partner

partner

Pengalaman Syuting "BADAI PASTI BERLALU" di Labuan Bajo, Keindahan Alam hingga Disengat Ubur-ubur



Jakarta, 27 Mei 2021, radarindonesia.com 


Penayangan perdana sinetron "Badai Pasti Berlalu" (BPB) di SCTV pada hari Senin, 24 Mei 2021 lalu sukses mencuri perhatian pemirsa SCTV hingga menjadi trending topic di sosial media. 




Dibintangi oleh Stefan William, Michelle Ziudith, dan Immanuel Caesar Hito, sinetron "Badai Pasti Berlalu" mengangkat kisah cinta dari novel legendaris di tahun 1970-an dengan judul yang sama. 


Kali ini Stefan William, Michelle Zudith, dan Immanuel Caesar Hito mengajak awak media untuk menyaksikan proses shooting sinetron "Badai Pasti Berlalu" serta berbagi kisah pengalaman menarik di balik layar sinetron "Badai Pasti Berlalu" yang juga sempat melakukan proses shooting di Labuan Bajo.




"Pengalaman syuting di Labuhan Bajo sangat menarik, terutama pemandangannya, sejauh mata memandang luar biasa", kata Stefan William saat Press Tour Virtual Lokasi Shooting Sinetron "Badai Pasti Berlalu", Kamis (27/5). "Selain itu sensasi interaksinya dengan komodo, selama inikan belum pernah lihat langsung", sambung Caesar Hito.


Sementara Michelle Zudith merasa sensasi tidur di atas kapal di tengah laut dalam waktu yang panjang merupakan pengalaman istimewa selama syuting di Labuan Bajo. "Tapi kita jadi kesulitan cari sinyal", imbuhnya.




Pengalaman unik lainnya, lanjut Michelle, adalah saat ambil adegan di dalam laut, karena harus merasakan disengat ubur-ubur. "Sampai sekarang masih terasa", ujarnya. "Iya, sengatnya nggak pilih-pilih tempat", timpal Stefan yang juga harus merasakan sensasi disengat di bagian perut.


Mendapat peran karakter sebuah cerita yang sudah terkenal bahkan sudah dilayar lebarkan, Michelle, Stefan maupun Hito mengaku tidak mendapat kesulitan berarti. 


Namun demikian ketiganya membenarkan harus mendalami karakter dengan melihat film yang sudah ada, sebagai pembanding, dan membaca novel nya.


"Ini kan nggak sama dengan versi film, dan harus disesuaikan dengan zaman milenial. Jadi selain nonton filmnya dan baca novelnya, aku banyak juga membandingkannya dengan nonton drakor", kata Hito. "Dan tentunya sesuai arahan sutradara, skenario", sambung Stefan.


"Aku mendalaminya dengan workshop juga. Tapi beriring berjalannya skenario, karakter makin dapat. Utamanya sih aku serahin semuanya ke sutradara untuk build karakternya seperti apa", ujar Michelle.


Baik Michelle, Stefan dan Hito merasa beruntung mendapat lawan main yang baik sehingga dengan cepat dapat membangun kemistri.




"Para pemain semua profesional. Dari awal syuting sampai sekarang makin dapat", kata Stefan. "Mereka main seauai porsinya hingga bisa mendukung Sisca (karakter yang diperankan Michelle) seperti sekarang", sambung Michelle.


"gw juga bersyukur, para pemain luar biasa. Dari awal main sampai sekarang makin dapat kemistrinya", tambah Hito.


Michelle mengaku tidak membutuhkan treatmen khusus untuk membangun kemistri dengan Stefan maupun Hito. "Nggak sih. Kita perkuat komunikasi saja", tutup Michelle.




"Jangan lupa saksikan terus "Badai Pasti Berlalu", setiap hari, pukul 19.30 WIB, hanya di SCTV, Satu Untuk Semua", pesan Michelle, Stefan dan Hito. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes