partner

partner

Ultimatum Diabaikan, David Rahardja Siap Blow Up Kasus BUMDes Berkah Bersama


Merasa ultimatum batas waktu yang diberikan untuk menunjukkan itikad baik dan bernegosiasi tidak juga diindahkan, pengusaha muda David Rahardja akhirnya memutuskan akan memblow-up dan menegaskan penyelesaian secara hukum atas kasus penipuan dan penggelapan beras 470 ton yang dilakukan oknum pejabat BUMDes Berkah Bersama, yang beralamat di desa Mekarmaya, kec. Cilamaya Wetan, kab. Karawang.

"Kita ramaikan saja. Selesaikan secara hukum di pengadilan", tegas David saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/1).

Sebelumnya CEO DaRah Foundation ini mengaku telah memberikan kesempatan dan kelonggaran waktu kepada "AG" dan "AN" masing-masing adalah direktur dan marketing BUMDes Berkah Bersama untuk menunjukkan itikad baiknya dan bernegosiasi guna penyelesaian kasus tipu gelap beras 470 ton tersebut.

"Setiap orang ada batas kesabarannya. Saya sudah kasih waktu sampai 31 Desember. Dia bilang ke staf saya katanya mau telpon (tanggal 31/1 malam). Sudah saya tunggu sampe malam, bohong juga. Jadi saya tegaskan untuk ke meja hijau", ujarnya.



Untuk diketahui, kasus tipu gelap beras 470 ton yang dilakukan "AG" dan "AN" bermula pada bulan Agustus 2020, saat "AN" atas nama BUMDes Berkah Bersama mengajukan pembelian beras sebanyak 1.400 ton ke PT Swadaya Makmur Internasional, dengan harga Rp 4.400 per kilo gram. Dalam PO dikatakan  Pembayaran DP 50% pada H+1 Dari Barang Tiba Gudang Cilamaya. Namun dalam realisasinya, setelah beras terkirim sebanyak 470 ton, "AG" dan "AN" selalu berkelit saat dilakukan penagihan.



Masih menghormati BUMDes sebagai milik negara, dalam struktur terkecil, David pun memberi kesempatan penyelesaian dengan menyampaikan 2 kali Somasi.

"Tidak diindahkan juga, jadi saya laporkan saja ke Polda Metro Jaya (PMJ) karena TKP nya berada di wilayah hukum PMJ. Dan sekarang mereka berdua sudah 3 bulan ditahan di Polda", jelas David.

Dalam kesabarannya, David pun masih memberi kesempatan dengan mengedepankan mediasi guna penyelesaian kasus. "Sampai Desember tidak juga menunjukkan itikad baik. Terpaksa saya ultimatum, kalau sampai 31 Desember 2020 tidak diindahkan, maka akan saya blow-up dan tegas maju ke meja hijau", jelasnya.


David membenarkan, dalam melancarkan modusnya, "AG" alias Asep ternyata juga telah menyerahkan sertifikat tanah milik BUMDes Berkah Bersama  "Penyerahan sertifikat oleh Asep, dimana ternyata aset tersebut adalah milik negara", tandasnya.

David mengakui dalam menyelesaikan kasus ini, pihaknya juga pernah koordinasikan hingga ke Bupati Karawang, dan diminta untuk diselesaikan baik-baik.

"Ibu berpesan diselesaikan, jangan sampai gaduh karena semua aparat tengah fokus penanganan covid. Tapi saya sampaikan, kalau hingga tanggal 31 (desember 2020) tidak ada penyelesaian maka saya akan ramaikan. Saya rasa semua orang ada batas kesabarannya", ujarnya.

Kebal Hukum

"AG" yang ternyata adalah menantu kepala desa Mekarmaya, tempat domisili BUMDes Berkah Bersama, ternyata juga sempat jumawa, sebagai orang kebal hukum.



"Asep yang awalnya secara jumawa bilang "saya tidak bisa ditangkap", sudah saya buktikan, Asep sekarang sudah berada di tahanan, sudah dikurung. Demikian juga kalau kepala desa yang berlaku sombong, atau tidak mau mengakui, akan saya buktikan, bahwa mereka juga pasti bisa dicopot, karena saya anggap disini mereka lalai menjalankan tugas mereka selaku pengawas".

"Saya rasa ini juga akan menjadi pembelajaran kepada aparat terkait, untuk tidak melalaikan tugas dan kewajiban mereka meski dalam struktur terkecil. Bahwa tidak ada yang kebal hukum di negeri ini", pungkas David.

2 komentar:

Alex mengatakan...

Bagaimana negara kita bisa sejahtera
Bagaimana negara kita bisa berkembang
Bagaimana pengusaha2 bisa maju
Bagaimana pengusaha2 bisa makmur
Kalau di sandingkan dengan oknum2 daerah yg TDK amanah...
Patut di apreasi pengusaha muda,yg bisa melumpuhkan oknum2 daerah.
Babat habis sampai ke akar2 nya
Jangan biarkan,generasi2 baru ikut merusak citra dan martabat kekayaan atau aset negara.

Alex mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes