partner

partner

Gus Din: Indahnya Berbagi untuk Sesama di Hari Idul Fitri  Jakarta



Jakarta, radarindonesia.com
Gus Din atau RB. Syafrudin Budiman SIP, sosok intelektual muda muslim ini menilai ungkapan kasih sayang yang paling indah adalah ketika kita bisa berbagi untuk sesama.


Tidak hanya ke orangtua, saudara, pasangan, bahkan hingga ke orang lain, apalagi di hari raya idul fitri, seperti saat ini. "Untuk bisa berbagi ke sesama pun tidak perlu berupa materi atau harta benda berupa uang, makanan dan lainnya. Anda juga bisa berbagi berupa kebaikan, doa, ilmu, tenaga, hingga hal kecil berupa senyuman," kata Gus Din sapaan akrab dari Bakal Calon Walikota Surabaya 2020-2025 ini, Sabtu malam (23/05/2020).


Apalagi kata aktivis sosial kemasyarakatan ini, Indonesia sedang terkena musibah wabah pandemi covid 19. Sehingga kata Gus Din, banyak membutuhkan uluran tangan dan yang terpenting uluran saling menyemangati di tengah musibah. 


"Diharapkan semua masyarakat Indonesia harus hadir membantu sesama dengan saling tolong menolong. Yang kaya membantu yang miskin, yang kuat membantu yang lemah dan yang berlebihan membantu yang kekurangan. Selain itu juga terus salinv memotivasi diri untuk berbagi kesesama," tandas pria muda kelahiran Sumenep ini.


Menurutnya, berbagi adalah bentuk lain dari rasa bersyukur dan berbagilah dengan sesama dengan ikhlas, tanpa mengharapkan apapun. Tetaplah berbagi meskipun merasa tidak punya apa-apa.  "Sebab semua orang bisa berbagi perhatian, kasih sayang, juga cinta dan tuluslah ketika berbagi. Persahabatan itu tidak di cari, namun kita sendirilah yang menciptakannya, dari rasa saling berbagi, mengerti, dan mempercayai," ungkap Gus Din yang pegiat dan konsultan media itu. 


Selanjutnya, berbagi bukan tentang seberapa besar dan seberapa berharganya hal yang kau beri, namun seberapa tulus dan ikhlasnya apa yang ingin kau beri. Kata Gus Din, jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur. Dan berbagi adalah salah satu cara untuk bersyukur atas nikmatNya.


"Jika kamu berinfak kepada seseorang, berterima kasihlah kepada mereka. Kamu mungkin sudah membantu memperbaiki urusan dunia mereka, tapi mereka juga memperbaiki urusan akhiratmu," imbuhnya.


Terus, berikanlah sedekah! Karena sedekah itu ibarat sungai yang mengalir. Kamu hanya akan terus memperoleh manfaat dari air bersihnya. Jangan pernah merasa malu ketika hanya mampu memberi sedikit untuk bersedekah, karena selalu ada kebaikan dalam berbagi, tidak peduli seberapa kecil yang kamu berikan.


"Sedekah membersihkan dosa, seperti air memadamkan api," tukas Gus Din yang Sarjana Ilmu Politik lulusan FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Kata mantan Ketua DPP IMM periodr 2006-2006 ini, manfaat pertama yang bisa dirasakan dari bersedekah adalah untuk si pemberi sedekah itu sendiri. Dimana dia melihat perubahan dalam diri dan sikapnya, merasakan kedamaian, serta melihat senyuman di wajah orang lain.


"Sedekah terbaik adalah sedekah yang diberikan oleh orang yang hanya memiliki sedikit. Mengucapkan kata-kata yang baik juga termasuk sedekah," terang Gus Din yang juga Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP) ini. Kemudian kata Gus Din, berapa pun penghasilan kita hari ini, sisihkan untuk bersedekah. Bahkan, paksa diri untuk mampu berbagi setiap hari.


Tak harus selalu dengan materi, bisa juga dengan jasa yang kita miliki. "Banyak uang bukanlah jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup," tandas cicit dari Pahlawan Nasional dan Ketua PB Muhammadiyah KH. Mas Mansyur asal Nyampulangan, Ampel, Surabaya.


Katanya, hidup ini bukan saling menyakiti, tetapi saling berbagi kesesama kita. Hidup bukanlah cerita tentang kebahagiaanmu sendiri, namun tentang berbagi kebahagiaanmu dengan orang-orang yang kamu cintai. "Berbagi kebahagiaan akan menambah tabungan kebahagiaan sendiri secara menakjubkan. Dalam hidup ini, berbagi kepada sesama memberi jiwa rasa damai. Berbagi dengan tulus tanpa pamrih memberikan perasaan suka cita," jelasnya.


Gus Din juga mengatakan, sebuah nilai adalah suatu hal tidak akan ada artinya, jika tidak ada ketulusan dalam memberi. Maka, tuluslah ketika berbagi. "Keutamaan berbagi dan memberi bukan kepada mereka yang dicintai, tetapi berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Dengan berbagi, kamu tak akan pernah kekurangan.


Dan saat yang tepat untuk berbagi adalah disaat kamu dalam kekurangan," Terakhir kata Gus Din, berbagi dengan orang lain adalah bentuk terbaik mensyukuri apa yang telah kita dapat ini. Berbagi rezeki dengan tulus, berbakti pada orang tua, berbuat baik pada sesama, mengubah duka menjadi bahagia dan menambah usia.


"Bahagia itu sederhana, tersenyum bersama dan berbagi duka bersama akan menjadi hal terindah. Semoga wabah pandemi covid 19 cepat usai dan kita terus berjuang menuju masyarakat madani, baldatun toyyibatun warrafun ghofur," pungkas Gus Din penuh optimis. (red)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes