KASAL Menyatakan Penawaran Fregat Mogami dan Kapal Selam Jepang Masih Dibahas Intensif

Kekuatan tempur TNI AL berpotensi kian gahar lewat tawaran alutsista mutakhir dari Negeri Matahari Terbit. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengonfirmasi adanya penawaran resmi dari Jepang untuk pengadaan fregat Mogami hingga kapal selam.

 

Kasal menegaskan, rencana akuisisi ini sepenuhnya berada dalam ranah pembahasan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Sebagai calon pengguna, TNI AL saat ini memantau perkembangan diskusi tingkat tinggi tersebut sambil menyiapkan kebutuhan teknis yang diperlukan.

 

“Fregat Mogami dan kapal selam dari Jepang ini memang ada penawaran dari pihak Kemhan Jepang, tapi ini masih terus dibicarakan dengan pihak kementerian pertahanan kita. Kita mengikuti apa yang diarahkan oleh kementerian pertahanan,” ujar Ali di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/5).

 

Langkah Tokyo ini menyusul penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan atau Defense Cooperation Agreement (DCA) oleh Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi pada Senin (4/5). Mengutip laporan laporan Jiji Press via nippon.com, kesepakatan ini menjadi payung hukum komprehensif yang mencakup pertukaran personel, pendidikan, hingga pembentukan mekanisme dialog pertahanan terintegrasi.

 

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen Rico Ricardo Sirait, menyatakan meskipun DCA telah diteken, kedua negara belum mencapai kesepakatan spesifik mengenai pengadaan unit tertentu. Saat ini, pembahasan masih bergulir di tingkat kelompok kerja (working group) untuk mengkaji kebutuhan nasional dan stabilitas kawasan.

 

Pelonggaran Ekspor Senjata Jepang

Ketertarikan Indonesia terhadap alutsista Jepang, khususnya kapal selam, sejatinya telah muncul sejak 2021. Momentum ini menguat setelah Jepang merevisi tiga prinsip transfer peralatan pertahanan mereka. Kebijakan baru tersebut kini mengizinkan Jepang mengekspor senjata mematikan (lethal weapons) ke negara mitra yang telah memiliki perjanjian kerja sama pertahanan resmi.

 

 

Dalam pertemuan di Jakarta, Sjafrie menyambut baik revisi kebijakan tersebut, mengingat Indonesia berminat mendatangkan kapal selam dari Angkatan Laut Jepang (Japan Maritime Self-Defense Force). Pihak Jepang pun menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti minat tersebut melalui kajian teknis yang mendalam.

 

Jika pembicaraan antarpemerintah (government to government) ini rampung, fregat Mogami dengan teknologi siluman (stealth) serta kapal selam Jepang diprediksi akan menjadi instrumen vital dalam menjaga kedaulatan maritim di wilayah kepulauan Indonesia. Kehadiran alutsista ini sekaligus mempertegas posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *