partner

partner

KOLINLAMIL IKUTI RAPAT PENYELARASAN HARKAN TNI AL 2022



Jakarta, 2 Juli 2021, radarindonesia.com 


Satya Wira Jala Dharma. Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mengikuti rapat penyelarasan rencana kerja dan anggaran (RKA) pemeliharaan dan perbaikan (harkan) alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL tahun 2022 melalui video conference di ruang officer club, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/7). 




Kepala Staf Kolinlamil Laksma TNI Dwika Tjahja Setiawan mewakili Panglima Kolinlamil hadir bersama dengan Asrena Pangkolinlamil, Aslog Pangkolinlamil, Kadisharkap dan Kadismatbek.


Sebagai salah satu Kotama operasi TNI AL yang membawahi unsur-unsur KRI  dengan berbagai jenis mulai kapal markas, angkut tank, Bantu angkut personel hingga angkutan logistik, Kolinlamil memerlukan penyelarasan dalam pemeliharaan dan perbaikan kapal perangnya untuk mendukung kesiapan operasi.


Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono menegaskan, TNI AL memfokuskan anggaran yang terbatas untuk mendukung kesiapan alutsista tempur dan operasi.


“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, TNI Angkatan Laut memfokuskan anggaran tersebut untuk mendukung alutsista siap tempur dan operasi,” ungkapnya saat memimpin Rapat Penyelarasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Pemeliharaan dan Perbaikan (Harkan) Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) di Pendopo Neptunus Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.




Kegiatan rapat ini membahas penyelarasan konsep RKA yang merupakan produk kerja sama dari seluruh bagian, baik secara top down maupun bottom up yang berupa masukan rencana kebutuhan dari satker-satker TNI AL, khususnya dalam menentukan penyiapan Alutsista siap tempur dan siap operasi. 


Wakasal menyampaikan sasaran program prioritas pembangunan TNI AL pada 2022 adalah meningkatnya kesiapan dan kesiapsiagaan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang memiliki daya gerak dan daya tempur tinggi dengan target sasaran Alutsista TNI AL yang siap dioperasikan setiap saat (Operational Ready Force) 2022-2023 mencapai 60%.


Lebih lanjut Wakasal juga menekankan bahwa kebijakan tentang pembatasan dalam pengoperasian alutsista yang berusia lebih dari 40 tahun harus menjadi perhatian, walaupun hal tersebut sangat sulit dilaksanakan apabila dihadapkan dengan kebutuhan alutsista dalam memenuhi seluruh operasi yang ada. “Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan KRI, pesawat udara dan material tempur Marinir dalam mendukung kegiatan operasi dan latihan harus dilakukan dengan cermat,” ujarnya.




Dalam rapat tersebut turut diikuti secara langsung oleh Irjenal, para Asisten KSAL, para Kadis terkait, yang diikuti secara virtual guna memutus mata rantai Covid-19 oleh seluruh Kotama TNI AL. (Dispen Kolinlamil)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes