partner

partner

Katiana Indrasasana, Prestasi Sekolah, Debat Internasional Hingga Founder Sampah Sehat


Jakarta, 13 Juli, radarindonesia.com 


Keinginan mempersembahkan hal terbaik kepada sesama, orang tua, bangsa dan negara ternyata telah menjadi pendorong yang kuat bagi Katiana Indrasasana (16) untuk meraih prestasi bukan saja di bidang pelajaran sekolah, namun juga berbagai ajang lomba ekstrakurikuler tingkat nasional hingga internasional.




Untuk diketahui, siswi Sekolah Pelita Harapan Lippo Village, Tanggerang, Banten kelas 11 ini selain hampir setiap tahun mendapatkan penghargaan untuk bidang-bidang mata pelajaran sekolah (matematika, english, ekonomi dan bisnis), juga selama dua tahun terakhir mendapatkan penghargaan valedictorian (Top Student Award). 


Pada ajang ekstrakurikuler, meraih penghargaan Grand Finalist pada Pertandingan National Student Debating Championship (NSDC) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2020 jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Best Speaker 2020 pada ajang Young Thinkers Trophy Awards tahun 2020, sebuah kompetisi debat tingkat SMA yang diselenggarakan oleh @america. Juga meraih 1st Best Speaker pada KOMPeK (Kompetisi ekonomi) yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia tahun 2021.




Pada ajang internasional, nama Katiana Indrasasana juga tercatat menjadi salah satu peserta, wakil Indonesia, dalam ajang World Schools Debating Championship (WSDC) pada April 2021 lalu.


"Saya ingin sekali merepresentasikan Indonesia ke ajang internasional dan mengharumkan nama bangsa", kata Katiana kepada redaksi, Selasa (13/7).




Indonesia memang mengikuti ajang bergengsi WSDC tahun 2021 di Macau yang diselenggarakan secara virtual oleh WSDC Ltd, England. Indonesia mengirimkan lima anggota Tim Debat Indonesia yakni Katiana Indrasasana dari Sekolah Pelita Harapan Tanggerang Banten, Jennifer Taruno dari SMA Budi Utama Yogyakarta, Sofia Malika dari Jakarta International School, Dazzle dari Anglo Chinese School Jakarta, dan Johan dari SMAN 4 Denpasar.


Pembentukan Tim Debat Indonesia ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan melakukan pembinaan calon peserta WSDC pada 10 – 19 April 2021 secara daring. Para peserta tersebut merupakan juara Best Speaker pada National Schools Debating Championship (NSDC) dan independent selection tahun 2020. Setelah melaksanakan pembinaan, akhirnya dream team Indonesia terbentuk. 


Katiana menuturkan, tidak mudah perjuangannya untuk menjadi salah satu wakil Indonesia dalam NSDC. Lebih kurang selama 3 tahun ia tekun menggeluti debate. "Saya untuk masuk kedalam Tim Indonesia melakukan banyak berlatih, dan memenangkan sejumlah prestasi dan penghargaan dari setiap kompetisi", ujarnya.




Setelah berhasil bergabung dengan tim debat Indonesia, Katiana berharap kedepannya bisa menginsiprasi banyak anak-anak muda lain dan memberikan performa semaksimal mungkin dalam debat-debat berikutnya terutama dalam WSDC. "Saya juga mengharapakan dukungan penuh dari pemerintah untuk mencerdaskan dan terus memberikan suportnya agar suatu hari nanti, tim Indonesia bisa meraih lebih banyak lagi prestasi dimata dunia", harapnya.


Sampah Sehat


Katiana mengaku topik-topik seperti filosofi, ekonomi, dan environment sangat menarik perhatiannya. Dari topik-topik tersebut Katiana merealisasikannya dan mendirikan organisasi sendiri, "Sampah Sehat". Katiana membuat program dimana orang yang tidak mempunyai BPJS dapat tukar sampah untuk kesehatan. Sampah ini di daur ulang dan dibuat berharga (dijadikan pupuk, mainan, dan lain-lain).




Sebagai alat informasi dari setiap program-program yang dibuatnya sekaligus sarana komunikasi dengan sesama yang membutuhkan, Katiana membuat website https://sampahsehat.org 


"Semua program-program Sampah Sehat ada di dalam website tersebut", tutup Katiana. (bp)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes