partner

partner

Posisi Kasus Dugaan Korupsi Payment Gateway Denny Indraya


Jakarta, 28 Mey 2021, radarindonesia.com 

Denny Indrayana menjadi tersangka terkait kasus Payment Gateway, yakni layanan jasa elektronik penerbitan paspor. 


Program itu diluncurkan pada Juli 2014 saat menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM. 


Kementerian Keuangan menyebut program ini  tidak mengantongi izin. Program itu juga dinilai telah merugikan negara. Disebutkan ada kerugian negara Rp 32, 4 miliar dalam proyek yang digulirkan mengacu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tanggal 31 Desember 2014.


Denny Indrayana dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Andi Syamsul Bahri, Selasa 10 Januari 2015. Laporan itu tertuang dalam surat bernomor LP/166/2015/Bareskrim dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam implementasi pelaksanaan payment gateway di Kemenhumkan. 


Penetapan tersebut setelah Bareskrim mendengarkan keterangan, sedikitnya 20 orang saksi. 


Selain itu, Denny Indrayana juga diduga menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya sebagai Wakil Menteri Hukum dan Ham dalam program sistem pembayaran pembuatan paspor secara elektronik. Ia juga berperan menginstruksikan penunjukan dan fasilitasi vendor payment gateway. Yaitu, PT Nusa Inti Artha (Doku) dan PT Pinnet Indonesia. Uang disetorkan ke sana, baru diteruskan ke bendahara negara.


Denny Indrayana dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 dan Pasal 23 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 199 jo pasal 421 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


Pasal ini mengatur; setiap orang yang melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara, maupun setiap orang yang penyalahgunaan kewenangan diancam hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.


Dalam perjalanan waktu, kasus yang melilit Denny Indrayana ini kemudian dilimpahkan Bareskrim Polri ke Polda Metro Jaya dan Kejakssan Tinggi DKI Jakarta.


Tahun demi tahun bergulir, namun hingga 2021, kejelasan status dan perkembangan kasus dugaan korupsi ini tidak ada kejelasan. Apakah ditindaklanjuti atau tidak. Status tersangka Denny Indrayana pun, sampai hari ini tetap melekat. Terakhir, saat ia mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Kalsel, dalam dokumen SKCK (surat keterangan catatan kepolisian) di Polda Kalsel, statusnya masih seorang tersangka.


Persoalan ketidakjelasan status tersangka inilah yang kini menjadi pembicaraan luas di publik Kalsel. Dari segi aturan dan hukum, status tersangka memang tidak bisa menghalangi seseorang untuk menggunakan hak politik. Mencalonkan diri sebagai kepala daerah, misalnya. Tetapi, secara moral dan rasa keadilan, status tersebut menjadi tanda tanya besar di masyarakat. 


Dalam keadaan normal, menyandang status sebagai seorang tersangka, apalagi dalam kasus dugaan korupsi, menjadi sorotan tajam masyarakat. Seperti diketahui, korupsi sudah dianggap sebagai virus berbahaya yang kini harus diperangi bersama. Sebagian besar masyarakat Kalsel tak menghendaki pemimpin mereka terjerumus dalam praktik haram ini. 


Tak sedikit berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa di Kalsel, dalam rentang waktu satu tahun terakhir sejak Pilkada Kalsel digulirkan, mempertanyakan persoalan tersebut. Aksi unjuk rasa, diskusi, perdebatan di media-media sosial, dan gunjingan warga, menjadi narasi tak berujung. Sebab, kepastian aparat yang bertanggung jawab atas munculnya isu hukum ini seperti mengawang-awang.


Untuk mengakhiri kontroversi yang terjadi, satu-satunya jalan adalah kepastian hukum atas kasus yang mendera Denny Indrayana itu sendiri. Harus ada ketegasan dari aparat (penyidik) terkait untuk menyikapi “mangkraknya” kasus dugaan korupsi Payment Gateway Kemenkumham di masa lalu. 


Membiarkan kontroversi dalam ketidakpastian adalah kesalahan besar dalam sejarah pengusutan kasus atau perkara dugaan korupsi di republik ini.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes