partner

partner

*Pengancam Jokowi Ingin Nikah*



Jakarta, radarindonesia.com

Tersangka yang mengancam memenggal Kepala Presiden Joko Widodo, HS (25), berharap Penyidik Polda Metrojaya memfasilitasi Pernikahan dirinya dan Kekasihnya AA dirumah Tahanan Polda Metrojaya.

Kuasa Hukum HS,  dari Ikatan Advokat Muslim Indonesia ( IKAMI ) Sugiyarto Atmowidjoyo mengatakan, Surat Ijin Pengajuan Pernikahan itu telah dilayangkan kepada Penyidik pada 10 Juni 2019 lalu.

"Ada dua point dalam Surat itu. Pertama, Permohonan Penangguhan Penahanan. Dan point yang kedua, kalau point pertama tidak dikabulkan, kami minta diberikan waktu untuk HS bisa menikah (mengucapkan Ijab Qobul) di tahanan." kata Sugiyarto Atmowidjoyo saat di temui di Pengadilan Negri Jakarta Selatan, Rabu (26/6)

Kendati demikian, Penyidik Polda Metro Jaya belum memutuskan Permohonan Penangguhan Penahanan atau Ijin Pernikahan yang diajukan, " Sampai sekarang belum ada tanggapan (dari Polda Metro Jaya ) ujarnya.

Saat disinggung tentang masa Penahanan HS, Sugiyarto mengatakan bahwa Masa Penahanan HS telah diperpanjang selama 40 hari yang berlaku sejak 4 Juni hingga 11 Juli 2019.

"Sekarang kan sudah ditahan selama 20 hari Penahanan Pertama. Kemudian, sudah dilakukan Perpanjangan Penahanan selama 40 hari".

Ia berharap, Penyidik Polda Metro Jaya segera melengkapi berkas perkara HS untuk dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi DKI.

" Saya meminta kepada Penyidik agar Berkas Perkaranya HS  segera dinaikkan (ke Kejaksaan ) agar Perkara HS  disidangkan. Kemudian kita bisa membuktikan bahwa sangkaan Makar yg disangkakan terhadap HS itu apakah  memenuhi Unsur suatu tindak pidana Makar atau Tidak".

Di konfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan, Perpanjangan Masa Penahanan HS tersebut telah sesuai aturan KUHAP.
"Iya benar, masa penahanan (HS) diperpanjang. (Alasan perpanjangan masa penahanan) sesuai KUHAP.

Sebelumnya, HS di tangkap di Perumahan Metro Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019).

HS diduga melontarkan ancaman untuk memenggal Kepala Presiden Joko Widodo saat melakukan aksi demo di depan Gedung Bawaslu, Jalan Thamrin  pada Jum'at (10/5/2019) siang.

Akibat Perbuatannya, HS dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP tentang Tindak Pidana Makar dengan Ancaman Hukuman Mati atau setidaknya 20 Tahun Penjara.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes