoyo, SH, M.Si dan Suharman, SH, orang tua HS juga menyampaikan Permohonan Maaf atas perilaku anaknya, kepada seluruh rakyat Indonesia pula.

Saat ditanyakan harapannya atas dikirimkannya Surat Permohonan Maaf kepada Presiden Jokowi, Kuasa Hukum HS menyatakan bahwa  Surat Permohonan Maaf yang akan dikirimkannya, benar- benar sampai ketangan  Presiden Jokowi, dan beliau bermurah hati utk memberikan maaf kepada HS. "Kan sebagai sesama manusia, ketika kita merasa bersalah, merasa keliru, kita kan harus minta maaf, apalagi ini bulan baik, bulan Suci Romadhon, ". Demikian ujar Kuasa Hukum HS, Sugiyarto Atmowidjoyo.

Disinggung tentang pasal yang disangkakan kepada HS, Kuasa Hukum HS, Sugiyarto Atmowidjoyo menyatakan bahwa HS dijerat dengan pasal 104 KUHP dan atau pasal 110 KUHP jo pasal 87 KUHP tentang Makar.

Lebih jauh Sugiyarto Atmowidjoyo menyatakan pasal Makar yg disangkakan kepada HS itu terlalu dipaksakan. Mengingat pasal Makar itu terdiri dari beberapa unsur formil dan materiil seperti adanya Niat, upaya / perbuatan menciderai Presiden hingga Presiden tidak bisa lagi memiliki kecakapan untuk memerintah, dan atau adanya niat dan permulaan usaha untuk membunuh, dan lain-lain.
" Lha kalau ada orang berkoar2 mengancam, di dalam situasi demonstrasi yg riuh dgn peserta, muncul ucapan sesaat dan atau Spontanitas, masak dituduh Makar...? "

" Makar itu berasal dari kata Anslaag bahasa Belanda  yang berarti Serangan. Menyerang. Menyerang dengan Senjata, menguasai Wilayah dalam bagian Negara dengan maksud melumpuhkan kekuasaan Presiden, melumpuhkan Pemerintahan. Nah... Dalam situasi Demontrasi seperti itu, HS menyerang Presiden Jokowi pakai senjata apa?..."

Karenanya pihaknya tidak  heran dgn barang bukti yg dikumpulkan Pihak Penyidik, barang-barang bukti sebagai alat bukti sangkaan terhadap HS hanyalah Vidio yg mengancam itu sendiri, Jaket, Tas, dan Kopiah yg dipakai saat mengungkapkan ancamannya. " Itu hanya alat bukti utk membuktikan bahwa benar yang mengungkapkan ancaman itu  adalah seorang HS. Tp alat untuk membuktikan bahwa HS melakukan tindak Pidana Makar itu, alat buktinya tidak tercukupi..."

Karenanya, " harapan kita, Perkara HS ini tidak dilanjutkan".
Namun demikian, " kami tetap menghormati Proses Hukum, dan siap menghadapi sangkaan terhadap HS di Pengadilan untuk membuktikan apakah Sangkaan Polisi terhadap HS yang Makar ini bisa dibuktikan atau tidak." pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes