Janji Perbaikan Jalan Pekanbaru Dinilai Jauh Panggang dari Api, Masril: Jangan Cuma Program Gimmick!

 

PEKANBARU, 04 Oktober 2025, radarindonesia.com

 

– Kondisi jalan di Kota Pekanbaru masih memprihatinkan. Data pada Juli 2024 mencatat, total panjang jalan yang mengalami kerusakan mencapai 460,485 kilometer, dengan 109,406 kilometer di antaranya rusak berat. Padahal, total panjang jalan kota hanya sekitar 1.277 kilometer.

Meski pemerintah kota mengklaim sudah melakukan penanganan, realisasinya masih jauh dari harapan. Per September 2025, baru 15 kilometer dari 29 ruas jalan yang masuk tahap perbaikan overlay, serta sekitar 1.300 titik tambal sulam. Jika dihitung, tambalan jalan tersebut setara dengan 26 kilometer jalan yang benar-benar tertangani. Angka ini masih sangat kecil dibandingkan total jalan rusak.

 

“Janji kampanye soal perbaikan jalan dalam 2–3 tahun ke depan, faktanya masih jauh panggang dari api. Itu janji kosong,” tegas pengamat kebijakan publik, Masril Ardi, Sabtu (04/10/2025).

 

Masril menilai, lemahnya realisasi program pembangunan infrastruktur juga dipengaruhi kondisi keuangan daerah yang sedang kritis. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak mengalami penurunan, mulai dari tarif parkir hingga pajak reklame.

 

Belum lagi beban pembayaran sisa tunda bayar, serta berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat sebesar Rp400 miliar, yang semakin menekan APBD Pekanbaru.

 

“Kondisi keuangan daerah ini ibarat orang sakit sudah masuk IGD. Kalau tidak ada pergeseran prioritas anggaran, janji pembangunan itu hanya akan jadi retorika,” tambah Masril.

 

Masril menegaskan, pemerintah kota sebaiknya mengurangi program icak-icak atau sekadar gimmick politik. Ia menyarankan agar anggaran lebih difokuskan pada program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

 

“Jangan sekadar omon-omon. Lebih baik fokus ke janji yang realistis, seperti berobat gratis, membuka lapangan pekerjaan, bantuan modal untuk UMKM, hingga beasiswa S2. Itu semua lebih bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Kondisi jalan rusak di Pekanbaru kini menjadi sorotan publik. Warga berharap pemerintah kota tidak sekadar berjanji, tetapi benar-benar menghadirkan solusi nyata agar wajah ibukota provinsi Riau ini tak terus terpuruk akibat infrastruktur yang buruk.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *