partner

partner

Media Sangat Strategis Untuk Sosialisasikan Wakaf Produktif



Jakarta, radarindonesia.com

BWI, Badan Wakaf Idonesia (BWI) terus melakukan usaha-usaha untuk mensosialiasikan Wakaf Produktif di kalangan masyarakat luas. Dalam usaha itu, BWI menyelenggarakan Media Gathering dan Bincang Wakaf - Wakaf Produktif dengan kalangan wartawan-media cetak, elektronik, dan online-serta lembaga keuangan syariah, nazhir, dan stakeholder.

Humas BWI, Susono Yusuf mengatakan, acara ini kita selenggarakan, karena kita sadar atas nilai strategis media massa dalam usaha mensosialisasikan kegiatan Wakaf Produktif.

”Terima kasih atas kehadiran teman-teman. Kami para pengurus BWI sangat senang dan gembira melihat teman-teman wartawan yang dengan semangat menghadiri undangan kami. Sekali Iagi terimakasih atas semuanya,” tegasnya.

Selama ini masyarkat mengenal wakaf hanya terbatas harta tidak bergerak, seperti tanah yang kemudian diwakafkan untuk dibangun masjid, mushaolla atau lembaga pendidikan atau lahan pemakaman. Sekarang wakaf sudah sangat luas jangkauannya. Mulai dari uang, saham, deposito, asuransi, bahkan hak property righ, juga bisa diwakafkan.

Semua itu, diakui oleh Susono yang akrab dipanggil Sony, masih belum banyak dikenal masyarakat. Untuk itu,me|alui Media Gathering dan Bincang Wakaf ini, yang melibatkan pa ra wartawan yang penuh semangat, serta kalangan penggiat atau semakin dikenalmasyarakat luas.



”Saya harap para hadirin akan bisa memberikan masukan daIam forum ini, bagaimaana mensosialisasikan program wakaf ini. Kami yakin, teman-teman wartawan Iebih faham, bagaimana mensosialisasikan wakaf ini,’ tegasnya.

Secara sederhana, wakaf itu semacam kita pelihara ayam. Ayam sebagai induk wakaf, harusterus dipelihara, tidak boleh dijual, apalagi disembelih. Tetapi harus dipelihara hingga bertelur.
Telur itulah yang bisa diserahkan kepada oran yang berhak menerimanya atau mauquf alaih.

Potensi wakaf di Negara kita dengan jumlah penduduk terbesar di dunia atau berwakaf uang, katalah Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah), maka waakaf uang yang terkumpul bisa mencapai Rp 2 trilyun dalam sebulan. Kalau rutin tiap bulan, dalam setahun bisa mencapai Rp 24 trilyun.

”Tetapi kemampuan masyarakat kita jauh lebih besar dari itu. Lima puluh ribu, seratus ribu, sekarang bukan uang besar. Saya bayangkan, kalau potensi itu jadi kekuatan riil, wakaf kita bisa ratusan trilyun. Itu bisa jadi kekuatan ekonomi nasional yang luar biasa,” kata Sony sebagai Husoli = humas, sosialisasi dan literasi di Badan Wakaf Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes