partner

partner

ARJ (Aliansi Relawan Jokowi) 



Jakarta, 22 Agistus 2019, radarindonesia.com


Melihat kondisi Situasi terakhir ini yg membuat seluruh anak bangsa prihatin, tentunya sebagai anak bangsa, kami harus ikut memberi pandangan yg baik agar dapat membantu pemerintah dan masyarakat utk saling bahu membahu memberi kontribusi positif agar tidak terjadi Iagi hal-hal kejadian seperti di Papua.



Maka dengan ini kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah tersulut provokasi dalam bentuk apapun yg terjadi beberapa hari Ialu. Bisa jadi kemungkinan Kondisi saat ini tidak lepas dari adanya pihak lain yg memang tidak menginginkan pemerintah bekerja dgn maksimal sehingga memberi kesan agar pemerintahan hari ini terlihat lemah.



Kami sangat percaya aparat hukum dapat bertindak cepat, tepat dan lugas dapat bekerja sesuai fungsi dan tanggung jawabnya,agar tidak ada Iagi anak bangsa yg tercederai perasaannya karena kita harus tetap sadar bahwasanya kita adalah anak bangsa yg lahir dari satu rahim yaitu lndonesia. 0leh karena itu kami menyatakan pendapat sbb.. :

 1. Polri segera melakukan tindakan secara persuasif sehingga tercipta suasana kondusif. 

2. Meminta semua Aparat Pemerintahan melakukan kordinasi antar lembaga agar dapat segera menurunkan gejolak sosial di masyarakat.

3. Meminta Lembaga Intelejen Negara bertindak cepat agar dapat menangkap aktor intelektual di belakang ini semua.

4. Mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat adat untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap saling membina kerukunan masyarakat Mari kita satukan hati kita untuk berbuat yg terbaik bagi bangsa kita, demi anak cucu kita.

5. Kami semua juga sudah mendengar pesan pemimpin bangsa kita sebagaimana pesan bapak jokowi yg kami percaya bahwa masyarakat Papua yang memang merupakan masyarakat yg sabar dan sangat menjaga hubungan antar masyarakatnya sangat ingin satu perdamaian satu kesatuan hati baik antar penduduk lokal maupun antar anak bangsa dan kami yakini mereka sangat mendengar pesan bapak presiden kita.

6. Kami percaya bahwa bapak jokowi akan terus membangun masyarakat wilayah timur agar adanya keseimbangan dengan wilayah barat.

7. Momentum dimana agar seluruh anak bangsa tanpa memandang dari mana asal usulnya haruslah kita saling menghormati sebagaimana pesan pendahulu-pendahulu kita yg sudah berjuang sehingga Indonesia dapat menjadi negara yg dihormati oleh bangsa-bangsa Iain.

8. Kita harus bangga karena sampai saat ini kita dikenal sebagai bangsa yang mempunyai kesopan santunan yang sangat dikagumi oleh negara-negara lain, jadi jangan pernah memberi kesempatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk merusak bangsa yang hebat ini. Demikian pernyataan sikap kami dari bagian anak bangsa Indonesia. Damailah Indonesia ku, ujar Tunas Nasution sebagai ketua Yayasan Shalom Internasional.

KULIAH KERJA KEJUANGAN PERWIRA MAHASISWA DIKREG SESKOAL ANGKATAN KE-57 KUNJUNGI MONUMEN PANCASILA SAKTI 



Seskoal, 21 Agustus 2019, radarindonesia.com


Sebanyak 150 Perwira Mahasiswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-57 TA.2019 yang terdiri dari 138 Perwira Menengah TNI AL, 2 (dua) TNI AD, 2 (dua) TNI AU dan 8 (delapan) Perwira Mancanegara dari Jepang, Australia, Pakistan, Singapura, India, Malaysia, Republik Korea dan Thailand, melaksanakan Kuliah Kerja Kejuangan dengan mengunjungi Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (21/8). 



Kuliah Kerja Kejuangan dengan tema “Melalui Kuliah Kerja Kejuangan di Monumen Pancasila sakti, Kita Tingkatkan Semangat dan Kesadaran Akan Pentingnya Nilai-nilai Kejuangan TNI Dalam Rangka Melanjutkan Pembangunan Nasional” dipimpin oleh Wakil Komandan Seskoal Laksamana Pertama TNI Tatit Eko W., S.E., M.Tr (Han) didampingi Direktur Pendidikan (Dirdik) Seskoal Kolonel Laut (P) Imam Musani, S.E., M.Si., Kepala Departemen Kejuangan (Kadepjuang) Seskoal Kolonel Laut (P) Sunarno Adi, S.M., beserta Patun dan Dosen Seskoal.



Setibanya di Monumen Pancasila, rombongan Seskoal diterima langsung Wakil Kepala (Waka) Pusat Sejarah (Pusjarah) TNI Kolonel Infantri Djody Setiawan, S.Sos., M.A didampingi Kepala Monumen Pancasila Sakti Letkol Caj (K) Winarsih dan langsung menuju Ruang Teater untuk menerima ucapan selamat datang dari Wakapusjarah TNI sekaligus menyaksikan Pemutaran cuplikan film G30 S/PKI.




Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D.,dalam amanat tertulis yang dibacakan Wadan Seskoal Laksamana Pertama TNI Tatit Eko W., S.E., M.Tr (Han) mengatakan bahwa Seskoal merupakan lembaga pendidikan pengembangan umum tertinggi di lingkungan TNI AL yang berperan dan bertugas untuk mendidik, membekali dan mengembangkan kemampuan para Perwira Mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang mampu menjadi pemikir, perencana strategi pertahanan Negara dan pelaksana di laut.



Sebagai calon pemimpin, para Perwira Mahasiswa harus memiliki wawasan yang luas dari berbagai disiplin ilmu. Terkait dengan hal tersebut,kepada para Perwira Mahasiswa diberikan materi pelajaran yang salah satunya adalah bidang studi kejuangan dengan metode teori dan praktik kuliah kerja lapangan. 


Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., berharap agar Perwira Mahasiswa dapat menumbuhkan pemahaman, semangat dan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kejuangan TNI terhadap persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, meneladani perjuangan para Pahlawan Revolusi dalam mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara.


Sehingga kedepannya, diharapkan Perwira Mahasiswa mampu menerapkan nilai-nilai kejuangan TNI dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka melanjutkan pembangunan nasional sehingga dapat dijadikan bekal dalam penugasan nanti. 



Acara dilanjutkan dengan Tour Monumen yang dipandu oleh Staf Monumen Pancasila Sakti ke beberapa tempat yang berada di Kompleks Monumen yaitu Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), Sumur Maut, Rumah Penyiksaan, Pos Komando, Dapur Umum, dan Museum Paseban.

HUBUNGAN BILATERAL AUSTRALIA – INDONESIA PADA KULIAH UMUM PERWIRA MAHASISWA DIKREG SESKOAL 


Seskoal, 20 Agustus 2019,radarindonesia.com 



Menjalin hubungan yang sangat kuat, erat dan produktif antar dua negara yang mempunyai dua kepentingan yang sama merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk menjalin kerjasama bilateral antara Australia dengan Indonesia.



Seperti halnya materi Kuliah Umum yang disampaikan Atase Pertahanan Australia Brigjen Justin Roocke dan Atase Laut Australia Kolonel Mattew Brown kepada para Perwira Mahasiswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-57 TA.2019 bertempat di Kelas A Gedung R.E. Martadinata Seskoal Cipulir Jakarta, Selasa (20/8).


Australia dan Indonesia merupakan negara tetangga yang sama-sama mempunyai batas maritim yang terpanjang sehingga perlu diamankan dari ancaman, tantangan, hambatan gangguan dari negara lain. Dengan kawasan yang sangat dinamis, kedua-duanya ada kepentingan dalam kegiatan maritim, yaitu pergerakan perdagangan dan penanaman, serta melaksanakan operasi untuk mencegah terorisme dan penyelundupan manusia.



Atase Pertahanan Australia Brigjen Justin Roocke dan Atase Laut Australia Kolonel Mattew Brown dalam kunjungannya kali ini disambut hangat Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Dr.Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., didampingi Wakil Komandan Seskoal Laksamana Pertama TNI Tatit Eko W., S.E., M.Tr (Han), Direktur Pendidikan (Dirdik) Seskoal Kolonel Laut (P) Imam Musani, S.E., M.Si., dengan beberapa pejabat utama Seskoal lainnya untuk memberikan pembekalan pada kuliah umum Perwira Mahasiswa Dikreg Seskoal Angkatan ke-57 TA.2019 tentang kebijakan luar negeri Australia dan Kebijakan Pertahanan Australia serta Hubungan bilateral Australia– Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan dalam pemaparan materi kuliahnya bahwa Lingkungan kerjasama Internasional Militer/Pertahanan, akan mengutamakan kontra terorisme, keamanan maritim, penanggulangan bencana alam, operasi perdamaian serta intelijen yang melingkupi Latihan bersama, pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel, dan kursus Bahasa Inggris yang akan menciptakan pendekatan berdasarkan kesepahaman.


Satu hal yang sangat penting dikatakan oleh Brigjen Justin Rooke tentang Papua yang menjadi kebijakan pemerintah Australia adalah sangat mendukung Papua merupakan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).



Dalam penerimaan mata kuliah kali ini, para Perwira Mahasiswa sangat antusias dengan dibuktikan banyaknya pertanyaan saat diskusi berlangsung. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cindera mata dan foto bersama.

TNI AL Launching 1 Unit Kapal PC-40M di Banten


TNI Angkatan Laut meluncurkan (Launching) 1 unit Kapal jenis PC-40 Meter yang diresmikan Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Moelyanto, di Halte Slipway PT Caputra Mitra Sejati, Cilegon, Banten, Rabu (21/8).
           
Aslog Kasal dalam sambutannya antara lain  mengatakan bahwa pembangunan PC-40 Meter memiliki makna yang sangat strategis bagi industri pertahanan nasional di mana hal ini telah dibuktikan oleh PT Caputra Mitra Sejati yang telah berhasil dan mampu diandalkan dalam pengembangan teknologi industri pertahanan bagi kepentingan nasional. Selain itu, keberhasilan ini merupakan salah satu solusi kongkrit bagi kebijakan industri pertahanan dari negara lain terkait dengan pengadaan Alutsista TNI AL.


 “Pembangunan Kapal ini juga merupakan manifestasi penting dari kebijakan dasar pembangunan TNI AL menuju kekuatan pokok minimum dan diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI AL dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai komponen utama pertahanan negara di laut”, kata Aslog Kasal.

Peluncuran Kapal jenis PC-40 Meter ini ini secara resmi ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Aslog Kasal, dan untuk pertama kalinya kapal ditarik winch slipway keluar dari Dock ke atas air dengan diiringi Mars TNI AL ”Jalesveva Jayamahe”.




Rangkaian seremonial pembangunan Kapal Perang meliputi First Steel Cutting, Keel Laying, Shipnaming, Launching, Delivery dan terakhir Pengukuhan KRI.


Kapal jenis PC-40 Meter memiliki panjang keseluruhan 45,5 meter, dengan lebar terbesar 7,9 meter dan tinggi tengah kapal 4,2 meter serta sarat air 1,8 meter . Adapun kecepatan maksimum 24 knot, dengan kecepatan jelajah 17 knot dan kecepatan ekonomis (patroli) 15 knot.

FILM HOROR RITUAL 


Jakarta, radarindonesia.com 


Scream Film bekerjasama dengan Golwind Entertainment mempersembahkan sebuah film karya Findo Purwono berjudul RITUAL. Dalam kehidupan sehari-hari sangat familiar dengan lstilah RITUAL dan sebagian kecil masyarakat Indonesia terutama masih melakukan itu, atas dasar itulah film RITUAL diangkat dalam layar lebar.


Findo Purwono HW sebagai sutradara yang sudah mempunyai segudang pengalaman mengemas film RITUAL secara apik dan enak untuk di tonton sehingga menonton film ini tidak terasa 82 menit telah dilalui. Film RITUAL akan tayang di bioskop mulai 22 Agustus 2019 di seluruh Indonesia Sinopsis Sepasang suami isteri, Peter (45) dan Jenny (43) dan anak perempuan mereka Lisa (25) dan juga kekasihnya Michael (25) sedang siap-siap untuk ber long weekend berempat. 



Mereka rencana bercamping di sebuah daerah terpencil dan sepi banget di luar Jakarta. Dalam perjalanan, terjadi kecelakaan. Karena mereka berada di tengah hutan yang sepi dan hujan akan turun mereka mencoba mencari tempat untuk berteduh dan akhirnya menemukan sebuah rumah dimana anak yang menghuni rumah tersebut sempat meninggal dan lalu di hidupkan kembali melalui proses Ritual. Ketika mereka berteduh di rumah itu, banyak kejadian aneh muIai terjadi di dumah ini. 


Mulai dari mimpi-mimpi buruk yang di alami Michael dan terror-teror yang di alami Lisa. Setelah mencari petunjuk dan melihat album foto di dalam rumah itu , Peter baru sadar kalau anak itu ternyata adalah iblis dan keluarganya dalam masalah.



Pemain : - Salshabilla Adriani sebagai Lisa. - Richelle Georgette Skornicki sebagai Anna. - Ferry Ardiansyah sebagai Peter. - Alzi Markers sebagai Michael. - Hendrayan sebagai Faisal. - Defwita Zumara sebagai Annisa. - Rheina Ipeh sebagai Jenny. - Agus Wibowo sebagai Sahid.

Bakamla RI Dukung Aksi Menghadap Laut di Tiga Wilayah Zona Maritim



Jakarta, 19 Agustus 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard), radarind


Bakamla RI dari wilayah zona Barat hingga Timur mendukung aksi Gerakan Menghadap Laut 2.0, Minggu (18/8/2019). Tiga wilayah Zona Maritim turut ambil bagian dalam kegiatan ini, yaitu Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Aceh di wilayah Zona Maritim Barat, Kantor Kamla Zona Maritim Tengah di Manado, dan SPKKL Kupang di wilayah Zona Maritim Timur.


SPKKL Aceh, salah satu stasiun pemantauan Bakamla RI yang berada di wilayah Zona Maritim Barat, turut serta mendukung Gerakan Menghadap Laut yang diadakan di Pantai Ujong Batee, Aceh Besar. Seluruh personel SPKKL Aceh turut serta dalam aksi bersih pantai dan laut serta perayaan kelimpahan hasil laut Indonesia. Selain Bakamla Aceh, ikut andil pula unsur pemerintah Aceh, unsur Kementerian/Lembaga lainnya, unsur pemerintah Kabupaten/Kota, unsur lembaga pendidikan, unsur lembaga non pemerintah, media, dan lainnya, yang mencapai ratusan peserta.


Kegiatan meliputi kampanye “Ayo Makan Ikan”, aksi bersih pantai, dan menghadap laut diiringi do’a dan shalawat. Adapula sesi perlombaan dan Fun Games merayakan HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, Gerakan Menghadap Laut di wilayah Zona Maritim Tengah yang berlangsung di Pantai Tumumpa Manado, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Tengah Bakamla RI Laksma Bakamla Drs. Bastomi Sanap, S.H., M.B.A, M.Hum.


Menurut Plt Kepala DKP Sulut Tienneka Adam, kegiatan ini dilaksanakan serentak disepanjang pesisir Indonesia. “Serentak di 74 lokasi di pesisir Indonesia, dan peserta yang terlibat sebanyak 74 ribu,” ujarnya. 


Harapannya, Gerakan Bersih Pantai dan Laut serentak di sepanjang pesisir di Provinsi Sulawesi Utara dapat membentuk terciptanya kebersamaan untuk membuktikan tekad dan komitmen untuk mendukung pembangunan daerah dan bangsa, antara lain menjaga kelestarian sumber daya hayati dan ekosistem laut serta mendukung pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara.


Selain Bakamla RI Zona Maritim Tengah, kegiatan yang dirangkaikan dengan Aksi Bersih Pantai dan Laut serta Perayaan Kelimpahan Hasil Laut Indonesia ini melibatkan Lantamal VIII Manado serta 129 Komunitas.


Sedangkan di wilayah Zona Maritim Timur, keikutsertaan Bakamla RI dalam Gerakan Menghadap Laut diwakili oleh SPKKL Kupang. Acara dimulai dengan pelepasan penyelam yang melakukan pengibaran bendera bawah laut, diikuti dengan pelaksanaan Upacara Menghadap Laut.


Adapun pelaksanaan upacara diwarnai dengan simbolis penyerahan cleaningpack yang menandai pembukaan acara Gerakan Menghadap Laut. Selanjutnya acara dirangkaikan pula dengan kegiatan bersih pantai dan laut di sekitar Pantai Pasir Panjang Kota Kupang, bersamaan dengan acara seafood festival.

Bakamla RI Tangkap Satu Kapal Timah dan Empat Kapal pengangkut BBM



Bangka Belitung, Senin 19 Agustus 2019 (Humas Bakamla RI/Indonesian Coast Guard/INDCG), radarindonesia.com


Operasi Khusus Bakamla RI dengan Kapal patroli KN Bintang Laut-401 berhasil mengamankan satu kapal Timah yang diduga melakukan kegiatan isap pasir timah tanpa dilengkapi dokumen Kapal dan empat kapal lainnya yang diduga mengangkut BBM ilegal di Perairan Bangka Belitung, Senin (19/08/2019). 


Pada saat diperiksa, Kapal Isap Pasir (KIP) sebelumya melakukan pengisian solar industri High Speed Diesel (HSD) dari kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB), hasil pemeriksaan sementara dokumen SPOB dan muatan minyak lengkap tetapi untuk dokumen KIP tidak lengkap.


Berdasarkan informasi dari masyarakat tentang aktivitas peredaran BBM ilegal di wilayah perairan Bangka Belitung, maka Tim Opsus Bakamla RI dengan dukungan KN Bintang Laut-401 yang dikomandani Mayor Bakamla Margono terus melaksanakan operasi di wilayah Bangka Belitung.



Dari hasil operasi tersebut berhasil menghentikan dan memeriksa dua kapal SPOB dan dua kapal Motor Tanker (MT). sementara itu dari hasil pemeriksaan awal kapal SPOB (T9) atas pengakuan nakhoda bahwa kapal mendapatkan minyak sebanyak 300 ton dari kapal tanker di Palembang tanpa dokumen yang sah.


Minyak kemudian dijual ke kapal KIP dan saat ini sisa minyak sebanyak 70 ton. Kemudian tim juga memeriksa kapal SPOB dengan hasil pemeriksaan awal kapal mengangkut minyak ilegal yaitu minyak CONG (minyak olahan masyarakat) dari pelabuhan tikus di Kubangan Jambi. Sisa muatan di kapal sebanyak 130 ton minyak.


 Tim khusus beroperasi kembali disekitar perairan Bangka Belitung, mengadakan penyelidikan dan pencarian dengan mendekati satu persatu kapal yang berada diperairan tersebut dan akhirnya kapal target ditemukan.



Selanjutnya tim melakukan pemeriksaan awal dan didapati kapal MT (BA) mengangkut minyak CONG sebanyak 20 ton. Saat pemeriksaan dokumen kapal tidak ada.


Tim khusus juga memeriksa kapal MT (AD15) yang mengangkut 350 ton minyak yang berasal dari olahan masyarakat dari Kubangan Jambi. Seluruh kapal hasil operasi di adhoc ke Belinyu Bangka guna pendalaman dan penyidikan lebih lanjut.

KULIAH KERJA IPTEK PERWIRA MAHASISWA DIKREG SESKOAL DI PUSLIT OSEANOGRAFI LIPI DAN PUSHIDROSAL



Seskoal,19 Agustus 2019, radarindonesia.com



Perwira Mahasiswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-57 TA. 2019 sebanyak 150 Perwira Mahasiswa terdiri dari 138 Perwira TNI AL, 2 Perwira TNI AU, 2 Perwira TNI AD dan 8 Perwira Mancanegara (Australia, Korea Selatan, India, Malaysia, Pakistan, Thailand, Singapura dan Jepang) melaksanakan Kuliah Kerja Ilmu dan Teknologi di Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) Jakarta, Senin (19/08).



Kegiatan dengan tema “Sinergi Lembaga Peneliti (LIPI) dan TNI AL dalam membina dan melestarikan potensi sumberdaya kelautan dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia” , bertujuan untuk meningkatkan wawasan Perwira Mahasiswa tentang perkembangan ilmu pengetahuan bidang oseanografi terkait potensi sumber daya kelautan serta menggali potensi sinergi antara Lembaga Penelitian (LIPI) dengan TNI/TNI AL dalam mendukung kegiatan penelitian, pengembangan, budi daya dan pelestarian sumber daya laut demi kelangsungan kehidupan bangsa di masa mendatang.


“Dengan pembekalan mengenai riset dan hasil studi LIPI kelak para Perwira Mahasiswa Dikreg Seskoal diharapkan lebih peduli terhadap ekosistem biota laut dan ancamannya dari sampah plastik”, ujar Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D. 




Sementara itu Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Augy Syahailatua menyambut baik kerjasama dengan Seskoal dalam mendukung terhadap keberlangsungan Ekosistem hayati perairan Indonesia.“Kami menyampaikan hasil penelitian dari ekspedisi pulau-pulau terluar di Indonesia terkait masalah sampah plastik serta perubahan iklim yang saat ini menjadi isu utama yang dihadapi ekosistem laut di Indonesia maupun dunia Internasional”, ujar Augy. 



Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab serta penyerahan cindera mata dilanjutkan kunjungan ke beberapa Laboratorium di Pusat Penelitian Oseonografi LIPI- Ancol Jakarta.


Seusai dari Pusat Penelitian Oseonografi LIPI- Ancol Jakarta, Komandan Seskoal dan rombongan berlanjut kunjungan ke Pushidrosal yang disambut hangat oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H.,M.H.



Saat kunjungan ke Pushidrosal,para Perwira Mahasiswa disuguhkan dengan berbagai informasi tentang perkembangan Iptek Hidro dan Oseanografi serta aplikasinya dalam mendukung proses penyusunan rencana strategi pertahanan Negara di laut.



Selain itu, para pasis juga harus dapat memahami proses produksi pemetaan dan memahami penerapan teknologi dalam mendukung produk-produk berbasis digital yang merupakan tuntutan dalam era revolusi industry 4.0 di bidang kemaritiman.


Turut hadir Direktur Pendidikan (Dirdik) Seskoal Kolonel Laut (P) Imam Musani, S.E., M.Si., Kepala Pusat Olah Yudha (Kapusoyu) Seskoal Kolonel Laut (P) Benny Febri, Kaopsjar Seskoal Kolonel Laut (P) Yanu Madawanto, Kepala Departemen Bidang Ilmu dan Teknologi (Kadep Iptek) Seskoal Kolonel Laut (T) Ferdy Hendarto Susilo, S.T., M.T., Para Patun Dosen Seskoal dan Para Pejabat Utama Pushidrosal serta tamu undangan lainnya.

Dinamika Geopolitik Keamanan Maritim Meningkat, Penguatan Bakamla RI Sebuah Keniscayaan Honolulu



Honolulu, Hawaii, 18 Agustus 2019 (Humas Bakamla RI / PR IDNCG), radarindonesia.com 


“Siapa yang dapat mengendalikan Laut China Timur dan Laut China Selatan akan mendominasi Asia. Siapa yang mendominasi Asia akan mengendalikan dunia”.


Hal tersebut disampaikan plh Dirkerma Bakamla RI Kolonel bakamla Salim saat melaksanakan diskusi dengan materi Geoplitic Dynamics in the Maritime Domain pada kursus “a Comprehensive Maritime Security Cooperation Course,”Honolulu, Hawaii Amerika Serikat, kemarin.


Dua teori yang dibahas melatarbelakangi pembahasan tersebut adalah teori AT Mahan dan Nicolas J. Spykmen. Ambisi China dan Pembangunan Kekuatan Maritim. Dunia pada saat ini dihadapkan pada teori Nickolas J. Spykman yaitu siapa yang mengendalikan Rimland Euroasia akan mengendalikan laut dan akan mengontrol dunia, kita tahu bahwa pada tahun 2016 China menguasai perdagangan dunia 21.4 % dan lebih besar 51 % di Asia serta menguasai 30% perkapalan minyak dunia.


Lompatan pembangunan kekuatan maritim China meliputi; pembangunan supremasi angkatan laut pada tahun 2010 mengubahnya menjadi laut pedalaman; China akan memastikan supremasi angkatan laut dalam tahap kedua pada tahun 2020, dan pada tahun 2040 China akan memiliki kekuatan maritim untuk menahan dominasi Angkatan Laut AS di Pasifik dan Samudra Hindia.


Lompatan dan ambisi China untuk menguasai dunia dapat dilihat dari konsepOne Belt, One Roadatau Belt Road Initiativeserta dengan melihat pernyataan para pemimpin China berturut-turut dengan tahapan “Constructing a maritime great power (海洋强国) is an important historic task.” Jiang Zemin, 2000. “Resolutely safeguard China’s maritime rights and interests, and build China into a maritime great power (海洋强国).” Hu Jintao,2012. “We will pursue coordinated land and marine development and step up efforts to build China into a maritime great power(海洋强国).” Xi Jinping, 2017.


Pembangunan kekuatan maritim China saat ini hampir akan melebihi kekuatan Amerika Serikat di Kawasan Pasifik. Begitupula dengan meningkatnya perekonomian negara-negara Kawasan khususnya ASEAN, apakah hanya sebagai Cooperation atau Competition? Dalam kontek Capacity Building dan kerjasama akan memunculkan pentingnya Information Sharing maupun Intelijen exchange dalam suatu Maritime Domain Awareness yang dapat mengintegrasikan antar Agency dan dapat berkolaborasi dengan negara kawasan maupun International Agency.


Untuk menjawab tantangan kemanan maritim yang mengedepankan Maritime Law Enforcement, Indonesia harus memperkuat keberadaan Badan Keamanan Laut RI sebagai leading sector dalam pembangunan Command Center dan Surveillance.


Meningkatnya issue keamanan maritim khususnya di Laut China Selatan harus dihadapai dengan cermat, memerlukan perhatian khusus dan seharusnya telah dimasukkan dalam rencana panjang pembangunan kekuatan maritim negara-negara kawasan Laut China Selatan terutama yang berbatasan langsung dan terlibat dalam claimant states. Peningkatan tantangan keamanan mariitim dikawasan yang dipicu oleh eskalasi konflik di Laut Chiina Selatan beberapa dekade kedepan tidak bisa dihindari lagi.


Faktor pemicu konflik ntara lain pertama, Maritime Coercion yang dilakukan oleh China, mulai dari Claim wilayah yang digunakan untuk membangun pangkalan militer, penggunaan Maritime Militia dan IUU fishing. Kedua, Armed robbery pada dua sisi, dari Selat Malaka meskipun sudah redah dan dinyatakan tidak ada namun sewaktu-waktu masih muncul perampokan terhadap kapal niaga di selat singapura, sisi lain dari Selat Sulu baik armed robbery maupun penculikan yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf. Ketiga laut China Selatan sebagai arena peredaran Narkoba dari China atau Taiwan kearah negeri-negeri selatan yang sebagian  besar peredarannya menggunakan kapal ikan.


Penguatan Badan Keamanan Laut RI Bakamla RI sebagai lembaga negara yang bersifat Single Agency Multi Tasks yang telah mengemban Fungsi Coast Guard bertanggung jawab dalam keamanan dan keselamatan di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia pada masa damai serta sebagai komponen cadangan pertahanan negara di laut yang ikut bertugas untuk mempertahankan kedaulatan negara dan melindungi kepentingan nasional pada masa perang.


Untuk menjawab tantangan diatas Bakamla RI harus mampu mewujudkan pembangunan National Maritime Security System  yang mampu menyinergikan seluruh stake holder keamanan maritim serta mampu memberikan data-data yang diperlukan untuk kepentingan; Fisheries,Transportation/Shipping,Security maupun Safety.


Pembanguan Information Fusion Center memerlukan dukungan dari semua pihak dan ketulusan dari stakeholder yang ada untuk mewujudkan Indonesia Maritime Domain Awareness yang dapat diakses realtime, berguna dan tangguh di Kawasan, bahkan mampu untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh kepentingan dunia Internasional.  Laut China Selatan hanyalah sebagai teste the water bagi China tujuan utamanya adalah mandala selanjutnya yaitu Samudera Hindia.


Oleh karena itu diperlukan penempatan Surveillance yang tepat dan benar untuk mendeteksi jalur-jalur bagi kapal Selam, kapal tempur permukaan maupun pesawat tempur udara yang melintas wilayah NKRI. Selama ini kita tidak memikirkan bahwa mereka tidak akan melintasi jalur pelayaran yang semestinya khususnya bagi kapal selam, namun menggunakan wilayah-wilayah yang memiliki laut paling dalam untuk menghindari Survellance Detection kita.


Menjawab tantangan yang begitu besar terhadap keamanan maritim diwilayah NKRI yang memiliki 4 Choke point penting dari 9 Choke point dunia, 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia, Border Sharing wilayah perairan dengan 10 negara tetangga, Sumber Daya alam yang melimpah khususnya di wilayah-wilayah perbatasan dan Indonesia terletak pada ring of fire dunia yang memerlukan pemantauan dengan menggunakan Big Data dan Data Analysis yang tepat tiap saat.


Pembangunan kemampuan Kodal dan surveillance Bakamla RI akan dikembangkan dengan memadukan antara human intelligence dan penggunaan teknologi. Dalam hal penggunaan teknologi, Bakamla RI ke depan harus mengembangkan Intelligent and Integrated Border Surveillance yang memanfaatkan big data.


Pemanfaatan big data merupakan keniscayaan di masa kini dan di masa depan, karena big data akan membantu mengolah data sebelum pengambilan keputusan dilakukan oleh manusia.


Dalam rangka mendukung Indonesia Sea Traffic (Inter Country Collaboration), Bakamla RI akan membangun sistem pengamatan dan pengintaian yang terdiri atas Puskodal Bakamla di Mabes Bakamla, yang akan didukung oleh beberapa Puskodal regional di beberapa wilayah perairan di sepanjang ALKI.


Puskodal Bakamla mengendalikan operasi yang dilaksanakan oleh pesawat berawak, pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV), jaringan stasiun pengamatan pantai yang dilengkapi dengan peralatan sensor seperti radar pengamatan pantai dan Electro Optics/Infra Red(EO/IR), kapal patroli Offshore Patrol Vessel (OPV)yang mampu melaksanakan Maritime Interdiction Operations(MIO) dan Rigid Hull Inflatable Boat(RHIB) yang pula mampu melaksanakan MIO. Pada setiap Coastal Surveillancememiliki kemampuan Surveillance, Pencegahan maupun Penindakan.


Keberhasilan pembangunan tersebut tidak hanya untuk meningkatkan Indonesian Maritime Domain Awareness, meningkatkan kerjasama antar instansi kemaritiman namun juga sebagai kerjasama kolaborasi antar negara di Kawasan ASEAN maupun Internasional dalam menghadapi ancaman maritim.


Urgensi pembangunan National Maritime Security System tersebut diperlukan tidak hanya percepatan pengesahan UU Keamanan Laut akan tetapi Political Will dari Pemerintah Indonesia yang kuat.


Role Model ini juga akan digunakan oleh negara-negara kawasan dalam rangka enhanching maritime security awarenessmaupun enhancing maritime security cooperation.

Bendera Merah Putih Berkibar Di Kapal Nelayan Sambas




Sambas, 17 Agustus 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard), radarindonesia.com

Bendera Merah Putih dipasang di sejumlah kapal nelayan Pemangkat Sambas yang menandai Peringatan HUT Ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Sambas Bakamla RI turut serta dalam pemasangan bendera secara simbolis ke salah satu kapal nelayan, kemarin.


Bendera dipasang di 40 kapal nelayan, diberikan oleh Bhabinkamtibmas Desa Pemangkat kota. Acara dihadiri Camat Pemangkat Slamet Ryadi, S.H., Bhabinkamtibmas Desa Pemangkat Kota Brigpol Tri Kurnia Setiawan, S.H.,M.H. , SPKKL Sambas Bakamla RI/IDNCG Lettu Bakamla Nur Rachman, S.Kom, Serma Bakamla Octa Musfawanty, A.Md., dan Serka Bakamla Dinda Wiladea, Danposmat TNI AL Pemangkat Peltu BAH Bimo, A.K. beserta anggota, Koordinator Satwa SDKP Sambas Subagyo, dan masyarakat nelayan di Banjar Kuala Pemangkat.


Momen tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menghimbau masyarakat nelayan agar selalu mentaati aturan dan menjaga keselamatan dalam melaut. Yang tak kalah pentingnya adalah untuk selalu menjalin silaturahmi dengan instansi terkait, khususnya karena masyarakat nelayan adalah mitra Bakamla RI yang dapat turut serta menjaga keamanan dan keselamatan di laut.


Acara peringatan hari kemerdekaan diwarnai pula dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh peserta kegiatan yang hadir.

Bakamla RI/IDNCG Peringati HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di Gedung Perintis Kemerdekaan Jakarta



Jakarta, 17 Agustus 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard), radarindonesia.com




Gedung Perintis Kemerdekaan di Jalan Proklamasi, di halaman gedung bersejarah inilah Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) memperingati HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8/2019).


Meski dalam suasana hari libur, dengan seragam kebanggaan lengkap melekat di badan seluruh personel anggota Bakamla RI/IDNCG dengan semangat dan khidmat mengikuti jalannya Upacara Peringatan ke-74 Hari Kemerdekaan RI.



Tidak kurang dari 500 orang anggota Bakamla RI mengikuti upacara yang dipimpin oleh Direktur Operasi Udara Maritim Laksma Bakamla Guntur Wahyudi. Dalam amanat Kepala Bakamla RI yang dibacakan oleh Laksma Guntur selaku Inspektur Upacara dikatakan bahwa upacara ini adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemerdekaan Bangsa Indonesia, serta rasa hormat dan penghargaan kepada para pahlawan bangsa. Diamanatkan juga, walaupun dihadapkan pada tantangan tugas yang berat dan kompleks dengan dukungan sarana dan prasarana yang sangat terbatas, namun segenap personel Bakamla RI akan selalu teguh mengawal komitmen dan tujuan mulia didirikannya Bakamla RI.


Dalam momentum hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia ini, Kepala Bakamla RI mengajak seluruh personel Bakamla RI untuk merapatkan barisan memberikan yang terbaik kepada negara dan bangsa, khususnya bagaimana memaksimalkan pelaksanaan tugas pokok patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.


Akhirnya seluruh amanat yang merepresentasikan semangat pimpinan tertinggi Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R ini dituangkan dalam harapannya, agar personel di jajaran Bakamla RI tidak akan pernah mengendorkan semangatnya.



“Jadikan peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan ini menjadi tonggak baru, untuk membangun kesatuan langkah menuju Bakamla RI sebagai Indonesian Coast Guard, institusi keamanan dan keselamatan laut yang handal, modern, dan berkelas dunia” arahan Kepala Bakamla RI menutup amanatnya.

SPKKL Karangasem Bakamla RI Menerima Kunker Satpolairud Polres Karangasem Bali



Bali, 16 Agustus 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard), radarindonesia.com


Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Karangasem Bakamla RI/IDNCG menerima kunjungan kerja Satuan Polairud Polres Karangasem, di Kantor SPKKL Karangasem, Bali, Jumat (16/8/2019). Lettu Bakamla Kadek Lis Martiaveni, S.Pd., M.AP. menyambut hangat kunjungan kerja yang dipimpin oleh Kasat Polairud Iptu I Gst A. Bagus Suteja, SI.P bersama Kanit Gakkum Aiptu I Wayan Udiana, SH, Ps., Kanit Harwat Aiptu I Komang Singkiryasa dan Ps. Kanit Patroli Aiptu I Gst Lanang Gede tersebut.


Iptu Bagus mengatakan, kunjungan dilaksanakan untuk melakukan koordinasi dengan Bakamla RI, dalam hal ini adalah SPKKL Bali sehubungan dengan keamanan laut wilayah hukum Polres Karangasem, khususnya keamanan laut bagi nelayan.


Secara jelas dibahas pada pertemuan tersebut, bahwa para nelayan saat melakukan aktifitas menangkap ikan di perairan laut membutuhkan kelengkapan sarana kontak misalnya handphone. Sarana ini dibutuhkan untuk memberikan informasi sesegera mungkin apabila ada kejadian atau permasalahan di laut, misalnya kejadian mesin jukung mati atau rusak karena cuaca gelombang besar.


Tidak menutup kemungkinan adanya perompak laut serta adanya perebutan zona penangkapan ikan yang mana bisa terjadi adanya nelayan dari Lombok menangkap ikan di Perairan Karangasem. Selain itu dapat ditemui pula kegiatan menangkap ikan dengan menggunakan alat bantu berupa bom ikan dan juga potasium sehingga berdampak bagi keamanan nelayan itu sendiri apabila terjadi perselisihan saat menangkap ikan. 



Pertemuan juga membahas jalinan sinergitas antara Sat Polairud Polres Karangasem dengan Bakamla Karangasem baik dalam bentuk latihan bersama (menyelam/SAR), ataupun melibatkan Bakamla RI dalam Patroli Laut.


Sebagai bentuk kerja sama antar instansi dapat pula dilakukan aktivitas sambang pesisir masyarakat nelayan di wilayah hukum Polres Karangasem, sehingga dapat terjalin sinergitas yang baik. Semua itu dilakukan dalam upaya menciptakan situasi tetap aman dan ketertiban masyarakat dipesisir tetap terjaga dan kondusif, ujar Iptu Bagus Suteja. 


Menanggapi hal itu, Lettu Kadek Lis menyatakan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kunjungan tersebut, harapannya agar sinergritas antar Instansi terkait tetap terjalin dengan baik.

Bakamla RI/IDNCG Kunker Ke Pusdal PSDKP Jakarta



Jakarta, 16 Agustus 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard), radarindonesia.com


Direktur Data dan Informasi Bakamla RI/IDNCG Laksma Bakamla Dwi Aris Priyono, S.T.,melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pengendalian (Pusdal) PSDKP – KKP dalam rangka membahas rencana kerja sama dan pertukaran informasi antara Puskodal Bakamla RI/IDNCG dengan Pusdal PSDKP, di Kantor KKP Gedung Mina Bahari, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019).



Pertemuan berlangsung antara Laksma Aris yang didampingi Kepala Kantor Pengelolaan Informasi Marabahaya Laut (KPIML) Kolonel Bakamla Ferry Johansyah, Kasubdit Dukopsla Kolonel Bakamla Joni Junaedi, dan Kasie Pemantauan Data dan Jaringan Mayor Bakamla Lukman Nur Hakim, dengan Kepala Seksi Pengendalian I Pusdal PSDKP.


Dalam pertemuan itu dibahas tentang keberadaan Bakamla Integrated Information System (BIIS) berbasis web (web based) yang disediakan Bakamla RI untuk mengakomodir kebutuhan pengintegrasian system monitoring dan pertukaran informasi. Bakamla RI juga sudah menyiapkan tempat dan perlengkapan Liasion Officer (LO) untuk ditempatkan di Puskodal Bakamla.


Terkait hal tersebut, PSDKP menyatakan siap membantu pengintegrasian system monitoring ke Bakamla RI dan siap berbagi data yang dibutuhkan Bakamla RI/IDNCG melalui akses system monitoring yang telah terintegrasi, diantaranya berkaitan dengan Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI), analisa overlay dengan data citra radar, dan pengecekan terhadap perizinan kapal-kapal.

Poksimar, Perpanjangan Tangan Bakamla RI/IDNCG di Pesisir Jakarta



Jakarta, 16 Agustus 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard), radarindonesia.com 


Kelompok Potensi Maritim (Poksimar) dari Desa Maritim Balansiku merupakan kepanjangan tangan Bakamla untuk memberikan informasi adanya kegiatan ilegal di wilayah Perairan Sebatik dan sekitarnya. Melalui Poksimar diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kemandirian masyarakat pesisir.


Hal itu dijelaskan secara gamblang oleh Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri Kolonel Bakamla Eli Susiyanti, S.H., M.H., M.M. saat memberikan sosialisasi keamanan dan keselamatan laut untuk Desa Maritim Balansiku, Kec. Sebatik, Kab. Nunukan, Rabu (14/8/2019).


Dikatakannya, bahwa masyarakat pesisir dan perbatasan merupakan mitra Bakamla RI yang dapat berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut. Hal itu karena adanya peran pro aktif masyarakat pesisir akan mampu mengidentifikasi indikasi tindak pidana di laut dan pesisir, apabila mau melaporkan hasil temuannya secara cepat ke apparat/petugas terkait.



Selain itu, Kolonel Eli juga menghimbau agar masyarakat tidak melibatkan diri dalam membantu tindak pidana, dan atau tidak dengan sengaja melakukan pelanggaran/tindak pidana. Pada kegiatan ini Bakamla menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan pemahaman kepada masayarakat tentang bahaya narkoba melalui sosialisasi yang disampaikan oleh Kepala Seksi P2M BNN Kab. Nunukan Murjani Shalat, S.E. Dijabarkannya tentang potret permasalahan narkoba di Indonesia, serta jalur peredaran narkoba Klabakan – Nunukan.


Dikatakan bahwa jumlah pengguna narkoba tahun 2016 sebanyak 6,4 juta orang, dengan peredaran melibatkan jaringan internasional. Dijelaskan pula tentang daya rusak narkoba, menyebabkan kerugian jiwa dan materiil dan menjadi penyebab melemahnya ketahanan nasional serta merusak jati diri bangsa. Terkait upaya P4GN, masyarakat dihimbau untuk berperan serta melaporkan kepada pejabat berwenang atau BNN jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran gelap narkotika dan precursor narkotika.


Bukan hanya menggandeng BNN, dalam kegiatan fasilitasi pemberdayaan desa maritime ini Bakamla juga didukung oleh PT. XL Axiata untuk menggelar bimbingan teknis tentang layanan aplikasi Laut Nusantara dengan fasilitator adalah Head of Sustainability & Internal Communication Andy Satrio Yudho dan Social Sustainability Platform Tjetjep Witjahjono. serta Sister Net yang difasilitatori oleh Women Engagement Astri Mertiana.

Sang Merah Putih Berkibar di Gunung Gajah Pemangkat Sambas




Sambas, 16 Agustus 2019 (Humas Bakamla RI), radarindonesia.com


Sang Merah Putih tampak berkibar dengan gagah perkasa di Gunung Gajah Pemangkat. Bukan ukuran yang biasa, namun berukuran raksasa 10 x 16 meter, yang diinisiasi oleh Saka Bahari bersama Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Sambas Bakamla RI/IDNCG dan instansi setempat lainnya, kemarin.



Itulah salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pejuang bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan negeri tercinta Indonesia. Tampak para personel dari berbagai unsur bahu membahu mempersiapkan kelancaran proses Pengibaran Bendera Merah Putih yang dilakukan untuk memperingati Kemerdekaan RI ke-74 di Gunung Gajah Pemangkat, Kabupaten Sambas.

Acara dibuka oleh Kapolsek Pemangkat Kompol Bagio Irianto S.H., dan dihadiri oleh antara lain dari SPKKL Sambas Bakamla RI/IDNCG yaitu Lettu Bakamla Nur Rachman, S.Kom dan Sukri, S.Pd., Danposmat TNI AL Pemangkat Peltu BAH Bimo A. K. dan Serda BAH Yohanes Sahatu, serta Satuan Karya Bahari (Saka Bahari) yang dikoordinatori Marwan. Hadir pula Camat Pemangkat Slamet Riyadi, S.H.

SESKOAL GELAR UPACARA PERINGATAN HUT KE-74 KEMERDEKAAN RI



Seskoal, 17 Agustus 2019, radarindonesia.com  



Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) menggelar Upacara Peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 di Lapangan Apel Laut Jawa Seskoal dengan Inspektur Upacara (Irup) Komandan Seskoal (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., serta selaku Komandan Upacara (Danup) Letkol Laut (P) Erry Pratama Y, S.E., M.Tr (Hanla) yang kesehariannya berdinas di Staf Departemen Manajemen Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8).



Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Siwi Sukma Adji, S.E., M.M dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Danseskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., mengatakan selama 74 Tahun bangsa Indonesia sudah menunjukkan diri sebagai bangsa yang tangguh menghadapi berbagai tantangan, bangsa yang kokoh dalam bingkai persatuan NKRI yang berbhineka Tunggal Ika dan bangsa yang ingin terus maju serta berprestasi menggapai tujuan di tengah perubahan dan persaingan global yang kian menajam.




Lebih lanjut dikatakan, Tahun ini Pemerintah telah menetapkan tema peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI ialah SDM Unggul, Indonesia Maju.Tema ini menjadi fondasi dasar dan pemacu semangat Indonesia ke depan, khususnya bagi kita semua selaku prajurit pejuang matra laut yang adalah komponen utama pertahanan dan keamanan Negara di laut sebagaimana digariskan dalam Undang-undang Negara RI tahun 1945.

Melalui momentum peringatan Kemerdekaan RI tahun ini, saya mengajak kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut untuk bersama-sama memacu diri dan berani berkompetisi agar mampu sejajar dan bersaing dengan kekuatan Angkatan Laut Negara kawasan, ujar Danseskoal membacakan amanat Kasal dihadapan peserta upacara.


Pada upacara peringatan detik-detik kemerdekaan RI tersebut Irup membacakan teks proklamasi dengan khidmat di hadapan seluruh peserta upacara yang terdiri para Pejabat Utama Seskoal, Patun dan Dosen, Perwira, Bintara,Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Seskoal, Perwira Mahasiswa Dikreg Seskoal Angkatan ke-57 TA. 2019 dan Perwira Siswa Dikmatra 3 Angkatan ke-10 TA. 2019





Pada kesempatan itu pula, Danseskoal mengumumkan kepada seluruh peserta upacara bahwa salah satu pejabat Seskoal terpilih menjadi Komandan Upacara Peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Ir.H.Joko Widodo di Istana Merdeka pagi ini yaitu Kepala Departemen Strategi (Kadepstra) Seskoal Kolonel Laut (P) Hariyo Poernomo, S.E., M.M. Suatu kebanggaan bahwa salah satu prajurit sekaligus pejabat Seskoal bisa tampil pada salah satu peristiwa bersejarah Indonesia tersebut. 


Selanjutnya, Danseskoal mengajak seluruh peserta upacara memberikan semangat secara moril dalam bentuk doa bersama agar Kadepstra Seskoal Kolonel Laut (P) Hariyo Poernomo,S.E.,M.M dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar sebagai Komandan Upacara Peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI ke-74.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes