partner

partner

Mendefinisikan Penerimaan Diri bersama SIVIA, Lewat Album Perdananya “Love Spells”



‘Album “Love Spells” menceritakan tentang proses pendewasaan diri Sivia—tentang dirinya dan orang-orang yang ada di sekelilingnya, berdasarkan sudut pandangnya’


SIVIA, penyanyi muda yang sudah memulai awal karir bermusiknya sejak umur 6 tahun, akan segera merilis album perdana berjudul “Love Spells” sebagai penanda keseriusannya kembali ke industri musik Tanah Air.

 

Debut album penuh tersebut merupakan hasil keputusan Sivia untuk kembali berkarya. Menurut penyanyi berusia 23 tahun ini, merilis album adalah caranya untuk memantapkan diri dalam bermusik.


Love Spells digarap selama kurang lebih 1 tahun, dalam pengerjaannya Sivia turut melibatkan nama-nama seperti lain Petra Sihombing, Iwan Popo, Asta Andoko (RAN), Teddy Adhitya, hingga Handy (Soulvibe). Menurut Sivia, nama-nama tersebut dirasa mampu untuk memenuhi keinginannya agar bisa bereksperimen dan mencari tahu gaya musik apa yang ia suka dan yang ingin dibuat. Hadirnya nama-nama di atas juga mendatangkan tantangan tersendiri bagi Sivia, tentang bagaimana membuat lagu pop yang berkolaborasi dengan nama-nama yang punya gaya penulisan dan warna musik berbeda. Selain itu, sebagai pecinta harmonisasi Sivia pun turut menghadirkan choir di seluruh lagunya. 


Album Love Spells terdiri dari 9 lagu -termasuk sebuah intro instrumental juga 3 single yang sudah terlebih dulu dirilis pada tahun 2019 dan beberapa waktu lalu “New York”, “Storm”  dan “Love Jokes” (04/20). Love Spells bisa dibilang merupakan album musik pop yang kental dengan pengaruh RnB dan soul. Pemilihan gaya musik ini berasal dari ketertarikannya yang besar terhadap jenis musik tersebut. Walaupun tumbuh dikelilingi musik jazz—karena pernah belajar di sekolah musik, Sivia kemudian menemukan keselarasan antara karakter suaranya dengan musik pop dan RnB, seiring perjalanan karir bernyanyinya.


Berbicara soal tema yang diangkat pada album Love Spells, Sivia mengatakan bahwa karya perdananya ini membahas soal pendewasaan dirinya dan tentang mempercayai proses. “Album ini menceritakan tentang proses pendewasaan diri gue—tentang gue dan orang-orang yang ada di sekeliling gue, berdasarkan sudut pandang gue. Patah, tumbuh, patah, terus tumbuh lagi. Itu yang gue ceritakan di sini. I do believe in the process,” jelasnya. Disamping itu, proses pendewasaan Sivia sebagai penyanyi juga ia tunjukkan lewat kematangan vokalnya di album ini. Dibandingkan dengan karya-karyanya terdahulu, vokal Sivia sudah beranjak pesat; kali ini merepresentasikan dirinya yang sekarang.


Salah satu hal yang juga menarik dari album ini adalah Sivia memilih untuk menamai semua judul lagunya menggunakan bahasa Inggris, sedangkan semua liriknya ditulis dalam bahasa Indonesia. Tentu saja, Sivia punya alasan dibalik konsep tersebut. “Gue memperlakukan sebagian besar judul lagu-lagu gue di sini sebagai kiasan. Gue ingin mengajak para pendengar lagu-lagu gue untuk benar-benar menyimak apa yang ingin gue sampaikan di liriknya,” jelas Sivia. Dengan kata lain, Sivia tengah menyiapkan kejutan untuk para pendengarnya pada tiap track-nya di album perdananya tersebut.


Album perdana milik Sivia, Love Spells, ini sendiri dijadwalkan akan rilis secara mandiri pada tanggal 11 September 2020 di berbagai platform streaming musik daring. 

 


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes