“TINGGI” SATUKAN MALAYSIA DAN INDONESIA DALAM SEBUAH KARYA NUSANTARA

 

Jakarta, 6 Juli 2026, radarindonesia.com

 

“Tinggi” merupakan kolaborasi internasional pertama antara duo hip hop Malaysia Kmy Kmo & Luca Sickta dengan penyanyi sinden Indonesia Niken Salindry. Lagu ini memadukan rap Melayu dan vokal tradisional Jawa sebagai simbol persatuan budaya Nusantara.

 

Diambil dari album terbaru Kmy Kmo & Luca Sickta yang bertajuk Gong, “Tinggi” mengangkat tema warisan, martabat, kenangan, dan budi di tengah dunia yang semakin jauh dari identitas budayanya. Melalui lirik yang kuat dan alunan sinden yang khas, lagu ini mengingatkan bahwa sejarah, nilai, dan kebaikan akan terus hidup meski kekuasaan, jabatan, dan waktu telah berlalu.

Menurut Kmy Kmo & Luca Sickta selaku komposer, “Tinggi” lahir dari keinginan untuk menghasilkan karya yang bukan sekadar menghibur, tetapi juga mengajak generasi muda menghargai akar budaya mereka.

 

“Kami percaya musik adalah bahasa yang mampu menyatukan. Melalui ‘Tinggi’, kami ingin menyampaikan bahwa kebesaran seseorang tidak diukur dari kuasa atau harta, melainkan dari budi, nilai, dan warisan yang ditinggalkan. Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa budaya Nusantara dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya.”

 

Bagi Niken Salindry, kolaborasi ini menjadi kesempatan istimewa untuk membawa seni sinden ke panggung yang lebih luas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada generasi baru.

 

“Saya langsung tertarik ketika mendengar konsep lagu ini. Pesan yang dibawakan sangat kuat dan sejalan dengan semangat melestarikan budaya. Saya bangga bisa menjadi bagian dari karya yang mempertemukan musik modern dengan tradisi, sekaligus mempererat hubungan budaya Indonesia dan Malaysia.”

 

Video musik “Tinggi” juga menjadi salah satu daya tarik utama proyek ini. Proses syuting dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dengan konsep produksi berskala kolosal. Video tersebut melibatkan puluhan penari, tata artistik megah, properti budaya, serta kostum tradisional yang terinspirasi dari kekayaan budaya Malaysia dan Indonesia.

 

Seluruh elemen visual dirancang untuk menggambarkan semangat serumpun Nusantara, memperlihatkan bagaimana dua bangsa yang memiliki akar sejarah dan budaya yang sama dapat bersatu dalam sebuah karya musik yang modern, megah, dan sarat makna.

“Tinggi” menyampaikan pesan bahwa kebesaran sejati tidak diukur dari kekuasaan atau kekayaan, melainkan dari nilai yang kita pegang serta jejak kebaikan yang kita tinggalkan.

 

Lebih dari sekadar sebuah lagu, “Tinggi” menjadi simbol persahabatan, penghormatan terhadap budaya, dan harapan agar generasi masa kini terus menjaga warisan Nusantara melalui bahasa, musik, dan tradisi.

 

Tinggi bukan karena kuasa. Tinggi karena budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *