partner

partner

 UI Kembangkan Metode Edukasi COVID-19 melalui Permainan Ular Tangga 



Depok – 18 Desember 2020, radarindonesia.com 



Universitas Indonesia (UI), melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaaan Masyarakat UI skema Ipteks bagi Masyarakat (IbM), telah menyelenggarakan kegiatan penyuluhan terkait model baru dalam mengedukasi COVID-19 kepada guru PAUD/TK yang nantinya dapat diterapkan kepada peserta didik. 



Metode tersebut dikembangkan oleh Tim Pengmas UI yang diketuai oleh Dr. Dra. Dumilah Ayuningtyas, MARS (Tyas) dan berbentuk permainan Ular Tangga. Kegiatan dilaksanakan di TKIT Fitri, Cimanggis, Depok dimana para anggota guru dan yayasan ikut berpartisipasi. 


Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari seminar yang sebelumnya telah dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2020 dan dihadiri oleh 50 orang perwakilan guru PAUD/TK se-Kecamatan Cimanggis, Depok. dr. Pukovisa sebagai pemateri menjelaskan mengenai cara kerja otak anak-anak dan bagaimana kita bisa mengajari mereka secara efektif. 


Ia menyatakan bahwa game-based learning membantu mengasah kemampuan atensi anak. Contohnya adalah dengan menggunakan permainan anak-anak seperti ular tangga sebagai model untuk mempelajari tentang COVID-19. 


Penyuluhan di TKIT Fitri dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh sambutan dari Kepala Sekolah, Ibu Wiji Rahayu Kuswandari, S.P., S.Pd. (Wiwi), dan Dr. Tyas selaku ketua kegiatan. Acara pertama adalah pemaparan materi oleh Dr. Tyas. Ia membuka dengan memaparkan terlebih dahulu kondisi COVID-19 terkini di Indonesia, Jawa Barat, dan Kota Depok. 


Selanjutnya ia menjelaskan mengenai virus corona, cara penularan virus corona, tanda dan gejala apabila terkena virus corona, beserta tingkat kematian menurut umur dan penyakit peserta. Dosen FKM UI tersebut mengingatkan kepada seluruh peserta mengenai peran masyarakat, dimana garda terdepan ialah masyarakat yang tangguh. 


Masyarakat yang paham bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati; menerapkan 3M (memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan dengan benar); serta menghindari 3K (kontak erat, kerumunan dan kamar tertutup). 


Materi ditutup dengan penjelasan mengenai konsep dan standar dari sekolah aman dan sehat. Selanjutnya adalah sesi uji coba model pembelajaran melalui permainan ular tangga. Simulasi dilakukan di teras sekolah TKIT Fitri dengan 7 orang pemain. 



Cara bermain serupa dengan permainan ular tangga pada umumnya, namun luas area permainan cukup besar sehingga para pemain bisa menggunakan tubuh mereka sendiri sebagai pion. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik permainan terhadap anak-anak sekaligus mentaati protokol kesehatan yang mengharuskan physical distancing. 


“Kegiatannya berhasil memberi tambahan wawasan kepada kami untuk lebih berlapang hati menyikapi kondisi pandemi ini dan lebih berhati-hati dalam mempersiapkan kegiatan belajar mengajar di semester berikutnya. Saya berharap pengetahuan hari ini dapat disampaikan juga kepada para orang tua murid,” ujar ibu Wiwi. 


“Model Ular tangga ini dapat memudahkan transfer informasi, dan juga sangat bisa diterapkan ke anak-anak karena sangat menyenangkan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes