MISTERI DI BALIK SYUTING VIDEO KLIP “TINGGI”: FOTO NIKEN SALINDRY BERULANG KALI MEMUTIH, KMY KMO SEMPAT KEHILANGAN KESADARAN

 

Jakarta, 9 Juli 2026, radarindonesia.com

 

Proses syuting video klip “Tinggi”, kolaborasi antara Kmy Kmo, Luca Sickta, dan Niken Salindry, ternyata menyimpan pengalaman yang kini masih menjadi perbincangan di kalangan para artis dan kru produksi.

 

Pengambilan gambar yang berlangsung di Anjungan Jawa Timur dan Yogyakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, berubah menjadi pengalaman yang menegangkan. Peristiwa tersebut terjadi selepas waktu Magrib hingga menjelang Isya, ketika tim produksi sedang memasuki sesi pemotretan untuk kebutuhan promosi.

 

Menurut beberapa kru yang berada di lokasi, seluruh pengaturan pencahayaan, kamera, lensa, serta posisi peralatan sama sekali tidak mengalami perubahan saat pergantian sesi dari Luca Sickta menuju Niken Salindry. Namun, keanehan mulai terjadi sesaat setelah Niken memasuki lokasi pemotretan.

 

Ketika fotografer mengambil gambar pertama, hasil foto yang muncul pada layar monitor justru tampak putih seluruhnya. Tim produksi mengira kamera mengalami gangguan teknis sehingga proses pemotretan diulang berkali-kali. Anehnya, hingga percobaan pengambilan gambar ketujuh atau kedelapan, hasil foto tetap memutih tanpa diketahui penyebabnya. Beberapa saat kemudian, kamera kembali berfungsi normal tanpa ada perubahan pengaturan apa pun.

 

Peristiwa tersebut membuat suasana lokasi syuting mendadak sunyi. Beberapa kru saling berpandangan, sementara yang lain mulai mempertanyakan penyebab gangguan yang tidak dapat dijelaskan secara teknis.

 

Sebelumnya, Kmy Kmo juga mengalami kejadian yang tidak kalah mengejutkan saat menjalani adegan mengenakan busana pahlawan Melayu lengkap dengan sebilah keris asli sebagai properti.

 

Menurut pemilik keris yang juga memahami benda pusaka tersebut, suasana di lokasi seolah memiliki keterkaitan dengan semangat yang ada dalam diri Kmy Kmo. Ketika keris itu berada di tangannya, ia merasakan getaran yang begitu kuat, seakan terjadi pertemuan dua energi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tak lama kemudian, Kmy Kmo tampak kehilangan keseimbangan hingga akhirnya sempat kehilangan kesadaran.

 

Namun, pendapat tersebut merupakan keyakinan pribadi dari pihak yang berada di lokasi dan tidak dapat dipastikan kebenarannya secara ilmiah. Meskipun demikian, mereka yang mengalami langsung peristiwa tersebut mengaku tidak dapat memungkiri bahwa kejadian malam itu terasa begitu mistis.

 

Setelah kondisinya membaik, Kmy Kmo segera menyerahkan kembali keris tersebut kepada kru produksi dan memilih tidak lagi menggunakannya selama proses pengambilan gambar.

 

Bukan hanya Kmy Kmo, beberapa anggota kru juga mengaku mengalami gangguan yang membuat proses syuting sempat dihentikan. Seluruh tim kemudian memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum kembali memulai kegiatan dengan berdoa bersama. Setelah doa dipanjatkan untuk ketiga kalinya, suasana perlahan kembali tenang dan proses syuting dapat dilanjutkan. Syuting akhirnya berhasil diselesaikan tepat sekitar pukul 00.00 WIB sesuai jadwal.

Di tengah suasana yang mulai kondusif, Niken Salindry justru terlihat tetap tenang. Sambil tersenyum, ia sempat berkata kepada beberapa anggota tim produksi, “Mas, mereka tidak tahu ya kalau tempat ini memang angker dan ada yang menjaganya.”

 

Ucapan tersebut langsung membuat beberapa kru saling berpandangan. Sebagian menganggapnya sebagai candaan, sementara yang lain menilai Niken seolah sudah memahami cerita-cerita yang berkembang mengenai lokasi tersebut sehingga tetap bersikap tenang.

 

Terlepas dari berbagai pengalaman yang dialami malam itu, proses syuting video klip “Tinggi” akhirnya berhasil diselesaikan sesuai jadwal. Hingga kini, berbagai peristiwa yang terjadi selama pengambilan gambar masih dikenang oleh para pemain dan kru sebagai salah satu pengalaman paling menegangkan sepanjang proses produksi video klip tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *