partner

partner

PT Sunan Drajat Lamongan Tingkatkan Produksi Bawang Putih Dengan Manfaatkan Beras Turun Mutu


Dalam Upaya mendukung Program Swasembada Bawang Putih, guna menekan jumlah impor Bawang Putih dari Cina, Thailand, India dan Amerika Latin, saat ini PT Sunan Drajat Lamongan (SDL) didukung tenaga ahli produksi dan Formulasi Produksi pupuk yang sudah berpengalaman, tengah mengembangkan Media Tanam dan "Pupuk Granul Super”, baik padat maupun cair.

Pupuk Granul Super atau Pupuk Organik Berkualitas Tinggi tersebut dibuat dari bahan baku tambahan Beras Turun Mutu, yang dicampur dengan kompos, bahan organik lain, Phosfat Alam serta campuran lainnya melalui proses fermentasi dengan Biodecomposser.

Direktur Utama PT Sunan Drajat Lamongan, KH. Anwar Mubarok SH menuturkan, Pupuk Granul Super atau Pupuk Organik Berkualitas Tinggi ini memiliki kelebihan dalam menetralisir kesuburan tanah, karena Pupuk Organik ini tetap mempunyai kelebihan yaitu penggembur tanah, disamping terjangkau, Ramah Lingkungan dan Menjaga Kelestarian Alam, juga akan memperbaiki fitur Kesuburan Tanah. 

"Akan tetapi lebih bagus lagi pemakaian pupuk berimbang antara pupuk Kimia dan Organik", kata Anwar Mubarok SH, pada sejumlah Media, Jumat, (3/7).

Anwar menuturkan, Pupuk Organik  Granul Super dari PT SDL ini di produksi, untuk memenuhi kebutuhan pupuk dikalangan sendiri untuk Bawang Putih, Pupuk tambak dan pertanian.

"Pupuk ini nantinya diaplikasikan untuk Bawang Putih agar lebih besar umbinya, akar dan daun lebih banyak serta perkembangan tunas lebih cepat, sehingga secara kualitas Bawang Putih akan lebih baik, serta hasil panen secara kuantitas akan meningkat jumlahnya", ujarnya.

"Penelitian sebelumnya, Pupuk Organik Super ini diuji coba pada bawang merah di Gresik, Lamongan, dan hasilnya sangat memuaskan", tegas Anwar.

Upaya Pemberdayaan Santri

Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan KH. Anwar Mubarok SH mengatakan, dalam proses produksi dan pemanfaatan pupuk Organik Granul Super ini sengaja melibatkan para santri Ponpes Sunan Drajat dan mahasiswa Institut Sunan Drajat Lamongan. "Selain sebagai pemberdayaan santri dan mahasiswa, juga menjadi bekal mereka dibidang Agro Industri guna mendukung Ketahanan Pangan Nasional", ujarnya.

Hal tersebut, lanjut Anwar, berfokus pada investor pendukung yang bergerak dalam penyediaan bawang putih yang mempunyai kewajiban tanam sesuai dengan persyaratan dari pemerintah.

Untuk diketahui, produksi bawang putih dalam negeri saat ini baru mencapai 85.000 ton per tahun atau sekitar 10 persen dari kebutuhan nasional, sedangkan 90 persennya harus dipenuhi lewat impor. Sebagian besar impor bawang putih tersebut didatangkan dari Cina. Selain itu juga dari India, Thailand dan Amerika Latin.

"Untuk itulah PT Sinan Drajat Lamongan bersama para tenaga yang berpengalaman di bidang pupuk, terus mengadakan inovasi dengan memanfaatkan bahan organik lain agar menjadikan pupuk organik menjadi benar-benar prima untuk mendukung program peningkatan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam produk Agro Industri, dan salah satunya produk Bawang Putih, pangan dan perikanan melalui peningkatan produk Pupuk Organik Granul Super", tegas Anwar.

Diakuinya PT SDL tidak mengalami kesulitan dalam pengadaan beras turun mutu, sebab pasokan beras turun mutu saat ini cukup banyak. Dalam proses produksi, beras turun mutu, yang banyak kutunya tersebut, diolah dengan teknologi fermentasi karya anak bangsa. 

"Dengan teknologi tersebut beras turun mutu atau beras tidak layak konsumsi, bisa kita manfaatkan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Beras turun mutu ini ada yang dioven dahulu untuk menghasilkan unsur NPK dan C organik, dan dicampur dengan kompos, KA , serta dolomit yang  Magnesium, Kalsium dan lain sebagainya. Jadi kami mau tegaskan, beras turun mutu yang oven ini benar-benar untuk pupuk, bukan untuk hal lain, yang selama ini diberitakan media massa maupun medsos, kalau ini pemutih beras. Karena kenyataannya ini pupuk organik super, untuk menghasilkan, meningkatkan panen petani. Karena pemupukan tidak boleh pupuk kimia saja, namun untuk menjaga keberlangsungan unsur tanah harus diimbangi dengan pupuk Organik. Pupuk organik akan memperbaiki struktur kesuburan tanah. Kapan lagi kalau bukan sekarang, sebab pemakain pupuk berimbang antara pupuk kimia dan pupuk Organik sangat dianjurkan untuk jangka panjang dan jangka pendek", pungkas KH. Anwar Mubarok, salah satu pimpinan Ponpes Sunan Drajad Lamongan.     (red)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes