partner

partner

KADINKES KEEROM BELUM DICOPOT, NAKES TETAP SEGEL DINKES KEEROM

 


KEEROM, September 2020, radarindonesia.com 



Suasana kerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom tak kunjung membaik. Bahkan cendetrung semakin memburuk, pasalnya perselisihan antara para Nakes di Keerom dengan Kepala Dinas Kesehatan Keerom, dr. Ronny Situmorang tak kunjung menemui titik temu. 


Setelah palang Dinkes sempat dibuka pada Selasa dinihari oleh anggota Brimobda Papua, namun keesokan siangnya atau Selasa (22/9/20), para Nakes dari 5 Puskesmas di Keeromn kembali melakukan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan Keerom dengan tuntutan yang sama yaitu Kepala Dinas Kesehatan Keerom, dr. Ronny Situmorang diminta mundur dari jabatan atau mereka meminta Bupati Keerom mencopot yang bersangkutan dari jabatannya sebagai Kadinkes Keerom. 



Para Nakes yang datang setelah mengetahui palang mereka dengan mobil sekitar dua minggu lamanya dibuka oleh anggota Brimobda tanpa ada kesepakatan dengan Nakes, membuat para Nakes meradang. 


Mereka kemudian datang keesokan siang dengan memalang dan merantai pintu pagar untuk masuk ke Kantor Dinkes Keerom. 



Mereka juga membentangkan 5 spanduk protes dari 5 Puskesmas yang ada dengan tulisan, ‘’Puskesmas Pitewi tutup total sampai Kadinkes Keerom (dr. Ronny Situmorang) turun dari jabatan kadinkes Keerom’’ juga tulisan serupa dari Puskesmas Arso Kota, Puskesmas Senggi, Puskesmas Waris dan Puskesmas Web. 


Selain itu di pintu pagar tertulis ‘’Peringatan Ketiga’’ Kantor Dinkes dan 5 Puskesmas tidak akan buka dr. Ronny Situmorang diturunkan dari Kepala Dinkes Keerom. 


Saat pemalangan nampak para Kepala dan para Nakes dari 5 Puskemas melakukan orasi. Sementara di bagian dalam Kantor Dinkes nampak beberapa anggota Brimobda Papua berjaga-jaga. 


Kepala Puskesmas Senggi, Constantina Patipeme, mengemukakan tuntutan tersebut didasarkan bahwa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr. Roony Situmorang segera diturunkan dari jabatannya, karena selama menjabat sebagai kepala dinas dianggap tidak memihak kepada para tenaga medis yang bertugas di daerah pedalaman yang mayoritas penduduknya adalah OAP. 



Kemudian, kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan juga menuntut agar diberikan insentif selain dokter dan tenaga kesehatan lainnya. ‘’Kami seluruh tenaga kesehatan Kabupaten Keerom menuntut insentif, selain dokter dan tenaga kesehatan lainnya, kami bekerja tidak mengenal waktu bahkan kadang kami tidak tidur,’’ ungkapnya. 


Sementara itu, Kadinkes Keerom, dr. Ronny Situmorang, tidak Nampak di lokasi atau di kantornya. Saat media ini dan dan beberapa media melakukan kontak karena hendak mengkonfirmasi atas kejadian tersebut, Kadinkes Keerom tersebut tidak merespon baik telpon maupun membalas WA. 


Sedangkan Kapolres Keerom, Baktiar Joko Mujiono, S.I.K.,M.M ketika diwawancarai media di Polres Keerom menuturkan, ‘’Pemda dan Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom merasa terganggu dan tidak bisa melakukan aktivitas. Kemudian melapor ke Polres Keerom meminta bantuan keamanan, kemudian tadi malam palang dibuka.’’ 



Ia menambahkan, Untuk mediasi dari pihak keamanan dan kantor dinas kesehatan terhadap tuntutan dari tenaga nakes belum ada mediasi. ‘’Saya dengar-dengar kemarin suadah berkali-kali dilakukan demo diminta menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan. 


Sudah kita upayakan melalui anggota kita mencari yang bersangkutan agar hadir termasuk orang pemerintah daerah sendiri mencari yang bersangkutan tidak hadir juga." 


"Akhirnya saya melihat itu ada timbul kekecewaan dari pengunjuk rasa dan itu berlanjut dengan pemalangan kantor dinas kesehatan dan beberapa kantor yang lain. 


Menurut pandangan pihak kepolisian itu caranya saja yang salah, menumpahkan kekecewaan dengan memalang, menurut saya kurang tepat," sambungnya. Lebih tepat terkait ketidakpuasan dengan Kepala Dinas Kesehatan, misalnya ada dugaan tindak pidana silakan dilaporkan. 



Dan dari Reskrim sendiri juga sudah melakukan langkah-langkah terkait apa yang menjadi keluhan-keluhan dari nakes Keerom. 


‘’Sudah ada 5 kepala puskesmas yag sudah diperiksa dimintai keterangan dan itu terus kita dalami,’’ pungkas Kapolres. (Arief)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes