partner

partner

Penerapan New Normal , Leny Maryouri, PhD Solusi Perlu Ada Tahapannya Lebih Baik



Jakarta, 2 Juni 2020, radarindonesia.com


Saat ini sudah Akan diterapkan new normal di Indonesia, karena khawatir ada resesi ekonomi, bukan tidak setuju, namun penerapan new normal itu juga Ada tahapan yg dilalui.


Saat ini grafik korban Covid-19 masih menanjak naik. Masih perlu kerja keras untuk PDP harus sudah di Quarantine semua, ODP harus sudah di test semua, OTD harus sudah tertrace semua, juga ada kecukupan rumah sakit untuk menanggulangi pasien dan calon pasien Covid-19.


Ketua Divisi Maritime dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Leny Maryouri, PhD Mengatakan  ” Seperti orang kuliah, juga  harus kuliah dulu, mengerjakan tugas-tugas, ujian, nulis thesis dan lain-lainnya, baru bisa di wisuda. Tidak bisa baru masuk kuliah lalu langsung minta wisuda.” pungkasnya.


Standard WHO, setiap 1 juta penduduk yg di test #coronavirus itu mestinya 10 ribu sampai dengan 30 ribu orang, sedangkan di Indonesia dari 1 juta penduduk yg di test cuma 400 orang karena tidak cukup biaya. ” Sehingga missing cases / OTG itu ada banyak sekali, mungkin sudah ratusan ribu orang.” Katanya.


Selanjutnya kalau masih banyak OTG tersebar dimana-mana tidak bisa di trace, “Khawatirnya masyarakat yang jadi korban #covid-19 Akan jauh lebih banyak lagi karena penularan tidak bisa di kontrol disebabkan  PSBB di lepas dengan Penerapan #NewNormal,” ucap Leny Maryouri PhD.


Lebih baik berhati-hati menjaga nyawa rakyat, Pemerintah bekerja sebaik-baiknya jangan banyak korupsi, tapi kalau  Pemerintah sekedar persiapan new normal dan sosialisasi itu boleh, baru nanti bekerja dengan penerapan new normal saat sudah aman untuk mencari rizqi menghindari resesi ekonomi, jelasnya.


Terutama untuk membuka Angkutan umum massal, “kereta API, bus dan juga ferry penyeberangan. Mungkin perlu 2-3 bulan lagi Covid-19 akan mereda, pada saat itu bisa diterapkan new normal.” tegasnya.


Untuk menghindari kerugian lebih lanjut, Perusahaan Transportasi baik BUMN dan Swasta bahkan perorangan ini yang harusnya mendapatkan prioritas anggaran stimulus untuk menutup operasionalnya, supaya nantinya masih mampu memberikan layanan yg optimal dan menjaga konektifitas. Apapun itu, pada akhirnya Kita semua harus mampu menjaga diri kita masing-masing, pada saat lingkungan tidak bisa diandalkan. “Stay safe stay strong stay healthy” ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes