partner

partner

David Rahardja Korban Tipu Gelap BUMDes Berkah Bersama, Harap Bupati Karawang Bantu Penyelesaiannya



Minggu, 10 Januari 2021, radarindonesia.com 


Korban Tipu Gelap BUMDes Berkah Bersama Harap Bupati Karawang Bantu Penyelesaian David Rahardja, pengusaha muda yang menjadi korban penipuan dan pemggelapan 470 ton beras oleh oknum pejabat BUMDes Berkah Bersama milik desa Mekarmaya, Cilamaya Wetan kabupaten Karawang berharap, bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mau turun tangan membantu penyelesaian kasus yang menimpanya. 


"BUMDes itukan masih milik negara, dalam struktur terkecil, yang dibuktikan dengan struktur organisasinya ada Kepala Desa sebagai dewan komisaris dan Camat sebagai dewan pembina. Jadi tetap masih terkait dengan Pemda. 


Karena ada di wilayah pemerintahan kabupaten Karawang, maka saya minta kepada ibu Bupati Karawang yang tentunya sudah tahu kasus ini, agar bisa mendorong aparatnya untuk segera menyelesaikan baik-baik", kata David saat ditemui wartawan, di Jakarta, Jumat (8/1). 



David mengaku sudah pernah melakukan koordinasi kasus tipu gelap oleh BUMDes Karawang ini dengan Pemkab Karawang, dan diminta untuk diselesaikan baik-baik. 


"Ibu berpesan diselesaikan, jangan sampai gaduh karena semua aparat tengah fokus penanganan covid. Tapi ini kasus sudah lima bulan belum juga ada itikad baik penyelesaian. Saya rasa tiap orang ada batas sabarnya", ujarnya. 


Menurut David, kasus tipu gelap oleh BUMDes seharusnya tidak akan terjadi bila Dewan Komisaris dan Dewan Pembina melaksanakan kewajibannya dalam pengawasan. 


"Pastikan ada laporan semua kegiatan, transaksi kepada pemberi mandat. Jadi Desa dan Kecamatan itu tahu pasti perkembangan tiap BUMDes di wilayahnya. 


Dengan kejadian ini saya mempertanyakan peran mereka dalam hal pengawasan. Kemana saja mereka ?", ujarnya. 



David pun memaparkan, kronologi kasus tipu gelap yang menimpanya bermula dari pemesanan 1.400 ton beras oleh para pelaku atas nama BUMDes Berkah Bersama kepada PT. Swadaya Pangan Internasional, pada bulan Agustus 2020, dengan harga Rp 4.400 per kg, atau total harga Rp 6,160 miliar. 


Beras tersebut akan diolah menggunakan mesin pengolahan milik BUMDes (Rice Mill bantuan pemerintah) untuk menghasilkan beras kualitas premium. 


Dalam PO (Purchase Order) dikatakan, Pembayaran DP 50% pada H+1 Dari Barang Tiba Gudang Cilamaya.  "Karena Kop suratnya kan atas nama BUMDes. Ada stempel, tandatangan. 



Saya cek tkp BUMDes nya ada, pabriknya ada, mesin-mesin ada, tampak meyakinkanlah. Terlebih ada prasastinya juga yang ditandatangani Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. 


Dan juga AG itukan menantunya Kepala Desa Mekarmaya, jadi saya pikir masa mau berbuat yang tidak terpuji. Jadi saya kirim barang. 


Namun dalam perkembangannya, setelah lima kali pengiriman, total sebanyak 470 ton, mereka selalu berkelit dengan berbagai alasan saat ditagih pembayaran. Disini saya jadi curiga, jadi saya stop pengiriman", papar David. "Saya stop di angka 470 ton. Tidak ada pembayaran sama sekali, zonk, berasnyapun sudah tidak ada. Total kerugian sekitar 2,1 miliar rupiah. 


Sudah dua kali saya somasi tapi tidak ada itikad baik penyelesaian. Maka saya laporkan. Karena TKP nya ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, maka saya laporkan ke Polda Metro Jaya. Dan akhirnya mereka berdua, AG dan AN sudah ditahan di Polda Metro Jaya", lanjut David. 


                              AG ( Asep ) 


David membenarkan, AG sempat memberikan sertifikat tanah atas nama istrinya sebagai jaminan. 


Namun tidak ada tindak lanjut pembicaraan. "AG juga seolah-olah beritikad baik menyelesaikan, dihadapan penyidik, memberikan 5 lembar cek, yang kemudian ternyata kosong, tidak ada dananya. 


Makanya penyidik merasa dipermainkan. AG terkesan hanya mengulur-ulur waktu", ungkapnya. David menilai tipu gelap yang dilakukan oknum pejabat BUMDes Berkah Bersama tersebut sudah mirip mafia. 


Pasalnya meski sudah banyak yang menjadi korban penipuan dan melaporkannya, namun selama ini keduanya tetap melenggang bebas dan terus melakukan aksinya. 


                             Asep (AG) 


"Ini sudah kayak mafia. Asep (AG) itu malah sempat jumawa, memperlihatkan laporan yang setumpuk, tapi tetap bebas, kebal hukumlah gitu. Nah, baru kali ini mereka kena batunya. Ini supaya jangan ada korban lagi", tandasnya. 


                       
                                       AN 

Meski demikian David masih berharap kasus tipu gelap ini tetap dapat diselesaikan secara kekeluargaan, AG dan AN mengembalikan kerugian yang dialami PT. Swadaya Pangan Internasional. 


"Masih bisa dicabut kalau mau menunjukkan itikad baik menyelesaikan", pungkas CEO DaRah Foundation, David Rahardja

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes